Rusia-Ukraina Potensi Konflik Nuklir, Ini Dampaknya Bagi Lingkungan
Dampak senjata nuklir bagi lingkungan | Foto: Defense News

Senjata nuklir sangat membahayakan bagi kehidupan manusia. Selain menyebabkan kematian, radiasinya mampu merusak kesehatan dan juga lingkungan. Sementara itu, konflik antara Rusia dan Ukraina yang terjadi sejak 24 Februari lalu membuat dunia menjadi siaga akan kemungkinan ledakan nuklir.

Patrick Bury seorang dosen di University of Bath menyatakan bahwa saat ini, dunia lebih dekat dengan konflik nuklir sejak ketegangan perang dingin di tahun 1980-an. Hal ini karena pemimpin Rusia, Vladimir Putin, telah meningkatkan level kesiapan penggunaan senjata nuklir untuk memenangkan perang dengan Ukraina.

Negara-negara dan badan internasional pun mulai memberlakukan berbagai sanksi, serta larangan terhadap Rusia untuk mencegah konflik nuklir terjadi. Dalam artikel ini, GoodSide akan menjelaskan dampak berbahaya nuklir bagi lingkungan sehingga membuat banyak pihak berusaha mencegah agar konflik nuklir tidak terjadi lagi.

1. Ledakan Nuklir Mengubah Ekosistem Bumi

Dampak ledakan nuklir dapat mengubah ekosistem di bumi | Foto: The Daily Beast

Hasil studi para pakar di Amerika Serikat menyatakan bahwa konflik berskala kecil yang melibatkan penggunaan bom nuklir, mampu merusak ekosistem dan iklim secara signifikan. Manusia pun akan merasakan kerusakan tersebut selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: Selamatkan Bumi dari Sampah dengan Prinsip 5R

Efek iklim karena ledakan nuklir lebih buruk dari pemanasan global karena gas rumah kaca. Pemanasan global menaikkan suhu bumi secara bertahap selama bertahun-tahun, sementara ledakan nuklir dapat mengubah iklim bumi secara instan dan mengejutkan.

2. Radiasi Nuklir Mengontaminasi Pemukiman Penduduk

Bekas ruang gym sekolah yang mendapat dampak insiden nuklir Chernobyl | Foto: Reddit

Goodmates mungkin pernah melihat video ledakan bom yang menimbulkan “awan jamur”. Ledakan tersebut menyebarkan radioaktif sehingga membuat area bekas ledakan dan sekitarnya menjadi tidak layak huni selama beberapa tahun. Hal itu karena radiasi radiaoktif dapat menimbulkan kematian.

Kerusakan karena efek radiasi nuklir pernah terjadi di area pembangkit listrik Chernobyl, Ukraina pada April 1986. Penyebabnya adalah kesalahan pada desain reaktor nuklir dan petugas yang kurang terlatih dalam mengoperasikan.

Sejarah mencatat bahwa kejadian ini menyebabkan pelepasan radioaktif tak terkendali yang begitu besar dan mengendap di banyak tempat. Kemudian, pemerintah mengevakuasi penduduk ke tempat lain agar tidak terpapar radiasi.

Baca juga: Eco Enzyme, Cairan Serbaguna Hasil Olahan Sampah Rumah Tangga

Setelah kecelakaan itu, bahan radioaktif mengontaminasi tanaman pertanian, hewan ternak, hingga produksi susu di Belarusia, Rusia, Ukraina, dan bagian Eropa lainnya. Meski kadar radiasi telah menurun, korban jiwa dan kerusakan yang terjadi tetap meninggalkan banyak pembelajaran tentang bahaya radiasi nuklir.

3. Bom Nuklir Mencemari Udara

Ilustrasi ledakan bom nuklir | Foto: BBC

Bom nuklir yang jatuh akan menimbulkan asap tebal menghalangi sinar matahari. Minimnya sinar matahari akan memengaruhi tanaman di pertanian untuk tumbuh dengan baik. Sementara itu, produksi makanan lain juga akan terkontaminasi oleh radiasi nuklir.

Tak hanya makanan, radiasi dari senjata nuklir juga akan mencemari air. Penduduk akan mengalami kesulitan untuk mendapat air bersih dan kebutuhan mendasar lain. Setelah produksi makanan dan air, ledakan nuklir juga mencemari udara.

Baca juga: Zylch, Cangkir Kekinian untuk Menyelamatkan Lingkungan

Melansir dari Azo Cleantech, jumlah bom nuklir yang jatuh akan menghasilkan 5 juta partikel karbon dari asap api yang menyala. Jumlah yang masif ini memiliki potensi membuat lapisan ozon semakin tipis dan memperparah pemanasan global.

Itulah beberapa dampak dari senjata dan ledakan nuklir bagi lingkungan. Tak heran bila masyarakat dan tokoh dunia mengantisipasi potensi penggunaan nuklir dalam konflik yang tengah terjadi antara Rusia dan Ukraina. Apalagi, Rusia adalah negara yang memiliki gudang senjata nuklir terbanyak di dunia.

Referensi: Azo Cleantech | The Guardian | World Nuclear | Green Facts