Mengatasi Quarter Life Crisis dengan Metode SMART
Ilustrasi quarter life crisis | Foto: Freepik

#FutureSkillsGNFI

Menginjak usia dewasa, sudah selayaknya untuk mempersiapkan segala hal untuk kepentingan dalam jangka waktu panjang ke depannya. Di samping itu, terdapat usaha dan tanggung jawab yang akan usia dewasa dapatkan. Agar tidak mengalami hal yang tidak kita inginkan di masa depan, yuk kenali terlebih dahulu mengenai quarter life crisis.

Quarter life crisis (QLC) adalah krisis seperempat abad, suatu kondisi saat seseorang mengalami masa-masa ketidakpastian dan kebingungan yang seringkali usia 20--30 tahun alami. Pada fase ini, ada tanda dengan hilangnya motivasi untuk menentukan tujuan serta arah hidup.

Orang yang berada pada kondisi tersebut akan mengalami krisis emosional yang melibatkan perasaan, seperti munculnya rasa cemas, frustasi, hingga keadaan yang lebih parah seperti depresi.

Faktor dan Dampak Quarter Life Crisis

Menghadapi QLC | Foto: Andrea Piacquadio

Selain itu, dampak yang ada pada orang yang mengalami quarter life crisis juga berpengaruh pada lemahnya mental. Ialah saat kondisi tersebut akan berdampak pada jati diri seseorang terhadap perilaku dan sosial di masyarakat.

Melalui sebuah penelitian oleh mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, penyebab timbulnya quarter life crisis pada milenial terjadi karena beberapa faktor.

Di antaranya karena pengaruh media sosial, latar belakang pendidikan, pekerjaan saat ini, dukungan keluarga, serta keselarasan antara keinginan pribadi dengan tuntutan lingkungan.

Baca juga: Jaga Pola Makan Supaya Ibadan Ramadan Semakin Lancar

Sering kali kita temui pada asumsi masyarakat bahwa pertumbuhan usia dewasa merupakan masa saat seseorang mencari jati diri dan memikirkan kehidupan yang lebih matang untuk masa depan.

Pada masa tersebut, seseorang akan mulai untuk berpikir kritis dan bertindak logis guna mencapai tujuan yang komprehensif dan memiliki manfaat bagi diri sendiri dan orang sekitar.

Kegamangan yang seringkali ada ini berada pada kondisi quarter life crisis. Biasanya hadir dengan tidak konsistensinya dalam perencanaan diri untuk masa depan. Dalam hal ini, tidak hanya memikirkan rencana jangka pendek, tetapi juga harus memikirkan rencana hidup untuk masa depan.

Hal ini perlu seseorang tekankan yang berada pada rentan usia 20-an hingga 30-an karena pada usia tersebut, mereka mulai memasuki dunia baru serta tantangan yang lebih profesional.

Baca juga: Hindari Kebiasaan Buruk Saat bulan Ramadan

Atas QLC dengan Metode SMART

Metode SMART | Foto: LinovHR

Memulai babak baru dalam kehidupan pada dunia kerja, juga sering terkait dengan timbulnya berbagai efek yang menyerang mental, fisik, dan pikiran. Dengan begitu, hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang mudah merasa lemah dan letih dalam menghadapi kehidupan.

Oleh karena itu, perlu adanya manajemen kehidupan yang lebih baik dari masa sebelumnya. Adanya sebuah perubahan dalam hubungan interpersonal, serta adanya sebuah perubahan dalam berbagai ruang lingkup pekerjaan dan finansial, identitas diri, hingga problematika akademik.

Jika kamu merasa ada dalam kondisi tersebut dan tidak tahu apa yang harus melakukan apa, ada tips yang bisa kamu lakukan dengan menggunakan metode SMART.

Adapun SMART ialah singkatan dari specific, measureable, attainable, relevant, dan time-bound. Buatlah rencana yang specific (spesifik), measureable (terukur), attainable (dapat dicapai), relevant (relevan), dan time-bound (terikat waktu).

1. Specific

Pada usia dewasa, tentu saja kamu sudah mempunyai cukup bekal ilmu dan pengetahuan dalam menghadapi kehidupan. Kamu bisa menentukan tujuan dan mindset hidup untuk menggapai kehidupan yang lebih baik kedepannya.

Maka, perlu adanya kerja yang lebih keras seimbang dengan konsistensi dalam mengerjakan suatu hal guna mencapai tujuan tersebut.

Baca juga: Hikmah Malam Lailatul Qadar, Apa Sajakah Itu?

2. Measureable

Menginjak usia dewasa, memang banyak yang harus kita pikirkan, mulai dari pendidikan, finansial, pekerjaan, pasangan, maupun tempat tinggal. Untuk mencapai semua tujuan tersebut, perlu adanya target waktu yang terukur.

Target tersebut menjadi acuan untuk memantau dan juga melacak setiap kemajuan yang kamu raih. Dalam hal ini, kamu juga harus memperhatikan indikator dan menentukan skala prioritas supaya tujuan kamu bisa terencana dengan baik.

3. Attainable

Dalam menentukan prinsip ini, kamu harus menerapkan pola pikir yang realistis dan dapat mengukur seberapa tinggi target tujuan kamu. Mempunyai cita-cita ataupun tujuan yang tinggi memang tidak salah, kok.

Namun, kamu juga harus memastikan bahwa tujuan yang ingin kamu capai adalah penting dan sudah sesuai dengan nilai rencana jangka panjang kamu. Jangan lupa untuk memberikan self-reward kepada diri sendiri apabila tercapai tujuan tersebut untuk memberikan semangat pada diri sendiri.

4. Relevant 

Guna merealisasikan prinsip ini, kamu harus mengerti perbedaan antara keinginan dan kebutuhan dalam mencapai target tujuan. Kamu dapat membuat future planner dengan mencatat apa saja yang ingin kamu capai.

Tentu saja harus sesuai dengan kapabilitas diri dan korelasi dengan passion yang kamu miliki. Jangan membandingkan keadaan diri dengan orang lain serta secara sosial karena adanya tekanan untuk segera hidup mapan dengan standar orang lain.

5. Time-bound

Saat kamu berada bangku sekolah, guru akan memberikan pekerjaan rumah yang harus kamu selesaikan dalam jangka waktu tertentu. Sama halnya dengan konsep measurable ini.

Kamu perlu memasang target dan mengerti apa yang harus kamu lakukan dalam mengerjakan bidang tertentu. Tak lupa harus memperhatikan jangka waktu yang sudah ada, supaya apa yang kamu kerjakan dapat berjalan secara terstruktur dan memiliki muatan yang relevan.

Selain itu, kamu bisa mengeksplorasi diri dan membangun relasi dengan orang sekitar untuk membentuk jati diri yang konsisten. Pastikan untuk tidak terlarut dengan keadaan quarter life crisis, dan berusahalah untuk tetap semangat menggapai tujuan dan cita-cita.

Referensi: Quarter Life Crisis Pada Kaum Milenial | Alodokter | Katadata