Pentingnya Tim Virtual untuk Menunjang Kegiatan Daring Saat Ini
Tim dalam Dunia Kerja © Unsplash/Antonio Janeski

Bersosialisasi dengan orang lain tentunya diperlukan oleh satu individu. Begitu juga bekerja sama dalam tim, yang dapat memudahkan pekerjaan seseorang dan menghemat waktu. Untuk itu, tim dalam kegiatan apapun terkhusus dunia kerja sangat diperlukan guna menunjang pekerjaan kita pula.

Pandemi COVID-19 membawa perubahan signifikan terhadap kondisi dunia kerja saat ini. Demi mencegah penularan virus yang dapat menular ketika dua orang bertatap muka dan berbicara, tim-tim yang sudah terbentuk harus beradaptasi untuk menghadapi pekerjaan yang serba digital. Tentunya terdapat perbedaan antar tim yang terbentuk di luar jaringan dengan yang berada di dalam jaringan.

Kondisi ini nyatanya berhasil membuktikan bahwa keberadaan tim berdampak pada kesehatan mental dan produktivitas seseorang. Social distancing yang diciptakan memang berdampak baik untuk kesehatan seseorang secara jasmani, tetapi buruk bagi kesehatan mental.

Menurut penelitian yang dituliskan dalam American Psychological Association (APA), orang-orang yang tergabung dalam tim dapat meminimalisir efek stres dari pandemi. Sama halnya seperti berolahraga sendiri di rumah karena alasan tertentu terasa kurang memotivasi dibandingkan saat dikelilingi orang lain di tempat olahraga umum.

Bagi banyak orang, kegiatan yang menghibur di saat-saat stres adalah berkumpul dengan teman-teman untuk bercanda dan berbincang, yang tentunya tidak dapat dilakukan secara langsung di kala pandemi ini.

Meskipun begitu, dalam menjalin hubungan dengan orang-orang di tim, kita sebagai individu juga harus memiliki kualifikasi atau hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kondisi tim yang tetap harmonis.

Seberapa penting tim virtual saat ini?

Kerja Sama dalam Tim © Unsplash/Windows
Kerja Sama dalam Tim © Unsplash/Windows

Memiliki tim sangatlah penting. Selain bisa menjadi teman berdiskusi, dengan adanya tim juga dapat memperat hubungan kerja. Tak hanya itu, adapula manfaat lainnya. Pertama, mengenai manajemen emosi yang bisa membuat sebuah tim dapat bekerja dengan maksimal.

Ini berhubungan dengan bagaimana seseorang melihat kondisi lingkungan tim virtualnya sendiri, apakah sesuai dengan keinginannya atau tidak. Apakah orang-orang di dalamnya adalah orang-orang yang disukainya? Atau malah sebaliknya? Untuk itu, sangat dibutuhkan manajemen emosi sehingga iklim tim menjadi lebih baik.

Kedua adalah pemahaman anggota grup dalam teknologi yang mereka gunakan. Banyak orang yang sebelumnya tidak terbiasa dengan adanya tim virtual yang menggunakan aplikasi seperti Zoom atau Google Meet. Akan tetapi, pada saat ini mereka telah menemukan cara yang efektif dalam berkomunikasi di aplikasi-aplikasi tersebut dengan beradaptasi untuk memahami teknologi terkini.

Ketiga, apabila kamu merupakan seorang pemimpin di dalam tim, tentunya tantangan terberat ialah menjaga semangat tim agar terus konsisten menghadapi hambatan yang lebih besar di masa depan. Seorang pemimpin harus tetap menjaga kebahagiaan, produktivitas, dan kinerja timnya.

Kita harus menerima berbagai macam situasi yang dialami anggota tim kita, karena kita tidak bisa menduga apa yang ada di balik kamera yang ditutup ketika rapat. Ada yang berada di ruangan yang nyaman, tetapi ada juga yang fokusnya terbagi karena berada di dekat dapur sembari memasak. Hal yang terpenting adalah konseksi satu sama lain dalam tim tetap terjaga.

Terakhir, jangan lupa untuk mendefinisikan kehadiran satu sama lain agar waktu rapat berjalan dengan nyaman. Sepakati kapan anggota harus benar-benar siap untuk rapat atau setidaknya siap dengan gawai mereka untuk menerima arahan setiap harinya.

Menurut Artzt dan Newman (1990: 448), dengan mengedepankan berkembang dalam tim tersebut, sebuah tim dapat meningkatkan cooperative skills yang didapat melalui cooperative learning. Cara mengasahnya adalah menyelesaikan masalah dalam tim, menyelesaikan tugas, atau mencapai sebuah tujuan. Tentunya, semuanya berhubungan dengan bagaimana satu anggota harus berkooperatif dengan yang lain.

Ini berdasarkan hasil bahwa seorang individu akan lebih mudah memahami suatu konsep bila mendiskusikannya dengan orang lain di dalam tim. Terkhusus tim yang melakukan cooperative learning, yang masing-masing anggotanya memiliki latar belakang berbeda.

Jadi, memiliki virtual tim sangat penting sebagaimana yang sudah dijelaskan manfaatnya di atas. Apakah Goodmates sudah memiliki virtual tim?

Referensi: Mathematics Teacher | APA | Kompas | BIRCI-Journal