Merasa Jenuh Saat Wfh? Mari Mengenal Teknik Microbreaks
Ilustrasi para pekerja. | Sumber: Israel Andrade/Unsplash

Buat kamu yang masih work from home atau sekolah dari rumah, sering enggak kalau sudah fokus mengerjakan sesuatu jadi lupa dengan hal lainnya? Lupa minum air putih, lupa peregangan, sampai lupa untuk istirahat sejenak.

Padahal seharian duduk dan terlalu lama menatap layar laptop juga gak baik dampaknya untuk kesehatan kita. Meski sibuk mengerjakan to-do-list, jangan lupa untuk mengatur waktu istirahat, ya, Goodmates. Kenali teknik microbreaks berikut yang dapat kamu coba.

Apa itu microbreaks?

Ilustrasi botol berisi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. | Sumber:  Mikey Harris/Unsplash
Ilustrasi botol berisi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. | Sumber: Mikey Harris/Unsplash

Meski kita merasa masih kuat untuk lanjut beraktivitas, tubuh kita tetap butuh istirahat. Berdasarkan penjelasan yang dikutip dari BBCdigital, microbreaks adalah istirahat singkat antara 30 detik hingga 5 menit yang sering dilakukan dalam sehari.

Tentunya harus konsentrasi seharian dapat membuat otot tubuh tegang, belum lagi postur duduk yang terlalu lama berdampak buruk bagi kesehatan. Kamu bisa mencoba microbreaks dengan melakukan hal-hal sederhana seperti melakukan peregangan tubuh.

Bekerja atau belajar dengan menatap layar perangkat digital? Hati-hati, mata kita juga dapat lelah apabila menatap layar terlalu lama. Kamu bisa menggunakan teknik 20/20/20 untuk menghindari ketegangan mata. Mengutip penjelasan oleh Fast Company, setiap 20 menit lihatlah pada suatu objek yang berjarak 20 kaki jauhnya dari kamu selama kurang lebih 20 detik.

Jangan lupa untuk menaruh botol berisi air putih di meja kerjamu. Selain harus tetap terhidrasi, banyak minum dapat membuat kamu ingin pergi ke kamar mandi, mau enggak mau ini akan memaksa kamu untuk berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Serta masih banyak sekali aktivitas sederhana lainnya yang dapat dijadikan kegiatan microbreaks.

Mengapa microbreaks penting dilakukan?

ilustrasi fokus mengerjakan sesuatu. | Sumber: Scott Graham/Unsplash
ilustrasi fokus mengerjakan sesuatu. | Sumber: Scott Graham/Unsplash

Tidak hanya dapat membantu menghindari kelelahan mata dan menjaga kesehatan dari kebiasaan duduk terlalu lama, microbreaks juga memiliki banyak manfaat lain. Merangkum penjelasan oleh Ergonomic Trends, istirahat bukan malah akan mengganggu pekerjaan, justru dapat menambah tingkat fokus dan lebih produktif.

Menurut penelitian oleh Profesor Alejandro Lleras, istirahat sejenak dapat membantu otak kembali mendapatkan perhatian pada tugas yang sedang dikerjakan. Mengingat apabila sedang mengerjakan sesuatu kita dapat terlalu fokus hingga tidak sadar waktu telah berjalan lama, microbreaks bekerja seperti mengasah tingkat konsentrasi kita kembali.

Selain itu, microbreaks juga dapat membantu menurunkan kadar stress. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 1989, istirahat singkat di antara waktu bekerja menghasilkan detak jantung lebih rendah yang berarti berkurangnya stress. Rutinitas baru juga mampu menyebabkan kesalahan dalam pekerjaan lebih rendah lagi. Sebab, microbreaks mampu membuat kita lebih fokus.

Berapa waktu yang ideal untuk melakukan microbreaks? Meski tidak ada durasi yang spesifik, mengutip penjelasan oleh Ergonomic Trends, terdapat sebuah penelitian pada mahasiswa yang menunjukan 40 detik istirahat mampu mengembalikan pemulihan perhatian.

Referensi: Fast Company | BBC | BBCdigital | Ergonomic Trends | Stanford University