Populer dengan Rekam Medis, Mari Mengenal Jurusan Manajemen Informasi Kesehatan
Ilustrasi rekam medis | Foto: manajemenrumahsakit.net

Rumpun kesehatan merupakan salah satu rumpun dengan cakupan program studi yang luas. Mulai dari kedokteran, farmasi, keperawatan, kebidanan, hingga ahli gizi. Selain itu, ada juga sebuah program studi di rumpun kesehatan yang identik dengan “kode-kodean”.

Nama jurusan tersebut adalah Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) atau lebih akrab dikenal dengan sebutan rekam medis. Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), rekam medis adalah rekaman dalam bentuk tulisan atau gambaran aktivitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis kepada seorang pasien.

Bila ditelusuri dalam sejarah, aktivitas pendokumentasian tindakan kesehatan seperti ini sudah ada sejak tahun 25.000–3000 sebelum masehi di Spanyol. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya lukisan gua batu tentang tindakan amputasi dan trephinasi (operasi otak).

Ilmu pendokumentasian ini terus berkembang sampai sekarang. Fungsinya pun semakin meluas, tidak hanya merekam catatan medis, tetapi juga menyediakan informasi kesehatan. Maka, namanya bergeser dari rekam medis menjadi manajemen informasi kesehatan.

Fokus studi dan fungsi Manajemen Informasi Kesehatan

Mengatur informasi kesehatan | Foto: halimun-medical.com

Fokus studi dari jurusan ini adalah untuk melakukan pengelolaan hingga penataan berkas rekam medis, hingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk penyedia layanan kesehatan, tenaga medis, maupun pasien.

Salah satu bentuk informasinya adalah pengkodean nama penyakit dan nama tindakan medis, yang memudahkan dokter untuk mempelajari kondisi pasien. Misalnya kode G00–G99 untuk penyakit saraf dan K00–K93 untuk penyakit saluran cerna.

Rekam medis juga dapat membantu dalam bidang perlindungan hukum bagi pasien, maupun tenaga yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Misalnya bila terjadi malpraktik, pasien bisa menggunakan data dari rekam medis sebagai bukti.

Selain itu, rekam medis juga berguna untuk mengajukan pembayaran layanan kesehatan karena di dalamnya terdapayt bukti-bukti yang berkaitan dengan keuangan.

Prospek karier dari jurusan Manajemen Informasi Kesehatan

Ilustrasi rumah sakit | Foto: Oles kanebckuu/Pexels

Setelah mengetahui manfaat mempelajari MIK, tentu Goodmates penasaran dengan prospek kerja dari jurusan ini, bukan? Terdapat 7 peran penting yang bisa dilakukan lulusan MIK dalam berkarier maupun mengembangkan diri.

Empat di antaranya sebagai manajer informasi kesehatan, spesialis data klinis, koordinator informasi pasien, dan manajer keamanan informasi.

Selain memiliki prospek karir secara praktikal di dunia informasi kesehatan, lulusan MIK juga memiliki peluang yang besar untuk menjadi pengajar (dosen). Saat ini, tenaga pengajar untuk jurusan MIK masih sangat dibutuhkan di Indonesia.

Bagi Goodmates yang berminat untuk belajar di program studi ini, saat ini sudah banyak perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan program studi MIK di tingkat diploma III, diploma IV, sarjana, dan magister.

Program studi ini tersebar baik di perguruan tinggi negeri seperti Universitas Gadjah Mada (Sekolah Vokasi), perguruan tinggi swasta seperti Universitas Esa Unggul, hingga Politeknik Kesehatan Permata Indonesia.

Sebagai tambahan informasi, di Universitas Gadjah Mada sendiri, tahun ini akan ada kenaikan penerimaan mahasiswa baru jurusan Manajer Informasi Kesehatan menjadi 60 orang dari sebelumnya hanya 32 orang. Semoga informasi ini dapat membantu Goodmates, ya!

Referensi: Rekam Medis dan MIK  | Modul Rekam Medis | Wawancara Hanifah Shofiarini