Penting untuk Maba! Pahami Pengaruh Organisasi Terhadap Prokrastinasi Akademik
Ilustrasi Membuat Daftar Tugas | Foto: Unsplash

#FutureSkillsGNFI

Goodmates, kamu pernah mendengar istilah prokrastinasi? Menurut Burka dan Yuen (dalam Haryanti dan Santoso, 2020: 43) prokrastinasi berasal dari kata “procrastinate” yang memiliki arti menunda untuk melakukan pekerjaan sampai waktu atau hari lainnya.

Maka, prokrastinasi akademik dapat diartikan sebagai tingkah laku menunda-nunda tugas akademik yang mahasiswa lakukan dan menggantinya dengan aktivitas lain secara sadar. Padahal, kondisi tersebut dapat berakibat buruk bagi dirinya di kemudian hari.

Kamu harus tahu bahwa keaktifan di sebuah organisasi dapat berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik, lo! Menurut penelitian yang Haryanti dan Santoso lakukan pada 2020 dengan judul “Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Yang Aktif Berorganisasi”.

Sebanyak 74 persen mahasiswa berada pada kategori sedang sehingga mereka memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melakukan prokrastinasi akademik.

Tenang saja, bukan berarti kamu tidak boleh aktif di organisasi kampus. Akan tetapi, ada baiknya kamu mengetahui pengaruh kegiatan tersebut terhadap penyebab prokrastinasi akademik.

Hal ini agar Goodmates dapat menimbang-nimbang dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang ada serta menentukan skala prioritas. Lalu, apa saja penyebab prokrastinasi akademik? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

1. Konflik Peran

Ilustrasi Konflik Peran | Foto: Unsplash

Jika mengikuti organisasi, tentunya kamu akan mendapatkan peran ganda sebagai peran di organisasi yang kamu ikuti dan peran sebagai mahasiswa. Biasanya, mahasiswa yang tidak mampu mengatasi konflik peran akan berpengaruh terhadap nilai akademiknya.

Kondisi itu sejalan dengan penelitian yang telah Basuki lakukan (dalam Haryanti dan Santoso, 2020: 45). Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki kecenderungan mengalami konflik antar peran.

Baca juga: Menjalani Hari Anti Cemas dengan Terapkan Stoisisme

2. Faktor Eksternal

Ilustrasi Rapat Organisasi | Foto: Unsplash

Faktor eksternal merupakan penyebab prokrastinasi akademik yang berasal dari luar mahasiswa. Misalnya, rapat organisasi yang memakan banyak waktu.

Penelitian yang Fauziah lakukan (dalam Haryanti dan Santoso, 2020: 45) menunjukkan organisasi dapat mempengaruhi mahasiswa untuk melakukan prokrastinasi akademik.

Baca juga: Menjelajahi Ibu Kota Islandia Saat Bulan Ramadan 

3. Kelelahan yang Berlebih

Ilustrasi Kelelahan yang Berlebih | Foto: Unsplash

Akibat menjalankan peran ganda dan adanya beberapa faktor eksternal yang sudah jelas di atas, mahasiswa yang mengikuti organisasi lebih rentan mengalami kelelahan yang berlebih.

Iswahyudi dan Mahmudi (dalam Haryanti dan Santoso, 2020: 45) melakukan penelitian yang menghasilkan temuan adanya pengaruh antara keaktifan di organisasi, terhadap prokrastinasi mahasiswa di Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun tahun 2015/2016 dalam menyelesaikan skripsi.

Hal ini terjadi karena mahasiswa yang memiliki kesibukan di organisasi mengalami kelelahan sehingga kurang memahami materi perkuliahan.

Baca juga: Kebiasaan Positif Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19

4. Manajemen yang Buruk

Ilustrasi Time Management | Foto: Unsplash

Dari ketiga penyebab yang ada, keempat merupakan penyebab paling serius. Konflik peran, faktor eksternal dan kelelahan yang berlebih tidak akan terjadi jika Goodmates dapat membagi waktu dengan baik.

Manajemen waktu yang buruk harus segera hilang sedini mungkin. Hal ini agar kamu dapat memberikan hasil terbaik dalam situasi apapun.

Jika Goodmates adalah mahasiswa baru yang memiliki semangat membara dalam menyambut dunia kampus, jangan sampai tanpa berpikir panjang langsung mendaftarkan diri di semua organisasi kampus yang ada. Bisa-bisa kamu “tersandung” di tengah jalan.

Entah mengalami prokrastinasi akademik atau bertransformasi menjadi mas dan mbak yang gemar nge-ghosting di organisasi. Jangan sampai, ya!

Mengikuti organisasi kampus memang sangat bagus. Namun, akan lebih baik jika kamu mempertimbangkan pengaruhnya terhadap prokrastinasi akademik agar tidak mengecewakan banyak pihak.

Referensi: Jurnal Sukma | Psychologymania.com