Mitos tentang Perkuliahan yang Harus Berhenti Kamu Percaya!
Ilustrasi mitos tentang kuliah | Foto: Cookie_studio/Freepik

#FutureSkillsGNFI

Haloo GoodMates, kamu pasti sering mencari tahu informasi tentang dunia perkuliahan, bukan? Hal ini memang menjadi persiapan yang penting lho untuk dilakukan, tentu dengan tujuan agar kamu memiliki gambaran tentang dunia perkuliahan.

Nah, kira-kira sudah sejauh mana informasi perkuliahan yang kamu dapat? Apakah kamu yakin, informasi tersebut benar, atau jangan-jangan hanya sekadar mitos belaka?

Calon mahasiswa baru (maba) sering kali keliru memaknai sesuatu karena kesalahan dalam menyerap informasi, sehingga banyak dari mereka yang mempercayai mitos yang sering kali didengar.

Apa saja, ya, mitos-mitos tentang perkuliahan? Yuk, simak pembahasan berikut!

Jurusan Kuliah jadi Penentu Karier

Sering kali, calon maba dibingungkan dalam menentukan jurusan kuliah yang akan mereka pilih. Antara memilih jurusan sesuai minat tetapi dengan peluang kerja yang kurang menjanjikan, atau memilih prospek kerja menjanjikan tetapi tidak sesuai dengan minat yang dinginkan. Kalau kamu masih percaya jurusan kuliah jadi penentu karier, tentu kebingungan tersebut akan terus muncul.

Meskipun beberapa orang memiliki karier yang sesuai dengan jurusan saat kuliah. Namun, jurusan kuliah bukan satu-satunya penentu karier kamu di masa depan. Faktanya, banyak pula orang yang memiliki pekerjaan tidak sesuai dengan kuliah mereka, loh!

Hal tersebut bisa terjadi karena mereka tidak hanya belajar teori dalam kelas saja, melainkan juga mengikuti kegiatan lain di luar kelas—UKM, komunitas, magang, dll—sehingga mereka mampu membangun networking yang baik sekaligus mempertajam soft skill dan hard skill yang mereka miliki.

Anak Kuliah Bebas Tidak Masuk Kelas

Jika dibandingkan dengan masa sekolah, masa kuliah memang lebih fleksibel. Secara umum, kamu sendiri yang menentukan jadwal, mata kuliah, atau bahkan dosen pengajar setiap mata kuliah. Jam kuliah kamu bisa berbeda-beda setiap harinya, tetapi bukan berarti kamu bisa seenaknya.

Maksud bebas dalam hal ini adalah jadwal perkuliahan tergantung kelas yang ada, bukan bebas tidak masuk kelas. Akan tetap ada batasan tidak masuk kelas pada tiap mata kuliah. Biasanya untuk satu mata kuliah, kamu hanya memiliki 2-4 kali jatah bolos, sesuai ketetapan kampus dan program studi masing-masing.

Terlalu sering tidak masuk kelas justru bisa memengaruhi nilai kamu, atau bahkan membuatmu tidak lulus di mata kuliah tersebut, loh. Meskipun nilai ujian, tugas, dan kuis kamu bagus, bukan tidak mungkin nilai akhir kamu jelek karena masalah presensi. Jadi, mulai sekarang berhenti memercayai mitos buruk ini, ya.

Orang Sukses Pasti Lulusan dari Kampus Terkenal

Pemikiran seperti ini sudah seharusnya dibuang jauh-jauh, ya, GoodMates. Sebab, lulusan kampus terkenal tidak selalu menjamin kesuksesan karier seseorang. Pasalnya, sukses atau tidaknya seseorang tergantung pada diri masing-masing.

Lulusan kampus terkenal memang menjadi salah satu keistimewaan yang dapat memudahkanmu dalam berkarier. Namun, pertimbangan-pertimbangan yang lain juga harus kamu perhatikan. Misalnya terkait soft skill, hard skill, networking yang dibangung, pengalaman kerja, dan lain sebagainya.

Jadi, jangan berkecil hati ketika kamu tidak menempuh pendidikan di kampus terkenal, ya. Kamu hanya perlu berusaha mengembangkan ketrampilan dan relasimu. Dengan begitu, kamu bisa berjuang untuk kesuksesan kariermu di masa depan.

Nah, itu dia beberapa mitos tentang perkuliahan yang sudah seharusnya berhenti kamu percayai. Yuk, mulai sekarang, cari informasi dari sumber yang kredibel agar kamu lebih siap menghadapi dunia perkuliahan yang sesungguhnya.

Referensi: Zenius.net | Rencanamu.id | Idntimes.com