Jadi Polemik di Afghanistan, Ini Pentingnya Kesetaraan Pendidikan bagi Perempuan
Protes masyarakat terkait pembatasan pendidikan bagi perempuan Afghanistan | Foto: South China Morning Post

Taliban kembali mengambil alih kuasa pemerintahan di Afghanistan pada Agustus 2021. Kelompok agamis yang terkenal konservatif ini memiliki banyak peraturan yang membatasi ruang gerak perempuan, khususnya di bidang pendidikan. 

Meski berjanji akan kembali mengizinkan para anak perempuan untuk kembali belajar di sekolah pada 23 Maret lalu, kenyataannya banyak murid perempuan harus kembali ke rumah. Mereka berdalih dengan berbagai alasan yang membuat publik geram dan menyayangkan tindakan tersebut.

Seperti yang kita tahu, pendidikan adalah hak bagi semua orang terlepas dari gender, suku, maupun ras. Sayangnya, para perempuan di Afghanistan harus mengalami ketertinggalan dari kaum laki-laki dalam hal mengenyam pendidikan.

Sehubungan dengan kondisi itu, GoodSide akan menjelaskan lebih lanjut tentang pentingnya kesetaraan pendidikan bagi kaum perempuan.

1. Mencegah Bahaya Pernikahan Dini

Kesetaraan pendidikan bagi perempuan bisa mencegah terjadinya pernikahan dini | Foto: National Geographic Indonesia

Kesetaraan pendidikan bagi perempuan penting untuk menciptakan kehidupan rumah tangga harmonis, yang nantinya akan menghasilkan generasi penerus yang berkualitas. Selain untuk memahami ilmu tentang rumah tangga dan parenting, kesetaraan pendidikan ini akan meminimalisir terjadinya pernikahan dini di tengah masyarakat.

Baca juga: Serba-Serbi Penetapan Hasil Sidang Isbat, Kapan Hari Pertama Puasa?

Tingginya angka pernikahan dini khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, turut berkontribusi pada angka perceraian setiap tahunnya. Pernikahan dini juga akan memengaruhi kesehatan mental kedua belah pihak.

Mental yang tidak stabil akan memicu kekerasan dalam rumah tangga. Permasalahan akibat rendahnya pemahaman dan informasi juga akan mengikuti. Misalnya kehamilan terus menerus yang mengarah ke overpopulasi hingga stunting pada anak.

2. Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Perempuan dengan akses pendidikan dapat membuka lapangan pekerjaan dan menularkan ilmunya | Foto: Loe Moshkovska/Pexels

Kesempatan yang sama besarnya bagi perempuan untuk mengakses pendidikan tentu akan membuat mereka mampu mengembangkan diri dan kemampuan yang ada. Dengan bekal pendidikan, kaum perempuan mampu berdikari dan mendukung keluarganya secara ekonomi sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di suatu wilayah. 

Perempuan yang sudah mandiri juga mampu mendukung perempuan lain (women empowerment) untuk ikut memiliki daya juang dalam rangka meningkatkan taraf hidup.

Baca juga: Aneka Situs Lembaga Pemeringkatan dan Data Perguruan Tinggi

Misalnya dengan mengadakan latihan keterampilan tertentu atau menciptakan lapangan pekerjan. Maka, kesetaraan pendidikan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan sejahtera.

3. Menekan Angka Korban Kejahatan 

Tingginya angka kekerasan gender di Indonesia bisa turun dengan kesetaraan pendidikan | Foto: Kontan Internasional

Perempuan yang berpendidikan kemungkinan akan lebih mengerti tentang isu-isu kekerasan dan pelecehan. Dengan begitu, mereka dapat melindungi diri agar tidak menjadi korban kejahatan seksual hingga perdagangan manusia.

Berdasarkan laporan World Bank pada 2014, perempuan yang menyelesaikan sekolah menengah memiliki risiko 36 persen lebih rendah pelecehan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Lebih lanjut, pendidikan juga akan meningkatkan kepercayaan diri perempuan sehingga mencegah mereka untuk pasrah pada pasangan. Apalagi bagi pasangan yang senang melakukan kekerasan dan mengisolasi mereka agar tidak keluar dari rumah.

Baca juga: Marak di Kalangan Mahasiswa, Ini Penyebab Fenomena Salah Jurusan

4. Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan

Kesetaraan pendidikan akan meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik | Foto: August de Richelieu/Pexels

Perempuan dengan akses yang leluasa terhadap pendidikan akan lebih sadar tentang isu politik. Mereka juga akan percaya diri dalam mengambil peran-peran penting seperti menjadi pemimpin atau bagian dari parlemen.

Dalam hal ini, studi menunjukkan bahwa perempuan yang menerima pendidikan cenderung tidak mungkin mendukung ekstrimisme daripada kaum pria yang mengenyam pendidikan di level setara. Artinya, peran perempuan dalam politik dapat turut menciptakan lingkungan sosial yang aman dan penuh kasih.

Melansir dari UNICEF, kesetaraan pendidikan bagi perempuan adalah lebih dari sekadar memberi akses untuk belajar di sekolah. Namun, hal itu juga tentang memberikan mereka rasa aman saat belajar dan memberi mereka dukungan pada bidang karier yang ingin mereka lakukan. 

Referensi: Muslim Aid | UNICEF