Atasi Overheat, Simak Rekomendasi Cooling Pad dan Vacuum Cooler Laptop
Pendingin laptop untuk atasi overheat | Foto: Coolest Gadgets

Selama work from home atau belajar jarak jauh, banyak orang yang mengandalkan digital devices untuk mendukung jalannya kegiatan. Tak jarang, barang-barang ini memakan masa penggunaan dengan durasi lebih lama daripada biasanya. Hasilnya, sebagian orang harus menghadapi masalah laptop yang mudah panas (overheat) jika terlalu lama terpakai.

Adapun beberapa tips untuk menghindari laptop overheat, seperti memeriksa mesin kipas laptop berfungsi dengan baik. Jika tidak merasakan udara panas yang keluar, bisa jadi kamu perlu mengganti kipas laptop. Selain itu, kamu juga harus rajin membersihkan debu yang menempel pada laptop.

Selanjutnya, kamu wajib memerhatikan cara meletakkan laptop. Ventilasi yang tidak memadai atau tertutup menjadi salah satu penyebab laptop mengalami overheat.

Agar laptop memiliki ventilasi yang lebih baik, kamu dapat menggunakan penyangga atau pendingin laptop di bagian bawah. Berikut ini terdapat rekomendasi beragam jenis pendingin (cooling pad) agar laptopmu semakin terawat.

Perbedaan Cooling Pad dan Vacuum Cooler

ilustrasi vacuum cooler, salah satu jenis pendingin laptop | Foto: Nerd Techy
Vacuum cooler, salah satu jenis pendingin laptop | Foto: Nerd Techy

Pendingin laptop kini hadir dengan beragam jenis. Di antaranya terdapat jenis cooling pad dan vacuum cooler. Meski sama-sama berguna untuk mendinginkan laptop dan mencegah overheat, keduanya memiliki bentuk dan cara kerja yang berbeda.

Baca juga: Terapkan 5 Cara Ini Agar Baterai Laptop Tetap Awet

Merangkum penjelasan oleh golepi, cooling pad umumnya berbentuk papan atau alas yang memiliki kipas di dalamnya. Perangkat ini mampu mengurangi suhu panas dengan mengalirkan sirkulasi udara. Kipas akan bergerak menghembuskan angin dari bawah laptop sehingga bagian bawah laptop yang panas akan menjadi lebih dingin.

Berbeda dengan cooling pad, vacuum cooler memiliki bentuk persegi panjang dengan dua ventilasi yang menjadi sumber keluar masuknya udara. Perangkat ini mampu menutup seluruh ventilasi laptop dan menyalurkan udara melalui kipas.

Vacuum cooler membantu fan pada laptop untuk mengeluarkan hawa panas. Namun, tidak semua laptop bisa memakai vacuum cooler karena posisi dan ukuran ventilasi yang berbeda.

Kelebihan lain dari cooling pad tidak hanya bantu mendinginkan laptop, bisa juga menjadi alas bagi laptop. Beberapa tips yang perlu kamu perhatikan saat memilih cooling pad adalah dengan memerhatikan posisi kipas.

Cooling pad hadir dengan berbagai jenis, seperti posisi dan jumlah kipasnya yang berbeda. Ada satu kipas besar, dua kipas dengan posisi sejajar, maupun tiga kipas kecil dengan posisi membentuk pola segitiga. Bahkan lima hingga enam kipas juga tersedia. Sesuaikan jenisnya dengan kebutuhan laptop yang kamu miliki.

Baca juga: 5 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Membeli Laptop Second

Kemudian, perhatikan aliran udara kipas pada cooling pad. Terdapat dua jenis cooling pad, yaitu dengan kipas yang meniupkan angin ke arah atas dan aliran angin ke arah bawah.

Namun, alangkah lebih baik memilih cooling pad dengan arah udara ke bawah agar dapat menyedot suhu panas keluar dari perangkat laptop. Cooling pad yang meniupkan angin ke atas atau ke dalam laptop juga berisiko membawa debu dari luar ke dalam laptop. Dengan begitu, bisa memperparah kerusakan ventilasi suhu udara laptop.

Terakhir, cooling pad juga hadir dengan berbagai macam bentuk dan bahan. Misalnya bentuk papan, ada penyangga untuk laptop agar menjadi lebih nyaman hingga bentuk laba-laba yang bisa terlipat dan lebih praktis untuk kamu bawa.

Kamu mungkin ingin mempertimbangkan memilih cooling pad dengan bahan plastik. Meski khawatir akan kekokohannya, cooling pad berbahan logam justru dapat menghantarkan suhu panas lebih cepat kepada laptop.

Rekomendasi Cooling Pad dan Vacuum Cooler

Contoh cooling pad laptop | Foto: Ubuy

Kalau kamu sedang mempertimbangkan cooling pad dengan budget terjangkau, berikut beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu pertimbangkan. Pertama ada Kipas laptop M-Tech 919 dengan desain yang ringkas dan praktis untuk kamu bawa ke mana saja.

Baca juga: Atasi Laptop Cepas Panas dengan Cara Berikut

Desain kipasnya juga berjenis cooling pad kepiting lipat, sebab kaki-kakinya yang berjumlah dua di kanan dan kiri dapat kamu atur kelebarannya. Kipas ini memiliki kecepatan tinggi dan interface USB 2.0. Harganya cukup murah, hanya sekitar Rp20.000-an saja.

Jenis cooling pad bentuk lain yang seperti papan sekaligus bisa menjadi penyangga laptop adalah Coldplayer IS 930. Cooling pad ini memiliki satu kipas besar di tengah, lengkap dengan dua port USB hub dan stand laptop. Berbeda dengan jenis sebelumnya, cooling pad satu ini memiliki harga sekitar Rp120 ribu.

Untuk rekomendasi vacuum cooler kamu bisa mencoba CoolCold Universal Laptop Vacuum Cooler. Pendingin eksternal satu ini menawarkan kecepatan kipas yang dapat kamu atur sendiri sesuai kebutuhan. Kecepatan kipas bisa mencapai hingga 3000 RPM. Di pasaran, jenis ini memiliki harga mulai dari Rp70.000-an.

Nah, itu tadi beberapa rekomendasi beserta tips untuk memilih cooling pad. Kamu dapat memilih dan mempertimbangkan sesuai dengan kebutuhan laptop yang kamu miliki.

Referensi: Kompas | Kolom Satu | Merdeka | Golepi