Punya Barang Elektonik Tidak Terpakai? Simak Cara Membuangnya
Membuang Sampah Elektronik | Unsplash - Tina Rataj

Goodmates punya barang elektronik yang tidak terpakai? Jangan langsung dibuang! Kamu perlu membuang perangkat elektronik yang tak terpakai itu dengan cara yang benar. Bukan tanpa alasan, sampah elektronik atau bahasa lainnya adalah B3 dapat membahayakan lingkungan jika kita membuangnya secara sembarangan.

Dilansir dari jakarta.go.id, sampah elektronik dapat menyebabkan asidifikasi tanah yang artinya tanah tersebut tidak dapat digunakan untuk cocok tanam, pun tak layak untuk dihuni. Tidak hanya pencemaran tanah, sampah elektronik yang dibuang sembarangan dapat mencemari air dan juga udara.

Seperti yang diketahui bahwa alat elektronik dibuat dari komponen kimia yang berbahaya. Jika Goodmates membuangnya sembarangan, komponen yang beberapa terdiri dari bahan cair dapat menyentuh sumber air lain. Hal itu mengakibatkan penyakit berat, seperti kanker, radang paru-paru, gagal jantung, dan lainnya.

Selain itu, hampir seluruh benda elektonik bersifat korosif dan dapat meledak dengan cepat jika terkena percikan api. Tentu saja tidak aman bagi lingkungan sekitar yang menimbun atau dekat dengan pembuangan sampah elektronik.

Cara membuang sampah elektronik

Membuang Sampah Elektronik | Unsplash - Yahya Gopalani
Membuang Sampah Elektronik | Unsplash - Yahya Gopalani

Duh, Goodmates. Seram ya dampak-dampak negatif yang dapat terjadi jika kita membuang sampah elektronik secara sembarangan? Itu tandanya kita perlu waspada dengan lingkungan sekitar, pun perlu menjaganya dengan membuang barang elektronik sesuai dengan kaidah yang ada. Kita simak bersama yuk, informasi mengenai cara membuang sampah elektronik yang benar.

Memisahkan barang elektronik dengan sampah rumah

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan sampah elektronik dengan sampah rumah seperti sampah bekas makanan, pakaian, dan lainnya.

Akan lebih baik jika Goodmates bisa memilah sampah elektronik sesuai dengan ukuran, dan juga kegunaan. Jika kamu menemukan adanya kebocoran dalam bentuk cairan dalam elektronikmu, segera membungkus cairan tersebut agar tidak berserakan ke mana-mana.

Daur ulang sampah elektronik

Opsi pertama setelah kamu memisahkan limbah atau sampah elektronik adalah dengan mendaur ulang sampah elektronik tersebut. Eits, sama seperti plastik, sampah elektronik juga bisa di daur ulang, lho. Namun, Goodmates harus ingat bahwasannya kamu perlu sertifikat khusus untuk bisa mendaur ulang sampah elektronik.

Jangan khawatir, Goodmates! Dilansir dari IDX Channel, sekarang ini sudah ada organisasi yang bertanggung jawab secara resmi untuk mendaur ulang B3 atau sampah elektronikmu. Beberapa diantaranya adalah Donasi Barang, EwastrRJ, dan Waste4Change. Kamu bisa mengunjungi laman diantara ketiga organisasi tersebut untuk informasi lebih lanjut.

Memberikan kepada yang membutuhkan

Nah, untuk yang satu ini Goodmates perlu mencermati apakah sampah elektronik yang kamu miliki ini bisa digunakan atau tidak? Seperti di Jepang, penduduk Negeri Matahari Terbit menggunakan cara untuk menanggulangi sampah elektronik atau barang elektronik yang tidak terpakai dengan menyimpannya di depan rumah untuk diambil orang yang membutuhkan.

Ada beberapa barang elektronik yang bisa digunakan secara gratis, ada juga barang yang perlu di bayar. Tapi tenang, bayarannya lebih murah, kok!

Hal ini dapat Goodmates terapkan dengan memilah barang yang sekiranya masih bagus, dan di berikan atau di donasikan kepada orang yang membutuhkan, bisa juga kamu mendonasikan barang elektronik tersebut untuk yayasan.

Bagaimana Goodmates, tertarik untuk menggunakan dua opsi di atas? Ingat, jangan sesekali membuang sampah elektronik atau B3 secara sembarang lagi, ya!

Referensi: Jakarta.go.id | IDX Channel