Revolusi Industri 4.0, Profesi Akuntan Semakin Tertekan?
Ilustrasi akuntan | Foto: Google22

#FutureSkillsGNFI

Kalian pasti tahu dong Apa itu profesi akuntan? Profesi akuntan adalah sebuah gelar yang diperoleh seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana di fakultas ekonomi dan bisnis pada program studi akuntansi. Tugas seorang akuntan sendiri yaitu menghitung, mendokumentasikan, mengawasi, serta menyiapkan laporan keuangan bagi perusahaan tersebut. Tentu disini peran profesi akuntan sangat penting ya bagi perusahaan tersebut karena akuntan yang akan memantau serta mencatat semua aktivitas transaksi perusahaan.

Kehadiran revolusi industri 4.0 membawa banyak perubahan penyesuaian an pekerjaan pada manusia, mesin teknologi, termasuk profesi akuntan. Revolusi industri menuntut profesi akuntan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan big data menghadapi era industri termutakhir masa kini, perkembangan ekonomi digital membuka berbagai kemungkinan baru sekaligus meningkatkan secara bersamaan. Perubahan tersebut memberikan dampak signifikan dalam perkembangan akuntansi. Ismanto (2010) berpendapat organisasi merupakan suatu keharusan untuk mampu menguasai secara teknis. Di era ini, Perkembangan teknologi dan inovasi seolah-olah berkejaran dengan waktu.

Seiring berjalannya  zaman, yang semakin canggih serta semua semua serba digital, seolah-olah semua pihak digiring untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang berkembang titik serta arus informasi yang berjalan dengan cepat dari teknologi internet telah mengubah pandangan seseorang dalam mendapatkan informasi termasuk dalam dunia akuntansi dan bisnis. Adanya perkembangan teknologi mengubah bisnis menjadi banyak daya manusia yang tidak dibutuhkan dalam bisnis termasuk staf akuntansi. Hal ini mengakibatkan profesi akuntansi tertekan dan harus segera menemukan sebuah inovasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dikutip dari international edition of accounting and business magazine edisi Desember 2016, Roger Leonard Burrit dan Katherine Crisht menyebutkan empat langkah yang harus diambil akuntan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yaitu :

  1. Kesadaran (Awarreness) bahwa dengandengan revolusi industri membuka peluang atau kesempatan baru titik peluang yang muncul dalam menumbuhkan bisnis baru yang belum pernah ada sebelumnya, sebagai contoh Jerman sebagai negara pencetus memiliki 80% perusahaan yang mengimplementasikan revolusi industri 4.0 atau Cina siap menyadari bahwa diperlukan pada aspek pengetahuan dan mendorong 60% investasi pada sektor ini.
  2. Pendidikan (Pendidikan). Regulator atau pemerintah berbeda dalam praktik pendidikan untuk dapat memuat kurikulum yang relevan disesuaikan dengan perkembangan konektivitas digital, Seperti contohnya pelatihan coding, manajemen informasi antar beberapa program dan platform atau implementasi akuntansi secara Real Time yang ditujukan untuk semua departemen dan organisasi perusahaan termasuk pemegang.
  3. Pengembangan profesi atau professional development meningkatkan kinerja profesi akuntan melalui program yang mendukung pengembangannya dengan cara melakukan latihan presentasi online maupun tatap muka secara langsung dan juga terhadap kapabilitas profesi akuntan pada masa depan.
  4. Penerapan standar tinggi atau menjangkau sebagai salah satu hal yang harus memiliki kontrol yang maksimal terhadap data yang dihasilkan, di mana data atau informasi biasanya timbul di bawah tanggung jawab para Insinyur sehingga Hubungan kerja antara akuntan dan Insinyur harus berjalan harmonis agar data dan informasi akuntansi dijaga dengan baik.

Akuntan dalam perspektif revolusi industri sudah bukan lagi sebagai bukti part tetapi meluas menjadi hal yang baru yang bisa jadi tidak menyentuh aspek finansial titik telah antara dunia kerja nyata dan dunia akademis sepatu dijembatani untuk kemudian dilakukan penelitian Penelitian lebih mendalam di mana hasil yang didapatkan dapat digunakan sebagai bahan belajar dalam lingkungan universitas.

Referensi : https://accounting.bonus.ac.id | https://akuntansi.uma.ac.id/2020/10/13/akuntansi-dan-revolusi-4-0-sebuah-tantangan-profesi-akuntan-di-era-digitalisasi/