Menjalani Program Pejuang Muda di Samping Kuliah, Apakah Bisa?
Logo Pejuang Muda | Foto: pejuangmuda.kemensos.go.id

#FutureSkillsGNFI

Tidak bisa dipungkiri bahwa peran mahasiswa memang bukan hanya kuliah saja, di luar itu banyak mahasiswa yang menjalani kehidupan berorganisasi atau menjalani program lain, baik di dalam maupun luar perguruan tinggi, untuk mendapatkan pengalaman tambahan dan mengasah softskill.

Hal ini tentunya harus ada pembagian waktu yang baik antara kuliah dan kegiatan lain agar keduanya bisa berjalan beriringan. Mahasiswa yang berkualitas memang harus bisa mengasah kompetensi yang dimiliki dari menimba ilmu yang telah dosen sampaikan di kelas untuk mengimplementasi langsung, salah satunya melalui program magang pemerintah bernama Pejuang Muda.

Pejuang Muda merupakan program sinergi antara Kementerian Sosial RI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, serta Kementerian Agama yang diperuntukkan bagi mahasiswa agar dapat berdedikasi langsung dalam penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial di masyarakat.

Program ini menampung 5.140 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang terjun ke masyarakat untuk mengetahui permasalahan sosial dari dekat. Mereka harus berupaya menyelesaikan masalah kemiskinan di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pejuang Muda memiliki 4 pilihan program, yaitu di pengembangan program bantuan sosial, pemberdayaan fakir miskin dan lansia, pola hidup sehat dan kesehatan lingkungan, serta fasilitas untuk kepentingan umum.

Di lokasi tugasnya, para Pejuang Muda mengerjakan berbagai proyek yang didukung anggaran oleh Kementerian Sosial. Bersama ini, mahasiswa merancang dan mengeksekusi program sosial yang relevan untuk daerah yang bersangkutan.

Selain itu, Pejuang Muda akan mendapatkan benefit program setara dengan 20 SKS, pendampingan langsung dengan Kemensos RI, mentoring ekslusif, serta uang saku perbulan loh Goodmates. Menarik bukan?

Salah satu mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta berkesempatan terlibat dalam kegiatan ini pada akhir 2021 lalu, bernama Liyoni Delly Samboja, dari Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Penempatannya di Kota Malang. Mahasiswa yang kerap disapa Delly ini memutuskan untuk mengikuti program Pejuang Muda di samping sibuknya kehidupan perkuliahan.

“Buat bagi waktu sih nggak terlalu sulit, yang penting punya skala prioritas. Saya mahasiswa, jadi harus utamain kuliah dulu. Saya izin sama ketua kelompok kalau hari Senin dan Selasa pagi buat kuliah terlebih dahulu karena matkulnya wajib oncam. Nah, setelah dzuhur baru deh lanjut Pejuang Mudam,” ungkapnya.

Kegiatan utama pejuang muda ini adalah verifikasi dan validasi data ke masyarakat yang sudah terdaftar di setiap akun Pejuang Muda tersebut. Mereka bertugas membantu percepatan penanganan kemiskinan melalui verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menggunakan aplikasi Social Affair Geographic Information System (SAGIS). Mereka harus mengonfirmasi setiap lokasi dan kondisi rumah dari penerima bantuan sosial serta pemanfaatan bantuan sosial yang telah diterima.

Kegiatan Pejuang Muda | Foto: Dokumentasi Pribadi Delly

Selain itu, para Pejuang Muda memiliki tugas berupaya menyelesaikan permasalahan sosial melalui Team Based Project. Istilah tersebut merupakan proyek sosial melalui pemetaan masalah sosial dan pengidentifikasian solusinya. Kemudian, disusun dalam bentuk proposal. Team Based Project yang dipilih Delly bersama kelompoknya yaitu kegiatan “Sosialisasi Budidaya Ikan Nila” sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Kegiatan Pejuang Muda ini sebenarnya waktunya sangat fleksibel, yaitu diberi kebebasan untuk kerja dari pagi hingga sore dengan target 20 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) per hari. Program ini jadwal kerjanya bisa hari apa saja, yang terpenting bisa menjaga kesehatan dan mengatur waktu ketemuan sama warga. Tetapi, biasanya karena warga banyak yang beraktivitas pagi, jadinya kita datengin warganya kadang siang atau sore,” jelas Delly.

Begitulah salah satu kegiatan yang dilakukan Delly di masa kuliahnya dengan kemampuan membagi waktu antara berkuliah dan mengikuti program Pejuang Muda ini.

Walaupun kuliah memang terasa sibuk, tetapi menurutnya kedua hal ini bisa dijalankan bersamaan loh. Selebihnya, balik lagi ke diri sendiri jika menyanggupi. Goodmates bisa mengunjungi instagram Delly melalui @liyonidelly, semoga dapat menginspirasi para mahasiswa, ya!

 

Referensi: Wawancara Delly | SINDO News | Kementerian Sosial