Sayangi Bumi, Intip Kafe dengan Konsep Ramah Lingkungan
ilustrasi kafe dengan konsep ramah lingkungan. | Sumber: Ruben Ramirez/Unsplash

Goodmates, gak terasa ya kita sudah berada di penghujung bulan Januari lagi. Dalam waktu dekat, sudah tiba waktunya untuk menyambut akhir pekan. Jika kamu belum memiliki ide tempat untuk hangout saat weekend nanti, bagaimana kalau mengunjungi kafe-kafe berikut ini yang memiliki konsep ramah lingkungan?

Lingkungan kita akhir-akhir ini semakin memiliki banyak isu. Mulai dari pemanasan global, pencemaran udara hingga berbagai macam jenis sampah, seperti sampah medis dan sampah makanan. Meski seringkali permasalahan yang dikenal banyak orang adalah sampah plastik, nyatanya permasalahan sampah yang kita miliki bukan hanya plastik saja lo Goodmates.

Mengurangi penggunaan kantong plastik, membeli bahan makanan secukupnya, menggunakan ulang wadah yang bisa dipakai berulang kali, dan masih banyak lagi kegiatan yang lebih ramah bagi lingkungan.

Nah, hangout keluar rumah bukan berarti kamu gak bisa menerapkan kegiatan yang ramah lingkungan. Berikut ini merupakan sederet kafe yang menerapkan konsep ramah lingkungan.

The Elephant Cafe

Foto: Happycow

Pulau dewata Bali boleh jadi terkenal karena keindahan pantai-pantainya. Tapi, jika suatu saat kamu berkunjung ke Bali atau sedang menetap di sana, selain menikmati keindahan alamnya, kamu juga dapat merasakan pengalaman berkunjung ke kafe yang ramah lingkungan.

The Elephant Cafe merupakan salah satu kafe yang memiliki misi untuk menyajikan santapan sehat dan berkelanjutan melalui gerakan slow food. Dilansir dari situs resminya, makanan yang disajikan adalah 100 persen vegetarian, hidangan ini disesuaikan untuk vegan dan bebas gluten.

Kafe yang terletak di Ubud ini tidak hanya memastikan makanan yang disajikan sehat namun juga memastikan prosesnya tidak membahayakan bumi. Menurut situs resminya, The Elephant Cafe menerapkan sistem refuse, reduce, reuse dan recycle. Cara pembuangannya pun dipisahkan, untuk sampah organik agar dapat dimakan oleh babi serta yang reusable akan digunakan kembali.

Untuk menghindari penggunaan plastik dalam pengemasannya, kafe yang telah berdiri sejak tahun 2013 ini menggunakan kertas koran bekas, jenis kertas lainnya dan daun pisang untuk makanan yang dibungkus atau diantar. Kafe ini juga menggunakan sedotan dari bambu yang dapat digunakan kembali.

Cafe Retorika

Foto: Batu Rafting

Dari Bali, kita beranjak ke Kota Batu, Jawa Timur. Kalau kamu sedang mencari tempat ngopi yang ramah lingkungan, Cafe Retrorika jawabannya. Konsep ramah lingkungan yang diterapkan kafe ini juga ditunjukan melalui desain interiornya, lo.

Menurut Malang Times, saat memasuki Cafe Retrorika, kamu akan disuguhi berbagai macam barang bekas yang digunakan untuk menghias kafe. Seperti bingkai jendela yang menghiasi tembok, tabung gas 3 kilogram yang dimodifikasi menjadi kursi bar, televisi yang disulap menjadi wastafel dan berbagai macam tanaman hijau yang turut memberi kesan sejuk pada kafe.

Kafe yang telah berdiri sejak tahun 2018 silam ini menerapkan konsep ramah lingkungan dengan tidak menyediakan tisu melainkan serbet sebagai penggantinya. Selain tisu, sedotan plastik dan botol plastik juga diganti dengan sedotan logam dan botol kaca yang dapat digunakan kembali.

Kalau kamu ingin membeli makanan untuk dibungkus, tak perlu khawatir karena Cafe Retorika menggunakan besek bambu pengganti styrofoam. Tali rafia untuk mengikat besek juga dipilih dari bahan alami lo.

Nah, bagi pengunjung yang membawa wadah sendiri akan mendapatkan diskon sebesar 10 persen. Hal ini karena pengunjung tersebut juga turut mewujudkan konsep ramah lingkungan yang diusung Cafe Retrorika. Kalau nanti berkunjung ke sini, jangan lupa membawa wadah sendiri ya, Goodmates!

Aborea Cafe

Aborea Cafe | Foto: Jetranirezadiaz

Terakhir adalah Arborea Cafe yang berada di dalam Arboretum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jakarta Pusat. Kafe ini terletak di tengah hutan dan dikelilingi dengan rimbunan pohon yang menjulang tinggi. Sudah pasti suasana nongkrong kamu akan lebih cozy dan sejuk!

Selain dekorasinya yang unik dan instagramable abis, kafe yang telah dibuka sejak tahun 2018 ini juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Di antaranya dengan tidak menggunakan sedotan berbahan plastik, namun menggunakan sedotan yang terbuat dari kertas agar mudah saat akan didaur ulang.

Itu dia beberapa rekomendasi kafe dengan konsep ramah lingkungan. Tidak hanya menikmati quality time bersama orang terkasih untuk menjaga hubungan baik, mari kita juga sama-sama menjaga bumi. Yuk, kita senangkan hati juga senangkan bumi.


Referensi: Elephant Bali | Ngalam.co | Malang Times | Beautynesia | Idea Grid Id