Ragam Kolak Khas Nusantara, Mana Favoritmu?
Kolak khas nusantara | Foto: Shutterstock

#FutureskillsGNFI

Dalam bulan Ramadan, momen berbuka puasa menjadi hal yang kita nanti setelah lamanya menahan makan dan minum kurang lebih 12 jam. Kolak menjadi ikon menu saat berbuka puasa.

Mudah kita buat dan mempunyai rasa yang manis serta gurih, membuatnya banyak yang menyukai. Kolak bisa kamu hidangkan dalam keadaan panas atau dingin dengan menambahkan es. Saat bulan Ramadan, tentunya kolak semakin mudah untuk kita temukan.

Dengan berbagai nama dan varian bahan, kolak pun hadir di seluruh penjuru Indonesia. Berikut daftar kolak khas nusantara yang bisa jadi pilihan kamu sebagai menu buka puasa.

1. Bulukat Kuah Tuhe

Bulukat Kuah Tuhe | Foto: Cakapcakap

Pertama ada bulukat kuah tuhe, kolak khas Aceh. Kolak ini masih sama berbahan dasar pisang menggunakan pisang barat (sejenis pisang raja) dan dengan isian potongan nangka.

Cara membuat bulukat kuah tuhe sangat mudah. Bahan yang terdiri dari santan menjadi kuahnya, sementara pisang raja dan daging buah nangka yang telah terpotong menjadi isi kolak.

Tak lupa masukkan daun pandan agar hidangan kolak lebih wangi. Selain itu, tambahkan garam untuk menambah gurih rasa manis dan wangi kuah kolak. Kolak ini dapat kamu sajikan dengan beras ketan. Biasanya, masyarakat Aceh menyebutnya bulukat.

Baca juga: Tetap Bugar Saat Puasa? Ikuti Olahraga yang Tepat

2. Bubur Kampiun

Bubur Kampiun | Foto: ResepKoki

Kolak khas Minang ini banyak kita jumpai saat Ramadan. Bahan utamanya masih sama, yaitu pisang. Hanya saja, pisang yang ada menggunakan pisang tanduk. Dengan memadukan kelezatan bubur sumsum, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, bubur candil, dan kolak pisang menjadikan bubur ini lebih istimewa.

Proses pembuatannya memakan waktu yang lama. Pertama, membuat bubur sumsum dengan mencampurkan tepung beras dan santan ke dalam panci rebusan, yaitu daun pandan dan garam. Kemudian masak hingga bubur mental dan meletup-letup.

Kedua, membuat bubur ketan hitam. Rebus ketan dan air hingga pecah dan lembut. Setelah selesai, masukkan kayu manis, daun pandan, gula, dan garam. Masak terus hingga menjadi bubur.

Ketiga, membuat bubur kacang hijau. Rebus kacang hijau dan air hingga kacang merekah dan matang. Sementara itu, rebus gula merah dan air hingga larut kemudian angkat dan saring. Lalu, campurkan kedua rebusan tersebut. Masukkan jahe, daun pandan, garam, dan santan kental. Masak hingga matang.

Terakhir membuat kolaknya. Awali dengan memasak santan bersama gula merah sampai larut. Setelah mendidih dan bercampur, angkat dan disaring. Santan yang sudah tersaring itu kemudian masuki kolang-kaling, daun pandan, pisang tanduk, santan, dan garam. Setelahnya, masak sampai matang.

Baca juga: Waspada Skoliosis dan Bahayanya Bagi Kesehatan

3. Kolak Biji Salak

Kolak Biji Salak | Foto: era.id

Pembuatannya sangat mudah. Campurkan ubi yang sudah terkukus, tepus beras ketan, garam, dan air. Setelah itu hancurkan dan bentuk seperti bola kecil. Kemudian, pipihkan sedikit dan rebus di air mendidih sampai mengapung tandanya matang.

Selanjutnya, membuat semacam saus gula dengan melarutkan gula merah dengan air. Masukkan juga garam dan daun pandan.

Tahap selanjutnya memasak saun santan, yakni santan kental dan garam aduk hingga mendidih. Penyajiannya biji salak bisa dengan kuah gula merah dan saus santan di atasnya.

Baca juga: Melihat Eksistensi Organisasi Saat Pandemi

4. Kolak Dingin

Es Kolding | Foto: cookpad.com

Es “Kolding” atau kolak dingin merupakan kolak khas kota Medan, Sumatra Utara. Pembeda utama dari kolding adalah adanya ketan hiyam dan roti tawar. Tentu saja dengan bahan utamanya adalah pisang kepok.

Proses pembuatannya sangat mudah. Bahan yang harus ada, yaitu roti tawar potong kecil-kecil, tapai ketan hitam, santan, dan pisang kepok yang sudah kamu masak hingga matang.

Cara membuatnya awali dengan penyusunan tapai ketan hitam serta potongan pisang kapok yang telah kamu kukus. Kemudian, siram dengan santan manis dan taburi potongan roti tawar.

Itu dia ragam kolak dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi Goodmates yang merayakan, selamat menjalankan ibadah puasa, ya. Nikmati takjil kesukaanmu dan rasakan sensasinya.

Referensi: liputan 6 | Kumparan | travel