Tingkatkan Produktivitas Kerja dengan Prinsip Pareto
Ilustrasi prinsip Pareto | Foto: Akeyodia

Menggali berbagai cara untuk meningkatkan produktivitas kerja tampaknya tidak pernah habis, terutama bagi mereka yang hari-harinya penuh akan deadline. Kamu mungkin kerap merasa kalau waktu seolah hilang begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang benar-benar berdampak.

Di sisi lain, semua orang tentu ingin waktu yang sudah mereka kerahkan bisa sepadan dengan perolehan hasilnya. Masalahnya, realita di lapangan tidak selalu berjalan demikian. Hal ini sejalan dengan Prinsip Pareto, saat usaha dan hasil memang cenderung tidak setara.

Prinsip Pareto terinspirasi dari penelitian seorang ahli ekonomi asal Italia, Vilfredo Pareto. Menurutnya, berlaku pada hampir di setiap kasus, hanya 20 persen dari seluruh usaha akan menghasilkan 80 persen dari keseluruhan hasil. Oleh sebab itu, prinsip ini pun terkenal juga dengan nama Aturan 80:20.

Lantas, apa kaitannya dengan produktivitas dan bagaimana memanfaatkan aturan tersebut untuk menjadi seseorang yang lebih produktif? Berikut GoodSide rangkum informasi selengkapnya.

Lahirnya Prinsip Pareto

Ilustrasi hasil buah dari kebun | Foto: Brienne Hong/Unsplash

Tahukah kamu bahwa aturan Pareto lahir dari pengamatan terhadap tanaman kacang di sebuah kebun? Jadi, pada tahun 1895, Vilfredo Pareto menemukan kalau 20 persen dari kacang yang kebun hasilkan ternyata menyumbang 80 persen jumlah kacang dengan kondisi sehat.

Baca juga: Stop Copy Paster! Parafrase Penting dalam Menulis Tugas Kuliah

Selanjutnya, Pareto melanjutkan pengamatannya ke dalam skala luas dengan menjalankan riset ekonomi di negara Italia secara keseluruhan. Ia pun kembali memperoleh sederet fakta yang memicu timbulnya prinsip 80:20.

Hasil penelitian tersebut memberikan memberikan gambaran yang sama dengan observasi tanaman kacang sebelumnya. Rupanya, 20 persen dari total populasi Italia mempunyai 80 persen tanah di negara itu.

Kesimpulan-kesimpulan di atas Pareto masukkan sebagai bagian dari riset yang berjudul “Cours d’économie politique”. Uniknya, prinsip ini bisa kamu terapkan untuk semua aspek, lo.

Apabila kamu adalah pekerja freelance, 80 persen pemasukan datang dari 20 persen klienmu atau jika kamu merupakan project manager, 20 persen usaha awalmu akan bertanggung jawab terhadap 80 persen keluarannya.

Tingkatkan Produktivitas Melalui Prinsip Pareto

Aturan Pareto merupakan metode yang ampuh untuk meningkatkan produktivitas bekerja apabila kamu mengeksekusinya dengan benar. Berikut sejumlah cara untuk memanfaatkan prinsip ini dalam melakukan pekerjaan.

1. Memanfaatkan Waktu Sebaik Mungkin

Ilustrasi mengatur waktu | Foto: Luke Chesser/Unsplash

Hal pertama yang harus kamu ketahui sebelum menerapkan Prinsip Pareto adalah mengenali cara kerjamu, termasuk kapan waktu terbaikmu untuk bekerja.

Dalam rangka mengetahuinya, kamu mesti peka dan mengamati diri sendiri sewaktu bekerja maupun ketika bersantai. Catat semuanya dengan detail dalam jangka satu minggu jika perlu.

Kamu pun nantinya dapat tahu ke mana waktumu habis, berapa jam yang terbuang cuma untuk kegiatan tidak penting, serta di jam berapa kamu cenderung bekerja lebih produktif.

Dengan begitu, sudah saatnya untuk bisa memanfaatkan jam produktif tersebut lebih baik ke depannya sekaligus mengurangi waktu untuk hal kurang penting.

Baca juga: Trending di Twitter, Bahasa Indonesia jadi Sorotan Bahasa Kedua ASEAN

2. Jangan Hiraukan Hal Tidak Penting

Ilustrasi to-do-list | Foto: Thomas Bormans/Unsplash

Metode 80:20 mengartikan bahwa kamu cukup mengerahkan usaha sebanyak 20 persen untuk memperoleh hasil 80 persen. Cobalah untuk mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang memberikan dampak terbesar, kemudian buat list dan tempatkan tugas yang paling penting dan ‘berharga’ di urutan teratas.

Jangan tergoda untuk meletakkan tugas kecil, remeh, atau mudah di posisi pertama hanya supaya kamu bisa segera mencoretnya dari to-do-list. Menurut perspektif Pareto, ini justru akan membuang waktu dan energi segarmu secara percuma.

Dengan memahami cara kerja aturan 80:20, kamu akan menjadi lebih ‘sadar’ terkait kegiatan apa yang memberikan hasil sedikit sekalipun sudah banyak waktu yang kamu habiskan untuk menyelesaikannya.

Baca juga: Deretan Games Seru, Bisa Kamu Mainkan Walau Spek PC Kentang

3. Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

Ilustrasi memanfaatkan teknologi | Foto: LinkedIn Sales/Unsplash

Waktu sangat berkaitan dengan produktivitas. Jika berefleksi ke belakang, mungkin kamu akan menemukan bahwa cukup banyak waktu yang terbuang untuk kegiatan kurang penting.

Ambil contoh, waktu yang habis di jalan ketika menghadapi kemacetan menuju tempat rapat. Kamu dapat menggunakan teknologi berupa platform meeting online, seperti Zoom atau Google Meet untuk menyingkat waktu. Alhasil, kamu pun tidak perlu lagi terjebak macet selama berjam-jam lagi.

Referensi: Simulasi Kredit | Memory