Pecahkan Rekor, Matahari Buatan Cina 5 kali Lebih Panas dari Aslinya
'Matahari buatan' Cina, EAST, berhasil menyala dengan suhu 70 juta derajat celcius selama 1.056 detik. | Sumber: XINHUA/CNNC/Tribun

Matahari merupakan pusat tata surya yang memberikan banyak kegunaan bagi kehidupan di bumi. Tanpa matahari, terbayang betapa bumi akan gelap gulita dan tidak ada kehangatan yang tercipta. Namun, pernahkah Goodmates membayangkan bagaimana jadinya bila ada matahari yang dibuat oleh tangan manusia? 

Negara Cina baru saja kembali menguji teknologi matahari buatan miliknya bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) pada awal tahun ini. Dilansir dari Tirto.id, projek ini telah dibangun sejak 2006. Matahari buatan tersebut berhasil dinyalakan pertama kali pada tahun 2020 lalu dan bisa mencapai suhu 10 kali lebih panas dari matahari.

Projek ini terus dikembangkan hingga kini dan dilakukan uji coba secara berkala. EAST sempat dicoba pada tahun 2021 dikutip dari Kompas.com berhasil mencapai suhu 120 juta derajat celcius selama 101 detik pada bulan Mei dan 160 juta derajat celcius pada bulan Juni 2021.

Lima kali lebih panas, ini dia ‘matahari buatan’ Cina

Matahari buatan Cina, EAST. | Sumber: Handout/Chinese Academy of Sciences/AFP/Suara.com
Matahari buatan Cina, EAST. | Sumber: Handout/Chinese Academy of Sciences/AFP/Suara.com

Pada awal tahun 2022, merangkum penjelasan oleh India Times, EAST kembali diuji coba dan memecahkan rekor dengan suhu temperatur 5 kali lebih panas dari matahari. Matahari buatan ini berhasil menyala dengan suhu temperatur 70 juta derajat celcius selama 1.056 detik atau kurang lebih 17 menit lamanya. Berdasarkan data oleh Space.com, inti matahari asli memiliki suhu sekitar 15 juta derajat celcius.

Lantas bagaimana matahari buatan ini bekerja? Merangkum penjelasan oleh Kompas.com, EAST meniru sistem fusi nuklir matahari yang menggunakan medan magnet dan bahan kimia di dalam hidrogen berupa deuterium. Bahan kimia yang terdapat di dalam deuterium digabungkan dan dipanaskan untuk menghasilkan energi plasma

Medan magnet yang ada di dalam EAST dapat membuat energi plasma tersebut menghasilkan partikel-partikel panas lainnya dalam jumlah yang cukup banyak hingga memungkinkan energi panas yang dihasilkan terus meningkat mencapai jutaan derajat celcius.

Berdasarkan penjelasan oleh CNN Indonesia, matahari buatan ini dibuat untuk mendapatkan sumber energi bersih yang ramah lingkungan serta menjadi pemasok energi bersih tanpa batas untuk masa depan. Maka dari itu projek matahari buatan ini tidak menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara atau minyak yang memiliki jumlah terbatas dan akan habis seiring berjalannya waktu.

Bahan bakar yang dibutuhkan untuk EAST tersedia di alam, seperti deuterium yang mudah didapatkan di permukaan tanah dan tritium yang dapat diekstraksi dari air laut, konon disebut-sebut jumlahnya tidak akan habis. Fusi juga bebas polusi sebab tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca maupun karbondioksida (Co2).

Disebutkan projek ini menghabiskan biaya sebesar 943 miliar dollar dan eksperimennya diperkirakan akan berlangsung hingga Juni 2022.

Referensi: India Times | Kompas.com | Tirto.id | CNN Indonesia