Tips Menghadapi Quarter Life Crisis Saat Menginjak Usia 20-an
Quarter Life Crisis | Foto: Pixabay

#FutureSkillsGNFI

Goodmates, belakangan ini banyak muncul istilah yang berkaitan dengan mental health atau kesehatan mental. Salah satu misalnya adalah istilah Quarter Life Crisis. Apa itu Quarter Life Crisis dan bagaimana tips menghadapinya saat memasuki usia 20 tahun akan diulas berikut ini.

Pengertian Quarter Life Crisis Menurut beberapa ahli

Menurut Fischer (2008), quarter life crisis merupakan perasaan khawatir yang hadir atas ketidakpastian kehidupan mendatang seputar relasi, karier, dan kehidupan sosial yang terjadi sekitar usia 20-an. Menyokong pernyataan tersebut, Chesbrough (2011) mengungkapkan bahwa yang dihadapi ketika mengalami quarter life crisis merupakan masalah terkait mimpi dan harapan, tantangan kepentingan akademis, kepercayaan dan spiritualitasnya, serta kehidupan pekerjaan dan karier.

Jadi, quarter life crisis adalah perasaan yang muncul saat individu mencapai usia pertengahan 20-an tahun, dimana terdapat perasaan takut terhadap kelanjutan hidup di masa depan, termasuk di dalamnya urusan karier, relasi dan kehidupan sosial. Quarter life crisis dapat didefinisikan sebagai suatu respons terhadap ketidakstabilan yang semakin meningkat, perubahan yang terus-menerus, terlalu banyak pilihan, serta perasaan panik dan tidak berdaya yang biasanya muncul pada orang-orang yang berusia antara 18 dan 29 tahun.

Awal mula munculnya quarter life crisis ditandai saat individu tengah menyelesaikan perkuliahan, dengan karakteristik emosi seperti frustasi, panik, khawatir, dan tidak tahu tujuan hidup. Menurut penelitian Black Allison (2010), krisis ini juga dapat mengarah ke depresi dan gangguan psikis lainnya. Quarter life crisis lebih banyak dialami oleh lulusan sarjana atau sarjana yang sedang menyelesaikan pendidikan. Fase ini juga memiliki keterkaitan dengan stress

Ciri-Ciri Mengalami Quarter Life

Quarter Life Crisis : Pixabay

Di rentang usia 20 tahun keatas, Goodmates akan menghadapi fase perubahan signifikan dalam hidup. Selain itu, usia tersebut dianggap telah mencapai tingkat kedewasaan. Maka tidak heran bila banyak keputusan dan tanggung jawab yang lebih besar. Berikut merupakan ciri-ciri seseorang mengalami quarter life crisis :

  1. Sering mempetanyakan hidup
  2. Khawatir dengan keadaan di masa depan
  3. Tidak dapat mengerjakan sesuatu dengan santai
  4. Berbeda pendapat dengan orang tua
  5. Mulai memikirkan siapa jodoh kita kelak
  6. Hobi yang terhalang oleh pekerjaan
  7. Seringkali merasa gagal dan kurang motivasi
  8. Merasa tertinggal dengan teman-teman
  9. Mulai mempertanyakan jati diri

 

Tips Menghadapi Quarter Life Crisis Saat Menginjak Usia 20-an

Setelah mengetahui ciri-ciri seseorang mengalami quarter life crisis, berikut merupakan beberapa cara menghadapi quarter life crisis khususnya saat kita menginjak usia 20-an.

  1. Berpikir positif dan berusaha untuk mengembangkan diri

Ketika kita sedang merasa kebingungan, pikiran negatif terus berputar-putar di kepala. Keluhan, perasaan tidak aman saat melihat perkembangan orang lain membuat diri semakin pesimis. Jadi, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah berpikir positif tentang diri sendiri karena dengan berpikir positif tubuh akan berenergi untuk bertahan hidup dan juga akan tetap berenergi untuk mengejar tujuan hidup.

 

  1. Menggali potensi diri

Setiap manusia memiliki keistimewaan, karakteristik kelebihan dan kekurangan masing-masing. Antara satu individu dengan individu lainnya memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Jadi tidak perlu khawatir jika tertinggal, yang perlu dilakukan Goodmates adalah menggali potensi diri dan terus mengembangkannya di lingkungan.

 

  1. Membuat daftar tujuan hidup yang ingin dicapai

Menentukan impian yang hendak digapai. Kemudian membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang lalu fokus mengejar atau mengerjakan impian tersebut. Sehingga fase quarter life crisis ini tidak mudah menghantui di kehidupan karena sudah memiliki tujuan yang pasti.

 

  1. Mengakui kelemahan dan kelebihan pada diri sendiri

Yang bisa menilai kelebihan dan kekurangan tentunya diri sendiri. Gooodmates pasti tahu kelemahan dan kelebihan sendiri.kelebihan dan kekurangan tersebut dapat dipilih-pilih kemudian pilih yang dapat dikembangkan ataupun dihindarkan. Namun, kelemahan pun bisa jadi suatu kelebihan jika dicoba dan ditekuni secara intens.

 

  1. Mandiri

Mandiri di sini dalam artian tidak bergantung kepada orang lain. Goodmates bisa melakukan semua hal yang dikehendaki secara perorangan. Contohnya secara keuangan, umur 20 tahunan sudah memiliki pikiran untuk menghidupi diri sendiri. Maka dapat berusaha dengan bekerja atau berbisnis secara mandiri, sehingga tidak lagi bergantung kepada orang tua.

 

  1. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Salah satu ciri dari quarter life crisis adalah senang membandingkan diri sendiri dengan orang lain, yang tentunya tidak akan pernah ada habisnya. Dari pada fokus membanding-bandingkan dengan orang lain, fokus pada diri sendiri untuk berkembang adalah langkah yang baik untuk mengurangi kebiasaan ini.

 

Terakhir, quarter life crisis merupakan bagian dari fenomena umum yang dialami kaum milenial. Akar penyebabnya sendiri ternyata berasal dari diri sendiri dan lingkungan di sekitar. Untuk menghadapinya, 6 cara tersebut dapat dicoba untuk diterapkan saat Goodmates merasa berada di tahap ini, tidak perlu khawatir atau terlalu bingung, cukup kendalikan diri dan tetap optimis menghadapi kehidupan dewasa.

 

 

Referensi : Idntimes, Jurnal Kognisia, Orami