Intip Keberhasilan Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus
Ilustrasi Anak Tunagrahita | Foto: Unsplash

#FutureSkillsGNFI

Orang tua dalam membina serta membimbing buah hatinya merupakan suatu hal yang sangat utama, karena pendidikan yang diterima oleh anak tentunya memiliki landasan peran orang tuanya.

Pendidikan keluarga yang orang tua tanamkan kepada anak merupakan pondasi dasar pendidikannya di masa yang akan datang. Dengan istliah lain, keberhasilan anak, khususnya dalam bidang pendidikan, sangat bergantung pada pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya dalam lingkungan keluarga.

Ilustrasi Anak Tunagrahita | Foto : Unsplash

Namun, pada kenyataannya masih banyak orang tua yang belum menyadari akan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Terlebih, terhadap anak yang memiliki kebutuhan khusus. Mereka terkadang tidak menganggap penting pendidikan untuk anaknya yang berkebutuhan khusus. Akibatnya, tidak jarang anak ditelantarkan orang tuanya, diasingkan, bahkan hingga dipasung.

Kali ini, kami akan berbincang dengan salah satu orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, yaitu Ibu Yunengsih.

Awal Mula Mengetahui bahwa Anaknya Memiliki Kebutuhan Khusus

Ilustrasi Anak Tunagrahita | Foto : Unsplash

Ibu Yunengsih adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 3 anak, salah satu anaknya memiliki kebutuhan khusus. Beliau berusia 45 tahun dan tinggal di daerah Cipayung, Jakarta Timur.

Setelah diwawancara, ternyata salah satu anak Ibu Yunengsih ini berkebutuhan khusus dengan Intelligence Quotients (IQ) rendah atau yang biasa disebut dengan tunagrahita.

“Iya, kayanya kemungkinan ada keturunan faktor genetik dari jalur keluarga Ayahnya,” ujar Ibu Yunengsih.

Pada perkembangan di masa bayi, pertumbuhan fisik pada sang anak terlihat normal. Namun, dalam hal kemampuan berbicara sedikit mengalami keterlambatan. Sang anak di usia dua tahun hanya dapat menyebut “mama”.

Pada perkembangan di masa balita, sang anak belum mulai disekolahkan hingga pada usia enam tahun baru dimasukkan ke Taman Kanak-kanak (TK). Setelah beberapa pekan, ternyata sang anak tidak dapat mengikuti pembelajaran. Lalu, Ibu Yunengsih menariknya dari TK tersebut dan mengajarinya di rumah seperti baca dan tulis.

Hijrah ke Sekolah Luar Biasa

Ilustrasi Sekolah Luar Biasa | Foto : slbn7jakarta

Di usianya yang ke tujuh tahun, Ibu Yunengsih mendaftarkan kembali sang anak ke Sekolah Dasar (SD) yang umum, tetapi pada kenyatannya sang anak tidak mampu mengikuti kegiatan pembelajaran. Akhirnya, sang ibu memutuskan untuk memindahkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Di sekolah tersebut ternyata sang anak mulai ada perkembangan membaca dan menulis sekata hingga dua kata. Dapat pula menghitung penjumlahan, tetapi untuk menghitung biasanya kembali lupa jika telah sampai di rumah.

Peran dan Jerih Payah Orang Tua

Tantangan terbesar selama di masa pandemi Covid-19 adalah ketika seluruh kegiatan belajar yang tadinya di sekolah, harus berpindah hanya di rumah. Pembelajaran yang hanya melalui zoom meetings membuat sang anak kesulitan kembali dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru sekolahnya. Sehingga, perlu pendampingan Ibu Yunengsih dalam kegiatan belajar di depan muka layar laptop.

Terlebih, sang anak tidak mau berbicara ketika namanya disebut atau sekadar disapa oleh gurunya jika melalui forum zoom meetings. Hal ini membuat Ibu Yunengsih khawatir kemampuan yang dimiliki sang anak akan semakin pudar.

“Akhirnya, mau tidak mau saya perlu mendampingi di sampingnya, supaya kalau anak saya dipanggil guru, tidak diam saja. Saya juga ikut bantu memberikan pemahaman materinya, supaya jadi lebih ingat lagi,” ucap Ibu Yunengsih.

Upaya Penyaluran Bakat

Ibu Yunengsih juga memasukan anaknya ke SOINA (Special Olympics Indonesia) DKI yaitu, Organisasi Penyelenggara Olahraga untuk warga disabilitas intelektual. Di SOINA DKI sang anak mempunyai kelebihan di bidang olahraga, sang anak sangat berkembang di bidang ini sampai sang anak pernah terpilih menjadi atlet ASIAN Para Games di Riau pada saat itu. Ibu Yunengsih mengaku bangga sang anak telah membawa berbagai penghargaan kejuaraan.

 

Referensi: Wawancara