Seberapa Penting Rumus STAR Bagi Pejuang PTN?
Ilustrasi Motivasi | Foto: Unsplash - Fab Lentz

#FutureSkillsGNFI

Selain dibukanya pembelian tiket konser Justin Bieber 2022, pengumuman hasil SNMPTN juga menjadi momen bersejarah pada tanggal 29 Maret 2022. Dikutip dari TEMPO.CO sebanyak 120.643 siswa berhasil diterima dari 612.049 pendaftar.

Bagaimana kabar Goodmates yang kemarin mendaftar SNMPTN? Selamat untuk kalian yang berhasil diterima, semoga istiqomah dalam menjalani kehidupan perkuliahan ke depannya. Teruntuk Goodmates yang belum lolos, jangan berkecil hati karena kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda.

Masih banyak peluang untuk Goodmates meraih PTN idaman, salah satunya jalur UTBK yang ada di depan mata. Selain perjalanan panjang berupa persiapan belajar yang matang, restu orang tua, dan ikhtiar. Goodmates harus tau rumus keren ini sebagai bekal selama perjalanan tersebut.

Sudah sewajarnya bagi Goodmates yang baru saja tertolak di jalur SNMPTN merasakan emosi negatif seperti sedih, marah, kecewa, dan lainnya. Maka dari itu, Henry Manampiring menghadirkan bantuan dalam bentuk buku yang berjudul Filosofi Teras dalam menangani emosi negatif dan bagi Goodmates yang ingin memiliki ketenangan jiwa. Buku ini terbit pada tahun 2019 dengan mengusung konsep filsafat Yunani-Romawi kuno, Stoisisme.

Setelah menjadikan dirinya sebagai kelinci percobaan dengan merasakan langsung hasil perubahan dalam hidupnya yang jauh lebih baik, dalam bukunya, Henry Manampiring membagikan konsep rumus S-T-A-R bagi para pembacanya. Rumus ini dapat membantu Goodmates dalam mengendalikan interpretasi otomatis dalam diri atau secara mudahnya ketika Goodmates mulai merasakan emosi negatif.

  1. STOP (Berhenti)

Dalam bukunya Manampiring menegaskan untuk berteriak dalam diri “TIME OUT!” ketika Goodmates mulai merasakan emosi negatif dalam diri. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan bagi Goodmates untuk overthinking. Tentunya Goodmates tidak punya waktu banyak untuk overthinking dalam keadaan seperti ini.

Jika Goodmates menyerah pada perasaan yang datang, Goodmates akan kehilangan kontrol justru berakibat perasaan tersebut akan singgah dalam jangka waktu yang cukup lama. Saat Goodmates melihat hasil buruk dari pengumuman SNMPTN, cukup bersedih secukupnya atas bentuk menghargai hati. Lalu, berhenti sejenak dan mulai ambil alih kembali atas apa yang Goodmates bisa kendalikan.

  1. THINK & ACCESS (dipikirkan dan dinilai)

Setelah Goodmates berhasil memberhentikan emosi tersebut, Goodmates dianjurkan untuk berpikir rasional. Hal ini jauh lebih baik dilakukan daripada overthinking tidak jelas yang hanya akan memperburuk suasana hati.

Setelah itu, Goodmates bisa menilai (access) apakah perasaan Goodmates adalah hal yang benar? Apakah Goodmates sudah mempertimbangkan antara fakta objektif dan interpretasi yang dibuat dalam diri? Dan yang terpenting apakah penyebab dari emosi yang dirasakan Goodmates berada dalam kendali diri?

Sebagai contoh:

  1. Ditolak melalui jalur SNMPTN. Tentu saja ini di luar kendali Goodmates, penilaian atas layak atau tidaknya sudah menjadi keputusan mutlak panitia. Maka dari itu, bersedih lama-lama tidak akan membuat layar pengumuman atas nama Goodmates akan berubah.
  2. Dimarahi orang tua karena dianggap semua perjuangan sia-sia hanya karena tidak lolos seleksi SNMPTN. Sama halnya dengan poin a, emosi orang tua yang tercurahkan kepada Goodmates merupakan hal di luar kendali. Bersedih terlalu lama hanya akan membuat Goodmates merasa lebih terpuruk.
  3. Merasa gagal sebab sudah banyak yang dikorbankan untuk meraih PTN idaman. Berbeda dengan dua poin di atas, tentu hal ini masih dalam jangkauan kendali kalian. Adanya faktor luar yang menyebabkan beberapa jalur tidak menerima kalian merupakan di luar kendali (fakta objektif) . Namun, untuk menyadari masih banyak jalan lain menuju sukses (interpretasi diri), Goodmates harus merelakan dan mengontrol emosi negatif tersebut.

Pada dasarnya pikirkan fakta objektif bahwa kegagalan pada satu jalur merupakan hal yang mutlak dan tidak bisa diubah. Tetapi interpretasi atas diri yang merasa selalu gagal, menganggap diri sebagai beban keluarga, hingga merasa tidak berguna merupakan pemikiran irasional yang tidak bisa diukur dengan parameter jalur-jalur penerimaan PTN yang sudah Goodmates lalui, salah satunya SNMPTN.

Pada tahap THINK & ACCESS Goodmates diminta untuk tidak bablas dalam interpretasi pribadi yang sifatnya semu. Berusahalah menjadi pihak ketiga dimana melihat situasi dari sisi lain, bukan dari satu sisi saja. Dengan begitu Goodmates akan merasa jauh lebih lapang menerima keadaan.

  1. RESPOND

Tahap terakhir merupakan output setelah menerapkan dua konsep di atas. Setelah memikirkan dengan nalar yang baik, Goodmates harus bisa melatih diri untuk memberikan tanggapan atas keadaan tersebut.

Respons yang diberikan bisa berupa ucapan secara verbal maupun tindakan (action). Ketika Goodmates sudah bisa berpikir dengan kepala dingin dan nalar yang baik, diharapkan respons yang diberikan mengandung prinsip bijak, adil, menahan diri, dan berani.

Lakukan tindakan pantang menyerah dengan menganalisis kekurangan dalam diri serta tetap semangat mempersiapkan diri menghadapi jalur penerimaan PTN lainnya seperti UTBK atau seleksi mandiri. Dengan begitu Goodmates bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan yang masih tersisa sebijak mungkin.

Konsep S-T-A-R mungkin tampak mudah atau sepele akan tetapi penerapannya sering kali terasa sulit. Namun bukan berarti hal tersebut mustahil. Seperti otot, perasaan manusia yang sering dilatih tentu akan mudah dikendalikan atau dibentuk seperti yang Goodmates inginkan.

Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Goodmates masih punya banyak cara dan peluang terbuka lainnya untuk meraih target PTN idaman. Dengan catatan, hanya untuk Goodmates yang masih tetap ingin berjuang dan pantang menyerah!

Referensi: Buku Filosofi Teras | TEMPO.CO