Mengenal Obesophobia, Ketakutan Menambah Berat Badan
Orang yang mengalami obesophobia, ketakutan menambah berat badan | Foto: VOA

Memiliki bentuk tubuh yang ideal menjadi dambaan setiap orang. Namun, apa jadinya jika hal itu tidak dapat terwujud? Tentu kita akan melakukan berbagai usaha seperti diet untuk mencapainya. Tak jarang ada pula orang yang merasa takut jika berat badan tubuh naik. Hal itu disebut dengan obesophobia.

Obesophobia adalah sebuah gejala fobia yang dirasakan ketika melihat timbangan dan berat badan bertambah. Gejala itu bisa kita rasakan hanya dengan melihat bentuk tubuh orang lain, lo. Misalnya saja melihat media sosial.

Tak dapat dipungkiri, media sosial banyak membawa kemudahan bagi penggunanya.Namun, di satu sisi media sosial juga dapat berbahaya bagi pengguna jika tidak disertai sikap bijak. Sudah banyak penelitian yang menunjukan pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental penggunanya.

Salah satunya apa yang ditampilkan di media sosial. Layaknya etalase yang dipajang di toko-toko, media sosial kerap kali hanya menunjukan sisi-sisi keindahannya saja dan menyembunyikan kenyataan sebenarnya.

Mungkin saja kasus seperti tadi bisa membuat seseorang jadi ketakutan jika tubuhnya semakin bertambah gemuk. Akhirnya ia mulai melakukan diet ekstrim yang berlebihan, takut memeriksa berat badan di timbangan, hingga meminum pil-pil diet yang berbahaya secara medis.

Mengenal obesophobia

Obesophobia juga dikenal sebagai pocrescophobia. Kata 'obese' berasal dari bahasa Yunani yang berarti gemuk, sedangkan 'phobia' berarti takut. Berdasarkan penjelasan oleh Health Line, obesophobia merupakan rasa takut bertambahnya berat badan.

Meski umum dialami oleh remaja perempuan, tidak menutup kemungkinan pria maupun perempuan di segala usia dapat mengalaminya juga. Fobia ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti stigma berat badan.

Stigma ini membuat orang-orang menilai orang lain berdasarkan berat badan mereka. Biasanya orang-orang seperti ini terlalu mengelu-elukan badan yang proposal dan semampai atau sering disebut ‘body goals’.

Stigma ini dapat muncul dari lingkungan sosial, media sosial, atau harapan keluarga dan tekanan teman sebaya. Umumnya, stigma ini mendiskriminasi seseorang dengan kelebihan berat badan.

Hal ini dapat menyebabkan orang tersebut mengalami ketakutan untuk mendapatkan berat badan ke depannya. Selain stigma, informasi yang kita cerna melalui media (berita, buku, film, tayangan televisi, dan lainnya) atau media sosial juga dapat berpengaruh.

Fobia ini juga dapat disebabkan oleh anxiety disorders atau gangguan kecemasan. Mungkin saja obesophobia berasal dari rasa takut akan penolakan sosial atau penghakiman sosial yang didapatkan karena berat badan yang kita miliki.

Obesophobia juga bisa disebabkan karena pengalaman pribadi yang pernah kita dapatkan. Misalnya karena berat badan atau penampilan yang kita punya, kita mendapatkan ejekan dari orang sekitar.

Hal ini bisa membuat kita menilai berat badan sebagai sesuatu yang negatif dan memicu tumbuhnya fobia tersebut. Gejala yang dialami individu dengan obesophobia dapat meliputi emosi negatif ketika berpikir atau membicarakan tentang penambahan berat badan. Seperti kecemasan dan ketakutan, panic attacks, tekanan darah tinggi, atau pusing.

Obesophobia juga dapat membuat orang melakukan hal-hal tertentu untuk menghindari kenaikan berat badan. Seperti obsesif menghitung kalori, berolahraga terlalu banyak atau diet terlalu ekstrim.

Hasilnya, obesophobia dapat menyebabkan beberapa risiko atau komplikasi. Seperti obsesi yang tidak sehat terhadap berat badan dan makanan. Fobia ini juga dapat meningkatkan risiko eating disorder.

Meski begitu, obesophobia berbeda dengan eating disorder. Namun, keduanya memang sering hidup berdampingan. Obesophobia merupakan salah satu gejala utama dari banyak eating disorder, di antaranya seperti bulimia dan anoreksia nervosa.

Cara menangani obesophobia

ilustrasi support group untuk membantu mengatasi obesophobia. | Foto: Home Care Assistance
Ilustrasi support group untuk membantu mengatasi obesophobia | Foto: Home Care Assistance

Kalau kamu merasakan gejala di atas, kamu mungkin ingin menemui profesional medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Ingat untuk tidak pernah melakukan self diagnose, ya, Goodmates.

Mengatasi obesophobia dapat memiliki tantangan tersendiri. Penting untuk mengetahui bahwa kamu tidak sendirian saat menghadapi hal ini. Setelah mendapatkan penanganan-penanganan profesional, banyak orang menemukan kelegaan setelah bergabung dengan support group.

Melalui support group, kamu dapat menemukan orang lain yang juga memiliki tantangan serupa dan saling berbagi cara untuk mengatasinya. Kamu juga dapat melakukan meditasi atau yoga dan membuat jadwal olahraga teratur.

Yang terpenting untuk atasi obesophobia, kamu harus mengikuti pola makan yang seimbang, menghindari kafein, dan melakukan journaling untuk menurunkan kecemasan.

Referensi: Health Line | Very Well Health | The Indian Express | Only My Health