Pertalite dan Premium akan Dihapus, Apakah Pertamax Cocok untuk Semua Kendaraan?
Ilustrasi│Juan Fernandez/Unsplash

Baru-baru ini, banyak kabar beredar mengenai wacana pemerintah akan menghapus Pertalite dan Premium. Wacana ini, kabarnya akan segera direalisasikan tahun depan.

Apakah kabar penghapusan Pertalite dan Premium ini benar adanya? Jika memang benar, kenapa Pertalite dan Premium dihapus? Selain itu, apakah Pertamax cocok untuk motor yang selama ini menggunakan bahan bakar tipe Pertalite? Jawaban dari semua pertanyaan itu bisa kamu temukan di bawah ini.

Kabar tentang wacana penghapusan pertalite dan premium memang benar adanya. Kini, pemerintah sedang menyiapkan roadmap peralihan bahan bakar tidak ramah lingkungan. 

Bahan bakar tidak ramah lingkungan yang dimaksud adalah bahan bakar beroktan rendah, yaitu Premium dengan RON 88 dan Pertalite dengan RON 90. Lain halnya dengan Pertamax yang memiliki RON 92 dan Pertamax Turbo dengan RON 90, akan menjadi alternatif bahan bakar pengganti keduanya.

Wacana penghapusan bahan bakar tidak ramah lingkungan ini dikonfirmasi oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif. Ia mengkonfirmasi bahwa bensin Premium mulai dikurangi dan dihapus pelan-pelan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).  Penghapusan dua bahan bakar tidak ramah lingkungan ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dilansir dari Kontan, peralihan dari Premium ke Pertalite akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14 persen. Kemudian, perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27 persen. 

Namun, wacana ini masih menunggu persetujuan Presiden Jokowi. Jika Presiden setuju akan disahkan melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Apakah semua jenis kendaraan cocok menggunakan pertamax?

Ilustrasi│Sophie Jonas/Unsplash

Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan Premium dan Pertalite pasti bertanya-tanya, apakah mesin motor yang terbiasa menggunakan Premium dan Pertalite akan baik-baik saja jika tiba-tiba langsung beralih ke Pertamax?

Dilansir dari Kompas, Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriadi menyebut bahwa mesin mobil lawas berkompresi rendah akan terdampak jika dipaksa menggunakan bensin beroktan tinggi. Dampak ini disebabkan oleh adanya sisa bahan bakar yang tidak terbakar dengan sempurna, yang akan mengendap dan menjadi kerak karbon di ruang pembakaran. 

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa penggunaan bahan bakar yang bagus sesuai dengan rasio kompresinya. Seperti Kendaraan dengan rasio kompresi 1:10 ke atas lebih efektif menggunakan bahan bakar dengan RON di atas 90 seperti Pertamax.

Tidak hanya untuk mobil, hal ini juga berlaku untuk motor. Untuk motor-motor keluaran baru biasanya memiliki rasio kompresi yang cocok dengan Pertamax. Maka, menggunakan BBM jenis Pertamax bukanlah sebuah masalah.

Namun tetap saja, masih ada beberapa motor dan mobil, terutama yang keluaran lama, tidak akan cocok dengan BBM berjenis Pertamax, tergantung dengan spesifikasi dan rasio kompresi kendaraan.

Referensi: CNBC Indonesia│Kompas│Kontan