Rekomendasi Gunung yang Ramah Bagi Pendaki Pemula
Gunung Prau | @prau_mountain/Instagram

#FutureSkillsGNFI

GoodMates salah satu kegiatan favorit bagi sebagian orang adalah mendaki gunung, kegiatan ini banyak di gandrungi dan di gemari bagi kalangan remaja baik itu laki-laki maupun perempuan, meski kegaiatan mendaki gunung ini merupakan kegiatan yang menantang dan memakan banyak waktu dan tenaga tetapi kegiatan ini terasa menyenangkan bagi sebagian orang yang menyukainya. 

Selain karena biaya yang di keluarkan untuk mendaki gunung tidak besar alasan favorit pendaki untuk mendaki adalah melihat secuil keindahan alam semesta yang di hadiahkan tuhan kepada alam dan manusia untuk bisa dilihat, dirasakan, dan dinikmati, pun ingin menetralkan hati dan pikiran dari keriuhan hiruk pikuk kegiatan di perkotaan. Nah bagi GoodMates yang baru ingin melakukan kegiatan mendaki berikut rekomendasi gunung yang ramah untuk para pendaki pemula. 

  1. Gunung Prau
Gunung Prau, Wonosobo Jawa Tengah | Foto: @prau_mountain/Instagram

Gunung Prau merupakan gunung yang terletak di dataran tinggi Dieng Kota Wonosobo, Kabupaten Batang, Kendal, dan Temanggung Provinsi Jawa Tengah dengan memiliki ketinggian 2.590 Mdpl Gunung Prau berada pada titik koordinat 7°11′13″LU 109°55′22″BT gunung ini sangat cocok untuk para pendaki pemula yang baru saja akan melakukan pendakian, mengapa demikian? Karena Gunung Prau ini memiliki medan pendakian yang tidak terlalu sulit dan curam, jalur pendakian Gunung Prau pun terbilang cukup landai dan untuk mencapai puncaknya hanya memerlukan waktu 4-5 jam saja.

Sejak tahun 2015 Gunung Prau menjadi salah satu destinasi wisata bagi para pendaki, juga karena memiliki keindahan Golden Sunrisenya yang sudah di akui se-Asia Tenggara. Di puncak Gunung Prau kita akan di suguhkan oleh pemandangan-pemandangan yang akan memanjakan mata dan lupa akan rasa lelah yang di rasakan setelah melakukan pendakian, dari puncak Gunung Prau kita bisa melihat telaga warna Dieng, hamparan bunga Daisy, dan kita bisa melihat keindahan Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Lawu, dan Gunung Slamet. Gunung Prau memiliki 6 jalur pendakian diantaranya adalah Jalur Pranten berada di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, jalur pendakian via Pathak Banteng berada di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jalur Pendakian via Wates yang berada di desa Wates, Wonosobo, jalur pendakian via Kalilembu, jalur pendakian via Dieng Kulon (Dwarawati), jalur pendakian via Campurejo yang berada di desa campurejo, tretep kabupaten temanggung Jawa Tengah. 

2. Gunung Papandayan 

Gunung Papandaya, Garut Jawa Barat | Foto: @gunungpapandayan/Instagram 

Gunung Papandayan merupakan salah satu Gunung api starto volcano akitf terletak di Kecamatan Cisupan, Garut Jawa Barat ini memeiliki ketinggian 2.665 Mdpl, Gunung Papandayan ini menjadi salah satu pilihan bagi para pendaki pemula baik dari dalam negeri maupun mancanegara karena tracknya yang mudah dan cukup landai.

Gunung Papandayan pun menyuguhkan keindahanannya tersendiri pada hutan mati, wangi belerang yang menjadi ciri khas dan kita bisa melihat keindahan bunga Edelweis. Gunung Papandayan ini memiliki dua jalur pendakian diantaranya jalur Pengalengan dan jalur Cisurupan.

3. Gunung Ijen 

Gunung Ijen, Banyuwangi Jawa Timur | Foto: @gunungijen/Instagram

Gunung Ijen merupakan Gunung api yang masih aktif hingga saat ini dan memiliki kawasan tambang belerang Tradisional, Gunung Ijen yang terletak pada kota Banyuwangi Jawa Timur gunung ini memiliki ketinggain 2.444 Mdpl gunung ini termasuk sangat ramah dan di rekomendasikan bagi para pendaki pemula untuk melakukan pendakian pertamanya karena ketinggian gunung ini tidak terlalu tinggi dan termasuk destinasi favorit di berbagai kalangan masyarakat dalam negeri bahkan mancanegara.

Kawah ijen termasuk kedalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, kawah ijen adalah sebuah danau yang terbentuk akibat adanya letusan Gunung Ijen yang membuat kawah tersebut dipenuhi oleh air sehingga membentuk sebuah kawah yang indah. Para pendaki bisa menikmati keindahan kawah ijen ini dengan melihat berbagai tamanan seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung, dan yang membuat Gunung Ijen menjadi daya tarik tersendiri ini karena memiliki salah satu fenomena langka yaiyu Blue Fire yang hanya ada dua di dunia salah satunya berada di Kawah Ijen yang hanya bisa disaksikan pada dini hari sampai sekitar pukul 05.00 WIB, Blue Fire ini menjadi alasan bagi para wisatawan untuk melakukan pendakian menuju puncaknya yang hanya di tempuh dalam waktu 3-4 jam pendakian saja. Para pendaki dan wisatawan bisa memulai pendakian melalui jalur Paltuding untuk menuju Kawah Ijen.

Nah GoodMates bagi kalian yang akan memulai pendakian pertama, diatas adalah beberapa rekomendasi gunung yang bisa kalian pilih, pastikan kalian mempersiapkan fisik serta mental kalian ya dan membawa peralatan serta logistik yang lengkap agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan.