Bertujuan Mulia, Ini Salah Satu Komunitas Konservasi Satwa Liar di Indonesia
Logo dari lembaga PROFAUNA Indonesia | Foto: PROFAUNA

Hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang hidup berdampingan dengan kita. Hewan juga merupakan komponen penting dalam hidupa sebagian besar manusia karena hewan juga merupakan sumber nutrisi bagi manusia. Hewan juga dapat dijadikan sebagai teman dan sahabat manusia dengan memelihara mereka dengan baik dan penuh kasih sayang.

Sayangnya, masih banyak pihak tidak bertanggung jawab yang memperlakukan hewan dengan tidak semestinya dan dengan sewenang-wenang. Di Indonesia sendiri, masih banyak pihak yang melakukan perburuan dan perdagangan satwa-satwa liar secara berlebihan. Salah satu satwa liar yang terancam punah karena diperdagangkan adalah binuturong.

Meskipun sudah banyak undang-undang yang mengatur mengenai perburuan dan perdangan satwa liar dan langka, masih banyak oknum yang digelapkan oleh keuntungan semata. Tetapi, banyak masyarakat yang tidak tinggal diam akan hal ini dan memilih untuk bersuara mewakili para hewan yang terancam punah. Salah satunya adalah sebuah komunitas konservasi satwa liar yang satu ini.

Dilatarbelakangi dari keberagaman fauna di Indonesia 

Badak Sumatra merupakan salah satu satwa liar di Indonesia yang terancam punah | Foto: Mongabay

Protection Forest & Fauna atau PROFAUNA merupakan lembaga independen non profit yang bergerak dalam perlindungan terhadap hutan dan satwa liar. Organisasi yang berdiri pada tahun 1994 ini, memiliki prinsip bahwa setiap jenis satwa liar memiliki nilai bagi kelestarian alam yang membuatnya harus dibiarkan hidup bebas di alam,

PROFAUNA yang berbasis di Malang, Jawa Timur ini juga berdiri karena latar belakang Indonesia yang memiliki ratusan bahkan ribuan satwa liar. Walaupun begitu, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki banyak satwa liar yang terancam punah, yang salah satunya disebabkan oleh perburuan ilegal dan eksploitasi hutan.

Baca juga: Nikmat dan bermanfaat, inilah beberapa khasiat oatmeal bagi tubuh

PROFAUNA pun hadir untuk bisa membantu para satwa liar dalam mendapatkan hidup yang bebas di hutan yang asri yaitu empat di mana mereka seharusnya berada. Oleh karena itu, PROFAUNA juga berusaha untuk mencegah eksploitasi hutan yang menjadi habitat para satwa liar.

Keprihatinan dua orang biolog

Rosek Nursahid, salah satu pendiri PROFAUNA | Foto: Mongabay

PROFAUNA didirikan di Kota Malang pada tahun 1994. Lembaga ini dibentuk oleh dua aktivis lingkungan yakni Rosek Nursahid dan Made Astuti. Keduanya merupakan seorang biolog yang gemar mengunjungi tempat-tempat habitat para satwa liar. Ide pendirian PROFAUNA muncul pada tahun 1990-an ketika Rosek mengunjungi beberapa pasar burung di daerah Jakarta.

Di pasar tersebut, Rosek menemukan banyak satwa langka yang diperjual-belikan secara bebas seperti kakatua, beruang madu, cendrawasih, hingga orangutan. Padahal, hewan-hewan tersebut merupakan hewan yang dilindungi oleh undang-undang dan tidak semestinya diperjual-belikan secara bebas.

Dari keprihatinan inilah Rosek dan Astuti memutuskan untuk mendirikan lembaga yang sebelumnya bernama Konservasi Satwa Bagi Kehidupan. Mereka mengubah nama pada tahun 2002 menjadi PROFAUNA Indonesia. Sampai saat ini, PROFAUNA masih menjadi organisasi grassroot terbesar di Indonesia yang terus berjuang untuk memberi perlindungan kepada satwa liar maupun pelestarian hutan-hutan di Indonesia.

Melakukan aksi nyata

Salah satu aksi kampanye yang dilakukan PROFAUNA pada 2018 lalu | Foto: Jawa Pos

PROFAUNA berfokus dalam melakukan kampanye, investigasi, pendidikan, advokasi dan pendampingan masyarakat. PROFAUNA juga melakukan kegiatannya dengan berkompas pada kegiatan non politis dan non kekerasan. Fokus program PROFAUNA Indonesia sekarang adalah pengelolaan hutan bersama masyarakat lokal, rehabilitasi hutan, perlindungan cagar alam, konservasi penyu, pendidikan konservasi alam, dan patroli anti perburuan satwa liar di alam.

Baca juga: Mau berkunjung ke Trawas? Ini dia ide kegiatan yang bisa kamu lakukan

Dalam menjalankan berbagai programnya, PROFAUNA selalu melibatkan masyarakat lokal maupun masyarakat luas untuk menjadi bagian dari organisasi konservasi satwa liar ini. Saat ini, relawan PROFAUNA tersebar di seluruh Indonesia hingga ke mancanegara. 

PROFAUNA bermitra dengan beberapa organisasi internasiona sepertil International Primate Poretection League (IPPL), Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animal (RSPCA) dan International Fund for Animal Welfare (IFAW). Mereka juga bergabung ke dalam beberapa koalisi internasional seperti Species Survival Network (SSN) dan World Society for the Protection of Animal (WSPA).

PROFAUNA juga tentunya melakukan aksi kampanye yang melibatkan masyarakat luas. Kampanye mereka terdiri dari beberapa jenis yaitu kampanye hutan, primata, laut, hingga burung. Saat ini, PROFAUNA sedang membuka pendaftaran relawan Ranger PROFAUNA Indonesia angkatan 2022/2023.

Referensi: PROFAUNA