Awas Salah! Ini Perbedaan Hidup Hemat dengan Hidup Minimalis
Ilustrasi gaya hidup | Foto: Jacek Dylac/Unsplash

Gaya hidup hemat (frugality) dan minimalis (minimalism) tengah menjadi tren belakangan ini, apalagi di kalangan anak muda. Banyak dari mereka yang telah mulai menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Bak pinang terbelah dua, baik hemat maupun minimalis sama-sama berfokus untuk mencapai hidup berkelanjutan. Mulai dari mengurangi pembelian dan penggunaan barang yang kurang dibutuhkan.

Meskipun begitu, kedua gaya hidup ini tetap mempunyai sejumlah perbedaan, lo. Penasaran? Berikut GoodSide rangkum ulasan lengkapnya.

Gaya Hidup Hemat

Ilustrasi hidup hemat | Foto: Sandy Millar/Unsplash

Berhemat tidak sama dengan pelit. Kata ‘hemat’ sendiri umumnya merujuk terhadap bagaimana cara seseorang memakai uangnya dalam kegiatan konsumsi.

Mereka yang menerapkan gaya hidup hemat merupakan orang yang selalu puas dengan apa yang sudah ia miliki. Selain itu, mereka juga menghindari pengeluaran berlebihan dan merasa tidak masalah apabila ketinggalan sesuatu yang sedang baru atau trending.

Baca juga: Jurusan Sastra Asing yang Tak Banyak Tersedia di Perguruan Tinggi

Walaupun begitu, bukan berarti gaya hidup hemat menjadikan seseorang selalu menyimpan uang dan tidak pernah memanfaatkannya. Justru, berhemat akan membuatmu lebih berhati-hati dan penuh perhitungan ketika membuat keputusan.

Biasanya, orang yang berhemat akan memilih untuk membeli barang berkualitas sekalipun harganya cukup mahal. Baginya, benda dengan kualitas bagus mampu bertahan lebih lama sehingga dapat menjadi investasi untuk jangka panjang.

Gaya hidup hemat mempunyai tiga karakteristik utama. Pertama, merasa nyaman dan tidak mudah terbawa oleh tren yang sedang berkembang. Mereka yang berhemat tidak akan peduli dengan tanggapan orang lain ketika membeli mobil bekas misalnya. 

Selanjutnya, selalu memperhatikan nilai uang setiap kali ingin melakukan pengeluaran. Uang akan semakin bernilai jika seseorang gunakan untuk hal-hal bermanfaat daripada sekadar memenuhi gengsi.

Terakhir yang tidak kalah penting, tetap menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Hidup berhemat akan membantumu dalam mengalokasikan uang demi keperluan mendesak terlebih dahulu.

Baca juga: Panduan Menu Sahur dan Buka Puasa yang Sehat dan Bergizi

Gaya Hidup Minimalis

Ilustrasi hidup minimalis | Foto: The Asian Parent

Setiap orang mungkin memaknai minimalis dengan cara yang berbeda-beda. Menurut seorang Business and Wellness Expert Caleb Backe, konsep hidup minimalis artinya sengaja berfokus terhadap apa yang benar-benar bersifat penting.

Sedikit berbeda dengan kehidupan hemat, gaya hidup minimalis mengarah kepada langkah mengurangi barang demi hidup yang lebih sederhana, fleksibel, serta tidak berantakan. Konsep seperti ini sangatlah cocok buat kamu yang tidak mau sangat terbebani dengan sejumlah masalah yang berkaitan dengan finansial.

Orang bergaya hidup minimalis umumnya senang bepergian dengan mengemas semua yang akan mereka bawa ke dalam satu tas. Di samping itu, mereka juga lebih suka menyewa atau membeli sesuatu hanya sesuai kebutuhan ketimbang menyimpan barang untuk penggunaan satu dua kali saja.

Apabila ingin menjalani kehidupan dengan konsep ini, kamu mesti mempunyai niat sekaligus tujuan yang jelas. Sebab, minimalis membutuhkan kesadaran penuh untuk melakukan perbaikan dalam hampir segala aspek kehidupan.

Kesadaran tersebut mungkin juga berbeda untuk semua orang, tetapi ini mengharuskan kamu untuk berintrospeksi dan menyelam lebih dalam mengenai nilai, gairah, serta hasrat hidupmu.

Baca juga: Sedang Hits, Ini Tips Memilih Kamera Analog Bekas

Konsep minimalis kini menjadi semacam simbol untuk menjelaskan keadaan hidup yang lebih sederhana sekaligus tidak mencolok. Misalnya tanpa dekorasi, perhiasan, ataupun warna berlebihan.

Di sisi lain, untuk mewujudkan tampilan tersebut, tidak jarang seseorang perlu mengeluarkan lebih banyak uang. Itu sebabnya, orang yang minimalis bukan berarti selalu hemat mengingat mereka bersedia mengeluarkan uang untuk menciptakan ruang yang kondusif buat prinsip mereka.

Intinya, penerapan gaya hidup hemat maupun minimalis kembali lagi tergantung kebutuhan hidup masing-masing individu. Bagaimana, sudah tahu perbedaannya? Jangan sampai salah lagi, ya!

Referensi: Merdeka.com | Beautynesia