Hanya Ada Dua di Dunia, Intip Pesona Api Biru Kawah Ijen
Pesona Api Biru Kawah Ijen | Foto: Phinemo

Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Jawa Timur. Lokasinya berada di Gunung Ijen, tepatnya di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Selain mempunyai danau air asam kuat terluas di dunia, Kawah Ijen juga memiliki fenomena blue fire (api biru) yang eksotis.

Uniknya, kobaran api biru di Kawah Ijen adalah fenomena super langka yang hanya ada dua di muka bumi. Tempat lainnya berada di Islandia, negara di kawasan Eropa Utara. Keajaiban yang satu ini terjadi secara natural dan dapat kamu saksikan pada malam hari.

Bahkan, UNESCO sendiri sudah menetapkan Gunung Ijen sebagai cagar biosfer pada Maret 2016 lalu. Hal tersebut pastinya menjadikan nama Kawah Ijen semakin terkenal, baik oleh wisatawan dalam negeri maupun internasional.

Penyebab Timbulnya Api Biru Kawah Ijen

Blue fire Kawah Ijen | Foto: Bromo Travel Indo

Tahukah kamu bagaimana blue fire dapat terbentuk? Warna biru tersebut rupanya berasal dari reaksi pembakaran senyawa kimia yang terjadi Kawah Ijen, lo.

Kawah Ijen sendiri mempunyai kandungan belerang yang sangat tinggi. Sewaktu senyawa seperti belerang bercampur dengan oksigen dalam suhu yang tinggi, reaksi pembakaran akan timbul. Suhu yang tinggi menyebabkan panas terlepas dan membentuk senyawa kimia baru, contohnya sulfur dioksida (SO2).

Baca juga: Mengobati Rindu, Ini Dia 5 Restoran Nusantara di Luar Negeri

Energi yang bersumber dari reaksi pembakaran membuat elektron dalam atom semakin aktif. Saat elektron sudah kembali ke fase semula, mereka akan melepaskan energi tambahan dalam wujud partikel cahaya.

Panjang gelombang dari partikel cahaya akan menentukan warna apa yang tampak dari nyala api pembakaran tersebut. Akibat adanya senyawa belerang, maka biru berkilauan adalah warna yang kita saksikan.

Tidak hanya itu, Kawah Ijen juga mengandung senyawa selain belerang yang memengaruhi warna kawahnya, seperti klorin. Gas sulfur dioksida larut dalam kawah dan membentuk asam belerang, lalu kehadiran klorin menjadikannya senyawa asam hidroklorik.

Proses yang terjadi membuat Kawah Ijen berisikan air asam dengan tingkat keasaman (pH) sebesar 0,5. Derajat keasaman yang terlampau tinggi ini membuatnya dapat melarutkan logam sehingga akan tampak berwarna cerah.

Persiapan Sebelum Melihat Fenomena Blue Fire

Sebelum melihat fenomena ini, pastikan seluruh kebutuhan mendaki sudah lengkap. Stamina juga harus terjaga supaya kamu tidak cepat lelah sewaktu perjalanan.

Baca juga: Icip Aneka Jenis Bubur dari Berbagai Daerah di Nusantara

Salah satu barang yang wajib kamu bawa dan gunakan adalah masker. Fungsinya tentu untuk menyaring dan melindungi hidung beserta mulut dari aroma belerang yang sangat menyengat.

Ketika sampai di pintu masuk Pos Paltuding, periksa kembali apakah segala perlengkapan sudah lengkap, seperti makanan ringan, sarung tangan, dan sebagainya. Kamu tidak perlu khawatir jika ada barang yang tertinggal karena banyak pedagang yang menyediakan kebutuhan mendaki di sana.

Waktu Terbaik Menyaksikan Keajaiban Api Biru

Menyaksikan api biru Kawah Ijen | Foto: Wandernesia

Pijaran api biru yang menawan di Kawah Ijen hanya bisa kamu lihat pada dini hari. Idealnya, pengunjung sudah boleh memulai pendakian sejak pukul 01.00 WIB. Apabila kondisi fisik sedang sehat dan bugar, waktu perjalanan cukup memakan sekitar 2 jam.

Tidak perlu terburu-buru, tetapi alangkah baiknya kamu juga tidak mendaki terlalu lama mengingat kobaran api biru akan semakin mengecil menjelang pukul 5 pagi. Selain menyaksikan keindahan api biru di dekat bibir kawah, kamu juga berkesempatan memandang indahnya panorama Kawah Ijen sewaktu matahari terbit.

Baca juga: Intip 4 Kampus di Indonesia yang Punya Prodi Perkeretaapian 

Fenomena blue fire akan menghasilkan api yang lebih besar pada musim kemarau, apalagi saat Juli-September merupakan waktu terbaiknya. Akses jalur pendakian pun terbilang lebih mudah dan aman selama musim ini.

Demikian informasi mengenai eksotisme api biru di Kawah Ijen yang hanya ada dua di dunia. Walaupun indah, senyawa yang terkandung masih mempunyai potensi bahaya. Maka dari itu, selalu patuhi aturan yang berlaku selama berkunjung ke sana.

Referensi: Explore Ijen | Bobo.id | Kompas.com