Menilik Program Kampung Iklim Pemerintah Indonesia
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan penghijauan sebagai salah satu kegiatan dari Program Kampung Iklim | Foto: Jonathan Kemper/Unsplash

Perubahan iklim yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan di muka bumi memang telah lama menjadi masalah bersama. Tanpa kamu sadari, kamu mungkin sudah merasakan dampak dari perubahan iklim saat ini. Misalnya saja curah hujan yang tinggi dan musim kemarau yang berkepanjangan.

Sebagian besar penyebab dari perubahan iklim berasal dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Aktivitas manusia tersebut bisa berupa polusi dari kendaraan, pembuangan sampah yang menumpuk dan mebusuk, penggunaan alat-alat elektronik, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia, pemerintah memiliki berbagai program untuk mengatasinya. Salah satunya mencetuskan Program Kampung Iklim (Proklim) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Serba-Serbi Program Kampung Iklim

ilustrasi seseorang yang sedang melakukan penghijauan sebagai salah satu kegiatan dari Program Kampung Iklim | Foto: Komitmen Iklim
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan penghijauan sebagai salah satu kegiatan dari Program Kampung Iklim | Foto: Komitmen Iklim

Melansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Program Kampung Iklim atau Proklim merupakan program berlingkup nasional oleh KLHK. Program tercetus dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan ketahanan iklim, menurunkan emisi, dan meningkatkan serapan gas rumah kaca.

Selain itu, program ini juga memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Tujuannya tentu agar dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Baca juga: Jangan Lengah, Mari Tingkatkan Semangat Kerja Saat Berpuasa

Lokasi Kampung Iklim sendiri berada di wilayah administratif paling rendah setingkat rukun warga atau dusun, dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa atau wilayah. Pada kampung tersebut, masyarakatnya telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan.

Program Kampung Iklim memiliki manfaat untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Tak hanya itu saja, proklim berguna mengukur potensi dan kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca nasional.

Kemudian, program ini juga memiliki manfaat agar tersedianya data kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Adapula potensi pengembangannya di tingkat lokal agar menjadi bahan rujukan bagi perumusan kebijakan dan strategi program terkait perubahan iklim.

Selain itu, proklim juga akan menjadi sarana mensosialisasikan kesadaran dan gaya hidup rendah karbon pada masyarakat.

Baca juga: Daftar 5 Hotel Indonesia yang Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

Program Kampung Iklim

Contoh proklim | Foto: Riau Online

Mengutip dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, program Kampung Iklim terdiri dari program sinergi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berlingkup nasional.

Program sinergi aksi adaptasi pada Proklim melingkup pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor. Kemudian, programnya juga berguna meningkatkan ketahanan pangan dan pengendalian penyakit terkait iklim.

Lalu, untuk program sinergi aksi mitigasi dalam Proklim melingkupi pengelolaan sampah limbah padat dan cair. Ada juga penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi, melakukan budidaya pertanian rendah emisi gas rumah kaca, meningkatkan dan mempertahankan tutupan vegetasi, serta mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Sistem Irigasi Sawah Tradisional Bali jadi Warisan Budaya UNESCO

Melansir situs Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, KLHK menargetkan terbentuknya Program Kampung Iklim sebanyak 20.000 desa pada 2024 mendatang.

Untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dapat mulai kita lakukan dari kegiatan sederhana sehari-hari. Di antaranya seperti menghemat penggunaan air, menghemat penggunaan listrik, rutin membersihkan lingkungan sekitar, dan turut serta menghijaukan lingkungan sekitar.

Kamu juga bisa membantu Proklim dengan memilah pembuangan sampah sesuai jenisnya, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang yang masih bermanfaat. Dengan adanya program ini, tentu saja kita berharap agar masyarakat menjadi lebih sadar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari kewajiban kita semua. 

Referensi: Merdeka | KLHK | KLHKP3D | Tirto.id