Mengenal Apa Itu Perencanaan Keuangan Jangka Panjang? Ini Faktanya!
Ilustrasi

Apa yang terlintas di pikiran Sobat Finansialku saat membaca atau mendengar kata Perencanaan Keuangan? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar, yuk!

Menurut FPSB (Financial Planning Standard Board Indonesia), perencanaan keuangan adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara terintegrasi dan terencana.

Adapun, FPSB juga memberikan daftar tentang yang termasuk ke dalam tujuan hidup seseorang, di antaranya adalah:

  • Menyiapkan dana pendidikan,
  • Menyiapkan dana hari tua,
  • Menyiapkan dana untuk memiliki rumah,
  • Menyiapkan warisan bagi keluarga,
  • Menyiapkan dana untuk ibadah haji dan lain-lain.

Ini tentu tidak hanya terbatas pada kelima poin di atas saja! Tujuan keuangan juga merujuk pada segala hal yang menjadi impian kamu di masa depan, yang membutuhkan sejumlah uang untuk bisa mencapainya.

Berdasarkan tenggat waktunya, perencanaan keuangan terbagi atas dua jenis, yaitu perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang.

Sebagaimana namanya, perencanaan keuangan jangka pendek adalah perencanaan keuangan untuk tujuan yang akan kamu capai dalam kurun waktu di bawah 1 tahun, hingga 4/5 tahun. 

Sementara perencanaan keuangan jangka pendek, adalah perencanaan keuangan untuk tujuan yang akan kamu capai dalam kurun waktu di atas 5 tahun.

Adapun, manfaat perencanaan keuangan secara umum adalah membantu kita untuk menyusun rencana yang akurat untuk mencapai tujuan. Hal ini termasuk mempersiapkan risiko-risiko yang mungkin saja terjadi dalam prosesnya.

Tujuan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

Setelah membaca definisi dan manfaat dari perencanaan keuangan di atas, Finansialku yakin, kita sudah bisa menyimpulkan secara garis besar apa itu tujuan perencanaan keuangan jangka panjang.

Selain agar mampu untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita, tapi juga mampu memberikan kita arahan tentang apa yang harus kita lakukan agar mimpi dapat terwujud. Termasuk tentang berapa dana yang harus kita investasikan agar bisa mencapai tujuan tepat waktu, dan tidak membutuhkan waktu yang lebih lama.

Pasalnya, kita kadang lupa untuk memperhitungkan pergerakan inflasi yang bikin harga-harga barang dan jasa mengalami perubahan. Akhirnya, banyak pula di antara kita yang gagal mencapai tujuan tepat waktu, karena dana yang diinvestasikan dengan harga barang atau jasa yang tidak sama.

Ini adalah salah satu aspek paling penting dalam perencanaan keuangan, menghindarkan kita dari kekurangan dana saat waktunya mewujudkan tujuan nanti tiba.

Cara Melakukan Perencanaan Jangka Panjang

Tidak ada perbedaan antara cara melakukan perencanaan keuangan jangka panjang dengan jangka pendek.

Hal yang membedakan hanya berapa lama kamu harus konsisten investasi, dan berapa dana yang harus kamu investasikan per bulannya.

Selain itu, tidak ada peraturan saklek yang harus kamu ikuti ketika melakukan perencanaan keuangan.

Meski begitu, berikut adalah alur atau cara melakukan perencanaan keuangan jangka panjang yang bisa kamu jadikan acuan:

#1 Melakukan Perhitungan

Cara melakukan perencanaan keuangan yang pertama adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa dana yang harus kamu investasikan per bulannya dengan kondisi keuanganmu saat ini.

#2 Lakukan Strategi

Setelah mengetahui berapa besaran dana yang harus kamu investasikan per bulan, maka kini saatnya kamu melakukan strategi mengatur keuangan yang baru.

Dengan tujuan baru, tentu kita tidak bisa mengatur keuangan dengan cara yang sama saat kita belum punya tujuan apa pun.

Kamu harus memulainya dari awal, mengatur segala pengeluaran dan pemasukan, agar kamu bisa tetap hidup secara wajar, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan memenuhi kebutuhan investasi.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengatur anggaran dan melakukan pencatatan keuangan.

#3 Penuhi Manajemen Risiko

Meski sebagian orang sudah tahu urutan perencanaan keuangan yang merujuk pada piramida keuangan seperti di bawah ini.

Piramida Finansialku. Sumber: Finansialku.com

Tetap saja ada beberapa dari kita yang masih belum mengetahuinya. Tidak masalah, kamu hanya perlu memenuhinya sekarang, sebelum memulai perjalananmu mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Siapkan dana darurat setidaknya 6x pengeluaran bulananmu untuk menghindari risiko kebangkrutan yang parah ketika kamu kehilangan pemasukan.

Setelah itu, siapkan pula asuransi, setidaknya asuransi kesehatan, yang melindungi arus keuanganmu ketika sakit.

Dengan asuransi kesehatan, kamu tidak perlu merasa kesal karena harus mengurangi tabunganmu, karena biaya rumah sakitmu akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Investasi yang Cocok Untuk Keuangan Jangka Panjang

Dari sekian banyak instrumen yang tersedia saat ini, kira-kira instrumen investasi apa yang paling cocok untuk perencanaan keuangan jangka panjang?

Maryadi Santana, CFP, QWP, salah satu perencana keuangan dari Finansialku mengatakan kalau ada dua pilihan instrument yang bisa kita pilih.

Adalah reksa dana saham, dan saham. Meski memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen lainnya, kedua instrumen ini memiliki return yang tinggi per tahunnya.

Untuk meminimalisir risiko kerugian, Maryadi merekomendasikan untuk memilih saham emiten yang punya fundamental yang kuat.

 

Referensi: Finansialku