Mistis atau Ilmiah? Ini Perbedaan Out Of Body Experience dan Lucid Dream
Ilustrasi OOBE | Foto: reddit

#FutureSkillsGNFI

Mungkin kamu pernah melihat adegan film yang dimana tokohnya tidur tetapi rohnya keluar dari tubuhnya untuk belajar di perpustakaan dan berpetualang lalu kembali ke tubuh sekehendaknya sendiri. Ternyata Adegan itu sering kali disebut out of body experience (oobe). Oobe ternyata memiliki beberapa kesamaan sensasi seperti lucid dream yang kedua-duanya sering dianggap mitos dikalangan masyarakat.

Karena adanya persamaan itu, sehingga beberapa orang belum mengetahui perbedaan antara out of body experience (OOBE) dan lucid dream.

1. Out Of Body Experience (OOBE)

Beberapa berpendapat bahwa pengalaman di luar tubuh (OOBE) semacam itu membuktikan bahwa jiwa atau roh dapat meninggalkan tubuhnya, yang mana umumnya orang yang mengalami akan berada disuatu tempat tanpa terikat dengan tubuhnya. Mendukung interpretasi ini, orang-orang yang selamat dari pengalaman mendekati kematian sering mengingat mengalami sensasi keluar dari tubuh ini, seolah-olah esensi spiritual mereka telah terpisah dari keberadaan tubuh mereka.

Namun, penjelasan ilmiah untuk OOBE lebih bersifat terestrial.Ahli saraf dan psikolog percaya itu ada hubungannya dengan proses saraf yang kurang berfungsi.Pada mereka yang mendekati kematian, seperti penderita serangan jantung, kekurangan oksigen ke otak, dan pelepasan zat kimia saraf tertentu yang dipicu oleh trauma atau keceakaan, yang mengganggu fungsi sensorik sehingga mendukung perasaan perwujudan kita yang biasa. Biasnaya orang-orang mengingat melihat diri mereka sendiri dari atas, seperti mengamati ahli bedah yang mengoperasi tubuh mereka, itu bisa menjadi bentuk halusinasi atau ingatan palsu, ketika mereka mencoba memahami pengalaman mereka.

Faktanya bahwa OOBE dalam penjelasan ilmiah biasanya terjadi di antara orang-orang dengan masalah vestibular (sistem vestibular terletak di telinga bagian dalam dan sangat penting untuk rasa keseimbangan dan orientasi spasial kita).Juga psikedelik, terutama yang terkait dengan ketamin dan DMT, dapat memicu OOBE, mungkin karena efeknya pada pemrosesan sensorik di otak.

Terlebih lagi, para peneliti telah meneliti keadaan out-of-body pada sukarelawan sehat hanya dengan mengacaukan sistem sensorik mereka.Misalnya, para ilmuwan di Institut Karolinska di Stockholm meminta sukarelawan untuk memakai kacamata yang menunjukkan perspektif kamera yang ditempatkan di belakang mereka (sehingga mereka dapat melihat diri mereka sendiri dari belakang).Ketika seorang peneliti menusuk kamera dengan tongkat yang efeknya sama seperti dengan menusuk dada orang tersebut, relawan merasakan sensasi bahwa mereka mengambang di belakang tubuh fisik mereka.Fakta dari penelitian tersebut, akan membantah penjelasan  bahwa OOBE itu mistis.

Beberapa orang menyebut OOBE sebagai proyeksi astral.Tetapi ada beberapa perbedaan utama di antara keduanya. Proyeksi astral biasanya melibatkan upaya yang disengaja untuk mengirim kesadaran Anda dari tubuh Anda. Biasanya mengacu pada kesadaran kita yang bepergian keluar dari tubuh Anda menuju bidang atau dimensi spiritual.

OOBE, di sisi lain, biasanya tidak direncanakan.Alih-alih membaca buku dan berpetualang di suatu tempat, kesadaran kita hanya melayang di atas tubuh fisik. Sensasi OOBE, sebagian besar diakui dalam komunitas medis dan telah menjadi subjek banyak penelitian.

2. Lucid Dream

Ketika kita bermimpi, umumnya kita tidak sadar bahwa kita sedang bermimpi sekalipun mimpi tersebut tampak nyata bagi kita, akan tetapi ada beberapa orang yang terkadang menyadari bahwa mereka sedang berada dalam mimpi dan biasanya kita mungkin bisa bebas mengendalikan mimpi tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai “lucid dream” yang sudah banyak dibahas oleh peneliti dan publik. Karena bisa dikendalkan, lucid dream sangat efektif jika digunakan pada hal-hal yang bermanfaat, seperti berpetualang pada hal-hal yang ingin kita rasakan, mengatasi phobia, mempelajari alam bawah sadar yang semua aktivitas itu akan sangat bagus untuk mengahadapi tantangan di dunia nyata.

Sebuah Studi tahun 2017 yag diterbitkan dalam jurnal Imagination, Cognition and Personality: Consciounsness in Theory, Research, and Clinical Practice menunjukkan bahwa sekitar 51% orang yang mengalami dream setidaknya sekali dalam hidup mereka. Dan sekitar 20% mengalami lucid dream setidaknya setiap bulan. Studi ini juga mencatat bahwa orang-orang lebih cenderung mengalami lucid dream ketika masih anak-anak, dengan kemungkunan mulai menurun pada awal masa remaja.

Lucid dream cenderung terjadi pada fase rapit eye movement (REM), fase ini terjadi ketika tidur dan otak masih aktif, gelombang otak yang masih aktif ini menimbulkan seorang merasa diantara tidur dan terjaga, dengan kata lain, tubuh kita sudah tidur tapi tidak dengan otak kita.

Referensi:the-cma.org halodoc healthline