Melihat Aksi Pawang Hujan di Race Day MotoGP Mandalika 2022
Rara Istiani Wulandari, pawang hujan di MotoGP Mandalika | Foto: The Canadian News

Ada yang menarik dari perhelatan race day MotoGP Mandalika (20/3) lalu. Viral sebuah video di media sosial menampilkan aksi dari Raden Rara Istiani Wulandari, seorang pawang hujan yang bertugas “memodifikasi” saat jalannya MotoGP dari awal sampai akhir kegiatan.

Kondisi cuaca menjelang acara kemarin memang mendung dan turun hujan yang cukup deras. Aksi tersebut membuat tayangan live stream MotoGP di YouTube hingga tingkat internasional dan menjadi sorotan media luar.

Dapat terlihat dari video yang beredar, Rara Istiani selaku pawang hujan berkeliling sirkuit dengan melakukan aksinya. Adapun letak tenda dari pawang hujan ini berada di bagian utara sirkuit dekat pintu masuk utama bernama "Gerbang Hijau". Di belakang pagar tersebut, terlihat berbagai perlengkapan sesajen.

Setelah melakukan aksi tersebut, banyak pro dan kontra bermunculan. Di media sosial, netizen dalam negeri menilai bahwa aksi pawang hujan di Sirkuit Mandalika itu memalukan, berlebihan, dan tidak masuk akal.

Baca juga: Fakta Menarik Hari Pertama MotoGP Mandalika 2022

Namun di sisi lain, banyak juga netizen yang menganggap bahwa keberadaan pawang hujan termasuk bentuk kebudayaan Indonesia yang patut mendapat apresiasi. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, hujan benar-benar reda setelah beberapa waktu dan Rara mendapat apresiasi dari banyak media internasional.

Menggunakan Alat Ritual Penghasil Getaran Suara

Rara Istiani melakukan ritual pawang hujan dengan alat-alatnya | Foto: MotoGP/Youtube

Pemilik akun TikTok @wiwid.kurniawan membagikan video wawancara seorang wartawan dengan sang pawang hujan, Rara Istiani. Dalam wawancara tersebut, Rara menjelaskan mekanisme pengendalian hujan yang biasa ia lakukan.

Rara menjelaskan bahwa untuk memanggil hujan, ia menggunakan kekuatan batin yang berkaitan dengan getaran suara. Tak hanya itu, ia memanfaatkan alat ritual bernama sinimbol yang akan berbunyi jika tergoyang atau saat ia memukulkannya yang berbentuk seperti mangkuk.

Baca juga: Selain Paling Cantik, Berikut Fakta Menarik Sirkuit Mandalika

Getaran suara dari sinimbol serta suara teriakannya dapat memicu awan untuk bergerak sesuai kemauan. Tak lupa, Rara juga menggunakan kayu dan asap saat melakukan aksinya.

Meski begitu, Rara mengakui bahwa ritualnya hanyalah media permohonan atau kegiatan memanifestasi hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia pun pernah mengalami kegagalan, yaitu saat mengawal pertandingan bola antara Indonesia dan Jepang. Saat itu, ia tengah dalam kondisi yang tidak prima.

Pawang Hujan Dapat Masuk Gelombang Theta

Pawang hujan di Sirkuit Mandalika | Foto: Suara.com

Bukan hal yang tabu, aksi pawang hujan tentu saja memiliki kemampuan yang berbeda dari orang biasa. Masih melansir dari wawancara yang sama, Rara menjabarkan bahwa letak kemampuan pawang hujan ada di tingkat gelombang otaknya.

Secara umum, ada tiga jenis gelombang otak yang mempengaruhi kesadaran manusia. Pertama, gelombang beta yang merupakan frekuensi paling tinggi dan aktif saat kita “sadar”. Gelombang beta dapat membantu proses berpikir dalam melakukan aktivitas keseharian.

Kedua ada gelombang alfa, yang berfungsi sebagai jembatan antara alam sadar dengan bawah sadar. Gelombang inilah yang membuat kita sering mengingat mimpi saat kita tidur.

Baca juga: Segera Menjadi Warisan Budaya Dunia, Ini 6 Jenis Jamu dan Filosofinya

Terakhir, ada gelombang theta atau gelombang alam bawah sadar yang aktif saat kita tidur pulas dan bermimpi. Orang yang mampu meditasi atau beribadah dengan sangat khusyuk juga bisa masuk ke gelombang ini.

Nah, para pawang hujan seperti Rara memiliki kemampuan untuk masuk ke gelombang theta dan memanjatkan doa dengan kekhusyukan tingkat tinggi.

Pawang Hujan: Profesi yang Menghasilkan

Sosok Rara saat melakukan ritual di race day MotoGP Mandalika | Foto: MotoGP/Youtube

Keberadaan pawang hujan yang bekerja secara profesional bukanlah pertama kalinya di Indonesia. Sebelumnya, pawang hujan profesional atau rain stopper ini sudah banyak berkarier di hotel dan tempat wisata, khususnya di Pulau Bali. Tak hanya itu, aksi pawang hujan sempat viral saat mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan ke Madura.

Pawang hujan memang sudah jadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Bukan tidak mungkin jika pawang hujan bisa menjadi pilihan profesi di masa yang akan datang.

Bukan tanpa sebab, hal itu terlontar karena Rara membagikan besaran gaji yang ia terima dari pekerjaan mengawal hujan di Sirkuit Mandalika selama 21 hari. Setiap harinya, ia mendapat Rp5 juta sehingga total gajinya bisa mencapai tiga digit. Wow!

Terlepas dari pro dan kontra, perhelatan MotoGP Mandalika 2022 sudah berjalan dengan cukup lancar. Aksi-aksi unik selama kegiatan berjalan mendapatkan banyak pujian dari media luar. Bahkan, akun official MotoGP dan media Inggris BT Sport ikut memuji dengan menambah hastag #IndonesiaGP.

Referensi: Kompas | QuickStart