Sambut Sekolah Tatap Muka, Jangan Lupakan 5 Hal Berikut
Siswa Berangkat Sekolah © Unsplash/Dzulfahmi Fauzan

Siapa yang di sini sudah sekolah tatap muka? Sehubungan dengan jumlah 471 daerah di Indonesia yang berada di wilayah PPKM level 1 sampai 3, 91 persen di antaranya sudah diperbolehkan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Hal ini tentunya mengikuti Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, sebagian siswa menyambut adanya keputusan ini dengan senang hati. Bagaimana tidak, setelah hampir dua tahun menempuh pendidikan hanya sebatas layar, mereka diberikan kesempatan untuk bertemu dengan teman-temannya secara langsung.

Namun, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan para siswa untuk menyambut masa pembelajaran tatap muka di tengah pandemi COVID-19 ini. Beberapa hal di bawah ini harus dilakukan sehubungan dengan protokol kesehatan yang ada, untuk menghindari paparan COVID-19 dengan maksimal, saat keluar rumah, dan bertemu dengan banyak orang.

Cek kesehatan sebelum berangkat sekolah

Apabila sakit, jangan memaksakan diri untuk datang langsung ke sekolah. Selain itu, kita juga bisa mencegah penularan yang dilakukan kepada orang-orang nanti sewaktu di sekolah.

Jadi, cek kesehatan sebelum berangkat ke sekolah untuk kesehatan kita, dan kesehatan orang lain pula. Ketika terdapat gejala seperti bersin atau batuk, ditambah dengan demam berupa badan yang panas, lebih baik untuk segera memeriksakan kondisi ke dokter dan beristirahat.

Gunakan masker dan jaga jarak

Seperti tempat umum yang dikunjungi lainnya, tentu aktivitas di luar rumah tidak boleh dilakukan tanpa masker dan menjaga jarak. Untuk memaksimalkan proteksi, gunakan double layer mask agar diri semakin aman. Masker digunakan untuk melindungi diri sendiri dan diri orang lain.

Selain itu, kita juga harus berjaga jarak. Kini tempat-tempat umum juga selalu memasangkan tanda dilarang berkerumun dan tanda silang di kursi-kursi untuk melarang orang-orang duduk berdekatan.

Sekolah pun demikian, untuk mengurangi penularan yang bisa disebabkan karena droplet ketika dua orang berdekatan. Pastikan kamu berdiri 1,5 meter jauhnya dari temanmu yang lain.

Membawa semua peralatan untuk sendiri

Ketika masa sekolah dahulu sebelum adanya pandemi Covid-19, mungkin banyak siswa yang sering meminjam alat tulis mulai dari pulpen, penghapus, dan masih banyak lagi. Namun, di masa pembelajaran tatap muka pandemi Covid-19 ini, kamu dilarang untuk meminjam dan harus membawa peralatan sendiri. Mengapa demikian? Meminjamkan barang sama saja seperti kontak fisik, dengan membawa virus yang menular dari peralatan yang dipegang oleh carrier

Begitu juga dengan bekal makanan. Saat jam istirahat yang biasanya dihabiskan di kantin, sekarang kamu harus membawa bekal makanan sendiri karena kemungkinan kantin sekolah yang ditutup ataupun upayamu untuk meminimalisir kerumunan dan lebih sehat dengan membawa segala kebutuhan dari rumah.

Persiapkan health kit

Protokol Kesehatan © Unsplash/Ed Us
Protokol Kesehatan © Unsplash/Ed Us

Setelah melakukan hal-hal di atas, jangan lupa untuk membawa health kit. Health kit ini berisikan segala kebutuhanmu untuk menangkal virus, seperti masker cadangan, hand sanitizer, air disinfectant, sabun cuci tangan, tisu basah antiseptic, dan face shield apabila diperlukan.

Kebutuhan ini dipersiapkan untuk keperluan semua orang ketika harus beraktivitas di luar ruangan, dengan memastikan tubuh kita tetap bersih dari kontak langsung dengan orang lain. Perhatikan juga barang-barang lainnya yang biasanya sering disentuh orang lain seperti handphone.

Mematuhi protokol kesehatan lainnya

Tentunya setiap sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka juga memiliki protokol kesehatannya masing-masing. Jangan lupa untuk membaca protokol tersebut dan menerapkannya selama berada di sekolah.

Misalnya, siswa dilarang ke kantin dan harus membawa bekal sendiri. Contoh lainnya, siswa dilarang berkerumun di satu tempat dan harus berada di kelas dengan kursi yang sudah dipersiapkan. Hal-hal tersebut harus dipatuhi siswa demi meminimalisir tertularnya COVID-19.

Referensi: Research Gate | FKM UI | Kemdikbud