Rilis First Look Teaser, Satria Dewa: Gatotkaca Siap Ramaikan Dunia Perfilman
Satria Dewa: Gatotkaca | Foto: Satria Dewa Studio/YouTube

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya film "Satria Dewa: Gatotkaca" merilis first look teaser pada Selasa (22/2) lalu. Teaser ini berdurasi 32 detik itu menampilkan Gatotkaca sebagai tokoh utama jatuh dan terbang menuju suatu tempat, hingga melakukan pertarungan.

Hadirnya film "Satria Dewa: Gatotkaca" adalah bentuk pergerakan yang menjanjikan dari industri film superhero di Indonesia. Film yang mengangkat cerita masa lampau yakni Gatotkaca, telah mampu menarik antusiasme masyarakat pasca merilis first look teaser.

Film ini akan menjadi karya perdana dari jagat Satria Dewa. Hadirnya "Satria Dewa: Gatotkaca" juga meramaikan industri film yang mengangkat superhero asli Indonesia. Sebelumnya, Bumi Langit juga sudah lebih dahulu merilis film superhero lokal yakni Gundala.

Proses produksi Satria Dewa: Gatotkaca penuh tantangan

Proses produksi Satria Dewa: Gatotkaca | Foto: @gatotkaca_official/Instagram

Proses produksi film "Satria Dewa: Gatotkaca" bisa dikatakan penuh dengan tantangan. Menurut Celerina Judisiari, produser film "Satria Dewa: Gatotkaca", penggarapan film yang dilakukan pada masa pandemi menjadi permasalahan tersendiri.

Pasalnya, produksi dilakukan dengan segala keterbatasan ruang dan gerak akibat pandemi COVID-19. Selain itu, proses persiapan produksi juga sebagian besar dilakukan secara daring yang membuat tim produksi harus bekerja lebih keras.

Uniknya, film ini diproduksi dalam waktu yang singkat, yakni hanya dalam 35 hari. Selama proses produksi, kru dan tim produksi juga terbebas dari penularan virus COVID-19 karena sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penayangan Satria Dewa: Gatotkaca mundur dan kontroversi

Film "Satria Dewa: Gatotkaca" sudah menjalani pra-produksi pada tahun 2019 dan dijadwalkan tayang pada Februari 2020. Kemunduran rilis film dialami beberapa kali, yakni akhir tahun 2020 dan 2021. Hal ini disebabkan karena pandemi yang memaksa jadwal rilis diatur ulang.

Selain itu, dibalik film "Satria Dewa: Gatotkaca" juga terjadi kontroversi pada aktor yang memerankan peran di film ini. Seperti mundurnya Dwi Sasono karena terjerat kasus obat-obatan. Ujian kembali datang ketika Rizky Nazar terjerat kasus yang sama setelah jajaran pemeran sudah resmi dan proses produksi dikabarkan telah usai.

Meski demikian, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaku apa yang terjadi pada aktor utamanya tidak akan mempengaruhi proses produksi dan perilisan film yang direncanakan akan tayang pada tahun ini.

Biaya produksi Satria Dewa: Gatotkaca yang besar

Kostum Gatotkaca | Foto: @satriadewa.studio/Instagram

Dibalik cerita yang kuat dengan mengangkat kisah pewayangan, produksi film "Satria Dewa: Gatotkaca" dikabarkan menelan biaya yang besar. Kabar yang berhembus menyebutkan film ini menghabiskan anggaran mencapai Rp24 miliar.

Bahkan kostum Gatotkaca dalam film ini saja diklaim menghabiskan dana hingga 1 miliar. Hal ini diungkapkan oleh tokoh pemerannya, yakni Rizky Nazar pada salah satu sesi wawancara.

Tak heran, pembuatan kostum Gatotkaca ternyata melibatkan desainer ternama dari Perancis, dan disebut terlibat dalam penggarapan kostum film superhero dari Hollywood, Daredevil.

Meski demikian, biaya produksi pada film "Satria Dewa: Gatotkaca" masih lebih kecil dari biaya produksi film pesaingnya, yakni Gundala yang diklaim menghabiskan dana hingga Rp30 miliar.

Penggunaan CGI pada Satria Dewa: Gatotkaca

Gatotkaca | Foto: Satria Dewa Studio/YouTube

Hanung Bramantyo selaku sutradara film "Satria Dewa: Gatotkaca" menyebut jika film ini telah memaksimalkan penggunaan teknologi CGI (Computer Generated Imagery) dan visual effect.

Hanung menambahkan penggunaan CGI adalah bentuk dedikasi untuk memberikan tampilan yang maksimal bagi penonton. Ada 500 titik dalam film yang dikerjakan dengan CGI dan memakan waktu yang panjang.

Pertempuran-pertempuran yang memerlukan detail juga harus menggunakan teknologi CGI untuk memberikan efek yang memukau, sehingga penonton bisa menikmati serunya pertarungan dalam film ini.

Permasalahan kostum Satria Dewa: Gatotkaca

Captain Marvel dan Gatotkaca | Foto: @jagatverse/Twitter

Perilisan first look teaser film "Satria Dewa: Gatotkaca" sempat mendapatkan respon yang pro dan kontra. Pasalnya, lambang yang menyerupai bintang di dada Gatotkaca dianggap serupa dengan lambang di film "Captain Marvel".

Hal ini banyak diperbincangkan, khususnya pada aplikasi twitter. Beberapa netizen menyebut lambang tersebut memang meniru Captain Marvel. Disisi lain, beberapa netizen juga mengklaim bahwa lambang bintang sudah ada di dada Gatotkaca sejak lama.

Satria Dewa: Gatotkaca aman ditonton anak-anak

Meskipun termasuk dalam film action, "Satria Dewa: Gatotkaca" aman untuk ditonton oleh anak-anak. Hanung Bramantyo menyebut dalam film ini menghindari ucapan-ucapan kasar dan mengumpat, sehingga bisa ditonton oleh semua kalangan.

Selain itu, meskipun banyak adegan bela diri seperti silat, tidak banyak adegan yang menampilkan scene berdarah-darahan.

Hadir dengan ekosistem yang lengkap

Battel of Satria Dewa } Foto: Grid.id

Film "Satria Dewa: Gatotkaca", menjadi salah satu film yang hadir dengan ekosistem lengkap. Satria Dewa Studio telah merilis dan memperkenalkan produk lainnya selain film. Dimulai dari movie universe, animasi pendek hingga komik.

Satria Dewa Studio juga merilis web resmi dari Satria Dewa, mobile games, merchandise, hingga musik yang diharapkan mampu memberikan pengalaman memukau bagi penonton.

Moch Sarman selaku VPO Satria Dewa menyampaikan mobile games Satria Dewa sudah bisa diunduh dengan nama Battle of Satria Dewa. Bahkan game ini sudah hadir dalam Piala Presiden Esport 2021.

Dengan hadirnya film "Satria Dewa: Gatotkaca" adalah buah penantian panjang sejak tahun 2019. Setelah perilisan first look teaser terbaru, film ini telah mampu menarik perhatian banyak penonton yang sudah menantikan sejak lama dan memiliki ekspektasi tinggi pada penayangan nanti. Goodmates pasti sudah tidak sabar menunggu jadwal penayangannya, bukan?

Referensi: Sindonews | IDN Times | Good News From Indonesia | Kompas