Deretan Perpustakaan Umum yang Unik di Pulau Jawa
ilustrasi perpustakaan umum unik di Pulau Jawa | Foto: Sara Kurfeß/Unsplash

Jika mendengar kata perpustakaan, tentu yang terlintas di benak kita adalah kumpulan buku dan kegiatan membaca. Tahukah Goodmates kalau di Pulau Jawa ada banyak perpustakaan umum dengan konsep yang unik?

Seperti yang Goodmates tahu, membaca merupakan salah satu kegiatan umum yang biasa kita lakukan setiap harinya. Mulai dari membaca artikel atau berita, membaca informasi papan petunjuk di area publik, membaca pesan melalui gawai, hingga membaca informasi di media sosial.

Membangun kebiasaan membaca menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang, salah satu cara agar membaca semakin nyaman adalah lingkungan dan suasananya yang mendukung. Yuk, simak deretan perpustakaan umum yang unik, pasti bikin kamu makin betah membaca.

1. Baca Di Tebet, Jakarta Selatan

Baca Di Tebet, salah satu perpustakaan umum unik di Indonesia | Foto: PingPoint
Baca Di Tebet, salah satu perpustakaan umum unik di Indonesia | Foto: PingPoint

Perpustakaan satu ini baru saja buka tahun 2022. Mengusung konsep yang unik, Baca Di Tebet bukan hanya menjadi perpustakaan untuk membaca buku saja, lo. Baca Di Tebet karya dari Kanti W. Janis dan Win Muldian ini memiliki beberapa ruangan yang bisa kamu manfaatkan.

Baca juga: Suka Beli Buku Tanpa Membaca? Bisa jadi Kamu Tsundoku!

Memiliki dua lantai, pada lantai satu, kamu akan bertemu dengan Ruang Temu yang berguna untuk membaca buku, sekaligus memesan makanan. Kemudian, ada Ruang Baca yang lebih tenang untuk membaca buku. Di sini, kamu tidak boleh membawa makanan tapi masih boleh minum. Jangan lupa bawa tumbler sendiri karena ruangan ini memiliki refill air minum gratis.

Selanjutnya terdapat Ruang Karya. Sesuai namanya, tempat ini dapat kamu manfaatkan untuk berkarya, seperti membuat siniar, vlog, dan lainnya. Ruangan ini sengaja terbuat dengan desain kedap suara untuk membuat nyaman pengunjung. Jika kamu ingin menggunakannya, kamu perlu melakukan reservasi terlebih dahulu.

Lalu, terdapat Ruang Pikir. Sama seperti Ruang Karya, pengunjung bisa memesan ruangan ini untuk melakukan pertemuan tertutup. Ribuan ragam koleksi buku dapat kamu nikmati bersamaan dengan suasananya yang begitu homey.

Untuk jadwal dan cara mendaftar menjadi anggota sebelum berkunjung ke sini, informasi lebih lanjut bisa kamu dapatkan melalui Instagram @bacaditebet.

2. Microlibrary Warak Kayu, Semarang

Microlibrary Warak Kayu, salah satu perpustakaan umum unik di Indonesia | Foto: Arch Daily
Microlibrary Warak Kayu, salah satu perpustakaan umum unik di Indonesia | Foto: Arch Daily

Melihat penampakannya dari depan, perpustakaan umum Microlibrary Warak Kayu memang pantas sebagai perpustakaan dengan bangunan yang unik. Bukan tanpa sebab, perpustakaan yang telah berdiri sejak 2020 ini telah mengantongi dua penghargaan.

Baca juga: Melihat Uniknya Perpustakaan Universitas Indonesia

Mengutip dari Revolusi Mental, Microlibrary Warak Kayu meraih penghargaan Architizer Awards pada 2020 lalu dengan kategori bangunan perpustakaan terpopuler. Kemudian pada 2021 lalu, Microlibrary Warak Kayu berhasil menjadi bagian dari 15 karya terbaik Building of The Year 2021 dari ArchDaily pada kategori Public and Landscape Architecture.

Bentuk bangunannya menggabungkan konsep bermain dan belajar. Microlibrary Warak Kayu memiliki bangunan berbentuk rumah panggung tradisional Indonesia, dengan lantai dasar bangunannya mengusung konsep semi outdoor. Area ini bisa kamu manfaatkan untuk kegiatan lokakarya, menonton film, atau area bermain anak-anak.

Menariknya, Microlibrary Warak Kayu juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan olahan limbah pabrik untuk material kayu lapis, ventilasi udara dan pencahayaan bangunan terdesain dengan baik agar pengunjung nyaman.

Melansir dari kompas.com, fasad bangunan juga menggunakan konsep screen layering. Elemen tersebut mampu menyaring langsung cahaya matahari yang mengenai bangunan. Dengan begitu, panas dari matahari tidak langsung masuk ke dalam ruangan, tetapi bisa menerangi bangunan meski tanpa lampu pada siang hari. Ada juga secondary layer yang bisa menghalangi hujan.

Nama Warak Kayu juga memiliki makna tersendiri. Inspirasi nama berasal dari bentuk bangunan yang menyerupai susunan pola wajik dan mirip dengan sisik hewan Warak Ngendog. Hewan tersebut merupakan rekaan dalam kearifan lokal Semarang yang menjadi simbol kerukunan etnis dari Tiongkok, Arab, Jawa, dan lainnya.

Baca juga: Bikin Makin Betah Membaca, 4 Kampus Ini Punya Perpustakaan Unik

3. Kereta Pustaka Indonesia (Rail Library)

Rail Library, perpustakaan kereta pertama di Indonesia | Foto: Flickr/Dzulfiqar Adefa
Rail Library, perpustakaan kereta pertama di Indonesia | Foto: Flickr/Dzulfiqar Adefa

Bagaimana jadinya jika naik kereta sambil membaca banyak buku? Pasti dua kali lebih menyenangkan. Pada 2017 lalu, PT KAI menghadirkan Rail Library, perpustakaan kereta pertama di Indonesia.

PT KAI meluncurkan Rail Library bersamaan dengan Rail Clinic, kereta yang menyuguhkan fasilitas untuk memeriksa mata, gigi, dan kesehatan umum secara gratis. Gerbong Rail Library berada di paling ujung dari rangkaian kereta Rail Clinic.

Mengutip dari mizanstore, Rail Library memiliki koleksi sebanyak 528 buku bacaan yang lengkap dengan digital book e-library dan 6 layar monitor layar sentuh yang terhubung dengan jaringan internet. Untuk menikmati fasilitas Rail Library, kamu tidak perlu membeli tiket kereta apapun. PT KAI menghadirkan fasilitas Rail Library sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

Fakta menariknya, pada tahun 2011, PT KAI juga pernah menghadirkan Kereta Pustaka Indonesia. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa Kereta Pustaka Indonesia telah ada di Museum Kereta Api Ambarawa dan menjadi salah satu koleksinya.

4. Taman Baca Amin Perpustakaan Kontainer, Kota Batu

Taman Baca Amin, perpustakaan unik dari kontainer di Indonesia | Foto: Medium/Jono Swara
Taman Baca Amin, perpustakaan unik dari kontainer di Indonesia | Foto: Medium/Jono Swara

Tidak kalah unik, perpustakaan satu ini menyulap kumpulan kontainer bekas menjadi sebuah bangunan perpustakaan berisi buku-buku dan fasilitas lainnya. Perpustakaan Amin memiliki tujuh kontainer dengan warna dan ukuran berbeda. Uniknya, setiap warna kontainer memiliki koleksi buku yang berbeda.

Misalnya pada kontainer biru terdiri dari kumpulan buku nonfiksi denz kategori pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, manajemen, politik, dan lainnya. Kontainer kuning berisikan kumpulan resep aneka masakan dan minuman hingga buku penunjang gizi balita. Lalu, kontainer merah memiliki koleksi kamus, ensiklopedia, dan sebagainya. Perpustakaan ini telah berdiri sejak tahun 2008 silam dan memiliki kurang lebih 6.000 koleksi buku.

Itu dia beberapa perpustakaan dengan konsep bangunan dan konsep perpustakaan yang unik. Selain di Pulau Jawa, sebenarnya masih banyak lagi perpustakaan unik lainnya. Kamu bisa berkunjung ke sana setiap akhir pekan atau menyesuaikan hari kosongmu.

Referensi: @awaywithbooks | @sintiawithbooks | Instagram @bacaditebet | Kompas.com | VOA Indonesia