Ingin jadi Polyglot? Yuk, Kenali 5 Rumpun Bahasa Terbesar Dunia!
Ilustrasi rumpun bahasa di dunia | Foto: Travod

Menjadi seorang polyglot atau seseorang yang bisa berkomunikasi dengan banyak bahasa adalah keinginan berbagai kalangan. Untuk mencapainya, tentu butuh waktu dan teknik belajar yang konsisten. Salah satu langkah awalnya adalah mengenali rumpun dari bahasa yang ingin Goodmates kuasai.

Dalam bahasa Inggris, sebutan untuk rumpun bahasa adalah language family. Bahasa-bahasa yang jadi satu dalam sebuah rumpun memiliki keterkaitan erat antara satu sama lain, terutama tentang sejarah yang melatarbelakangi munculnya bahasa tersebut.

Seiring berjalannya waktu, sebuah bahasa akan pecah jadi berbagai logat hingga akhirnya membentuk bahasa baru. Itulah mengapa ada beberapa bahasa yang terdengar mirip secara pelafalan, maupun kosakata meskipun penggunaan keduanya ada di negara yang berbeda.

Dalam artikel ini, GoodSide akan membagikan 5 rumpun bahasa terbesar di dunia berdasarkan jumlah penuturnya.

1. Indo-Eropa

Negara-negara Eropa banyak yang menggunakan bahasa dari rumpun Indo-Eropa | Foto: Anton Uniqueton/Pexels

Pertama ada Indo-Eropa adalah rumpun bahasa yang saat ini banyak terlafalkan di benua Amerika, Eropa, dan Asia bagian Barat serta Selatan. Ada sekitar 2,9 miliar orang yang menggunakan bahasa dari rumpun ini.

Baca juga: Cara Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Tanpa Ikut Les

Beberapa bahasa rumpun Indo-Eropa adalah Spanyol, Prancis, Portugis, dan Italia yang merupakan turunan dari bahasa Latin. Besarnya skala dari rumpun Indo-Eropa juga mencakup cabang-cabang kelompok bahasa di bawahnya, seperti kelompok bahasa Anatolia, Yunani, hingga Indo-Irania (termasuk ada bahasa Sanskerta).

2. Sino-Tibet

Sebagian besar penutur Sino-Tibet tinggal di wilayah pegunungan | Foto: Julia Volk/Pexels

Memiliki sebutan Trans-Himalayan, rumpun bahasa ini memiliki sekitar 1,26 miliar penutur di seluruh Asia. Sino-Tibet mencakup lebih dari 300 bahasa dan dialek yang tersebar di Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Jenis bahasa yang paling banyak penuturnya adalah bahasa Mandarin, Tibet, dan Burma.

Sementara itu, banyak bahasa dari rumpun ini yang penuturnya merupakan kelompok msyarakat di pegunungan terpencil sehingga sulit untuk melakukan dokumentasi. Beberapa bahasa juga memiliki sistem fonem dan tata bahasa yang tergolong rumit. 

3. Nigeria-Kongo

Tanzania, salah satu negara berbahasa resmi Swahili | Foto: Blue Ox Studio/Pexels

Selanjutnya ada Nigeria-Kongo selaku rumpun bahasa terbesar di daratan benua Afrika. Jumlah penuturnya mencapai sekitar 437 juta jiwa. Rumpun bahasa ini terbagi menjadi enam kelompok, yaitu Katla, Atlantik-Kongo, Ijo, Dogon, Mande, dan Rashad.

Baca juga: Gabung Komunitas Skateboard di Indonesia, Wadah Bagi Anak Muda

Kemudian bahasa yang memiliki penutur terbanyak adalah bahasa Swahili. Tak hanya itu, bahasa Swahili juga menjadi bahasa resmi di beberapa negara, seperti Kenya dan Republik Demokratik Kongo. Bahasa lain dengan penutur terbanyak adalah bahasa Igbo dan Shona.

4. Austronesia

Selain punya bahasa mirip, negara rumpun Austronesia juga punya kemiripan budaya | Foto: Ihsan Adityawarman/Pexels

Inilah rumpun bahasa yang menaungi bahasa Indonesia hingga bahasa daerah, seperti Melayu dan Jawa. Austronesia memiliki penutur sekitar 386 juta jiwa. Selain bahasa di Indonesia, bahasa negara lain seperti Tagalog (Filipina) juga masuk ke rumpun Austronesia.

Mulanya, rumpun bahasa Austronesia merupakan rumpun terbesar di dunia. Adanya kolonialisasi Eropa membuat jumlah penuturnya berkurang dan Indo-Eropa menjadi yang paling unggul.

Meski begitu, jika kita lihat dari segi jumlah bahasa, Austronesia memiliki jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia dan mewakili 20 persen dari bahasa yang ada di dunia saat ini.

Baca juga: Dua Komunitas Ini kenalkan Gaya Hidup Vegan dan Vegetarian

5. Afro Asia

Bahasa dari rumpun Afro Asia menyebar secara luas di Afrika | Foto: Mostafa El Shershaby/Pexels

Terakhir ada Afro Asia, menaungi 374 bahasa berbeda dengan jumlah penutur sekitar 285 juta jiwa. Penutur bahasa dari rumpun Afro Asia tersebar di kawasan Afrika Timur, Afrika Utara, dan Asia Barat Daya. 

Beberapa bahasa yang tergabung dalam rumpun ini adalah bahasa Chad, Mesir, Semit, dan Khush. Istilah Afro Asia sendiri pertama kali muncul pada tahun 1914 dari seorang etnografer (peneliti budaya) asal Prancis bernama Maurice Delafosse.

Demikian ulasan tentang 5 rumpun bahasa dengan penutur terbesar di dunia. Apakah ada bahasa dari rumpun tersebut yang ingin Goodmates pelajari?

Referensi: World History | World Atlas | Mimir Book