Antara Desa dan Teknologi, Sejauh Apa Perkembangannya?
Teknologi di desa | Foto: Diskominfo

Dalam 20 tahun silam, mungkin sangatlah sulit bagi kita membayangkan bagaimana desa dapat bertahan dan berkembang hingga seperti saat ini. Pada masa itu, daerah pedesaan seperti tergambar semasa kita kecil ialah dengan sawah terhampar luas bersama pemandangan gunung yang menjulang.

Selain melalui keunggulan daya tarik pemandangan yang asri, desa kerap kali sebagai homogen struktur sosial berbasis pertanian dengan akses teknologi yang kurang memadai. Tak lain, desa hanya sebagai sarana sumber daya penyokong industri perkotaan untuk suplai tenaga kerja dan pasokan pangan.

Namun, kini secara evolutif, arus modernisasi dan peningkatan teknologi telah membawa desa kepada berbagai kemungkinan akibat pembangunan di berbagai bidang. Desa yang kita kenal saat ini telah berkembang sedemikian rupa dengan berbagai perangkat kebijakan pemerintah.

Adopsi Smart Village

Desa di Indonesia | Foto: Tom Fisk

Sumber alokasi dana desa misalnya, membawa desa kepada kemungkinan transformasi sosial dengan proses kolaboratifnya. Potensi khas pedesaan seperti daya tarik lingkungan dapat bermanfaat menjadi desa wisata, kekuatan sektor UMKM menjadi BUMDES, dan tata kelola pelayanan pun sekarang mengadopsi smart village.

Istilah smart village atau desa cerdas merupakan salah satu bentuk tranformasi sosial di daerah pedesaan yang kian marak hari ini. Melalui program smart village, beragam potensi desa berkembang sedemikian rupa dengan bantuan teknologi.

Baca juga: Cari Tahu Aktivitas Rumah yang Bisa Tingkatkan Skill

Misalnya teknologi hasil pertanian, teknologi energi terbarukan, pengolahan biogas hingga pemilihan desa berbasis digital. Perkawinan desa dan teknologi ini di satu sisi memang terlihat menggiurkan bagi pemerintah desa untuk program pembangunan desa. Akan tetapi, bukankah setiap perubahan selalu berada bersama dampak yang tak terhindarkan darinya?

Selama ini, salah satu bentuk ciri khas masyarakat desa ialah masih kentalnya sikap gotong-royong dan kebersamaannya. Dari aspek inilah kita dapat mengajukan pertanyaan, apakah teknologi yang masuk dan menggerayangi desa ini, akan memberikan dampak sosial budaya yang signifikan?

Perubahan Teknologi Mendatang di Desa

Desa Indonesia | Foto: Pexels

Sejauh ini, belum ada penelitiaan yang berupaya memberikan dukungan maupun penjelasan korelasional, antara perubahan nilai di desa dengan kemajuan teknologi yang memasukinya. Hal ini tentu berkaitan dengan belum meratanya teknologi yang mampu tersebar di desa secara meluas.

Dalam hal ini, mungkin akan dapat kita lihat dan bandingkan dalam beberapa tahun ke depan. Saat penetrasi teknologi dengan berbagai kecanggihannya telah merasuki seluruh sendi kehidupan bermasyarakat tanpa terkecuali.

Baca juga: Deretan Desa Wisata di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi

Namun, saat seperti itulah kita dapat mengajukan pertanyaan awal kita tadi, akan bergeserkan nilai dan karakteristik masyarakat desa. Jika benar, akan bergeser ke mana kah desa yang kita kenal itu? Menjadi lebih maju seperti kota? Atau malah menjadikan semakin lunturnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang selama ini terjalin?

Hal ini sebetulnya dapat jelas dengan konsep habitus. Ketika perubahan nilai tak bisa terjadi secara mudah. Bagaimanapun, dalam habitus terjadi dialektika antara individu dengan lingkungan sosial dan budaya di mana ia tinggal.

Masyarakat dapat bersikap menerima dan bahkan menolak mentah-mentah hal yang penting dan tak penting yang menginfiltrasi kehidupan mereka. Selain itu, konsep modal sosial dalam masyarakat desa juga perlu menjadi titik perhatian dalam proses perkawinan desa dan teknologi ini.

Baca juga: Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Si Gemar Membaca

Modal sosial dalam masyarakat mencerminkan bagaimana dukungan arah perubahan itu terjadi. Tak hanya itu, sejauh mana pula masyarakat desa dapat beradaptasi oleh teknologi yang perlahan merasuki lini-lini kehidupan mereka.

Sekali lagi, kita akan menjadi saksi sejarah sebentar lagi. Saat terjadi hibriditas dan hal itu akan mengarah menjadi perubahan sosial bagi masyarakat desa kita.

Referensi: Diskominfo | Kominfo | Unpad