Sering Merasa Cemas? Mulai Perbaiki Regulasi Emosimu!
Ilustrasi Cemas Berlebihan | Foto : Pexels

#FutureSkillsGNFI

Pernahkah GoodMates merasakan cemas saat akan melakukan atau menentukan sesuatu? Cemas akan respon yang akan diberikan orang lain, cemas akan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi di masa yang akan datang. Hal tersebut sangatlah wajar, bahkan semua orang pasti pernah merasakannya.

Umumnya rasa cemas hanya muncul di waktu tertentu saja dan bersifat sementara, sebagai respon terhadap kondisi yang menyebabkan stress. Namun, ketika rasa cemas itu tak kunjung mereda dan malah mengganggu aktivitas coba deh, GoodMates mulai memperbaiki regulasi emosi GoodMates. Tapi sebelumnya, GoodSide akan menjelaskan apa itu regulasi emosi.

Pengertian Regulasi Emosi

GoodMates pasti sering mendengar kata regulasi dan emosi. Regulasi adalah aturan yang dibuat untuk mengontrol cara sesuatu atau cara orang berperilaku. Sedangkan, emosi adalah uatu perasaan atau gejolak jiwa yang muncul di dalam diri seseorang sebagai akibat dari adanya rangsangan, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Pada tahun 1970, seorang psikolog Paul Eckman mengidentifikasi emosi dasar yang dirasakan manusia, yaitu; kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, jijik, marah, dan terkejut.

Menurut Gross, regulasi emosi yaitu strategi yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar untuk mempertahankan,memperkuat, atau mengurangi satu atau lebih aspek dari respon emosi yaitu pengalaman emosi dan perilaku. Seseorang yang memiliki regulasi emosi dapat mempertahankan atau meningkatkan emosi yang dirasakannya baik positif maupun negatif.

Cara Memperbaiki Regulasi Emosi

Bagaimana sih cara yang dapat GoodMates lakukan untuk memperbaiki regulasi emosi? Berikut GoodSide paparkan beberapa cara yang dapat GoodMates coba terapkan :

Ketahui Emosi Apa Saja yang Kamu Rasakan

Cobalah untuk mulai memahami dan mulai mengenali dirimu sendiri. Karena pada dasarnya hanya kamu yang dapat mengidentifikasi apa yang sedang kamu rasakan. Jadi, segala tindakan yang kamu lakukan ketika emosimu muncul adalah tanggung jawabmu.

Tanyakan Pada Dirimu

Ketika kita merasakan berbagai macam emosi, tanyakan pada dirimu. Mengapa kamu bisa merasakan hal tersebut? Apa yang membuat kamu melakukan hal tersebut saat merasakan emosi tertentu? dan pertanyaan lainnya yang dapat membantu kamu mengurai masalah-masalah emosi yang kamu rasakan.

Karena saat kita merasakan sebuah emosi, ada 3 langkah yang dapat kamu ambil salah satunya. Tiga langkah tersebut adalah menahan, mengeluarkan, dan mengontrol emosi yang kamu rasakan. Dari ketiga langkah tersebut, sudah pasti memiliki kekurangan serta kelebihannya masing-masing.

Menenangkan Diri

Saat emosi yang kamu rasakan sudah tidak dapat kamu kontrol, kamu dapat mencoba untuk menenangkan diri dan mengambil waktu sebelum memutuskan sesuatu. Kamu bisa mencoba mengatur nafas, minum air putih, dan pikirkan hal-hal baik yang dapat membantumu keluar dari emosi yang kamu rasakan. Jika kamu memiliki waktu luang, kamu dapat melakukan meditasi diri.

Mengevaluasi Diri dan Mengambil Pelajaran

Setelah tenang, kamu coba pikirkan kembali apa yang sudah kamu lalui sebelumnya. Belajar dari semua kejadian yang kamu rasakan dengan emosimu. Cobalah untuk melihat dari sudut padang yang lain, dan buatlah pertanyaan-pertanyaan serupa untuk mengidentifikasi masalah.

Ada sebuah pepatah yang berbunyi: “Janganlah kamu berjanji ketika sedang senang dan janganlah kamu mengambil sebuah keputusan ketika kamu sedang marah”

Maka dari itu, ayo memulai kebiasaan untuk regulasi emosi yang baik dari sekarang. GoodMates akan merasakan perbedaannya ketika sudah mencoba meregulasikan emosi dengan baik. Aktivitas sehari-hari GoodMates tidak akan terganggu lagi dengan rasa cemas yang mucul secara tiba-tiba karena GoodMates sudah bisa mengendalikan dan meregulasikan emosi dengan baik.

 

Referensi:

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-emosi.html

https://tirto.id/basic-emotions-emosi-emosi-dasar-yang-dimiliki-manusia-ejXf

Gross, J.J. (2002). Emotion Regulation: Affective, Cognitive, and Social consequences.