Sebelum Makan Vs. Sesudah Makan, Kapan Sebaiknya Buah Dikonsumsi?
Ilustrasi memakan buah | Foto: Lisa Fotios/Pexels

Buah merupakan makanan kaya akan serat, mineral, hingga vitamin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain karena rasanya yang enak dan menyegarkan, buah juga sering dikonsumsi menjadi berbagai olahan. Namun, kapan sebaiknya buah dikonsumi? Apakah sebelum atau sesudah makan?

Goodmates akan temukan jawabannya di sini. Sebenarnya, buah-buahan tidak banyak memberikan efek samping bagi kesehatan. Dengan catatan, buah dikonsumsi dengan cara yang tepat pula. Beberapa beberapa manfaat yang bisa Goodmates dapatkan dengan mengonsumsi buah.

Manfaat konsumsi buah

Ilustrasi buah | Foto: Assorted/Freepik

Buah kaya akan kandungan serat, jika dikonsumsi secara rutin dapat membantu mencegah terjadinya sembelit dan berbagai masalah pencernaan lainnya. Kandungan serat yang terkandung di dalam buah juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Selain itu, mengonsumsi buah secara rutin dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Buah-buahan, seperti stroberi, anggur, salak, mangga, apel, semangka, jeruk, kiwi, dan alpukat, mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan.

Kendati demikian, beragam tanggapan pro dan kontra datang dari orang-orang mengenai waktu terbaik mengonsumsi buah. Di Indonesia, buah sering kali dikonsumsi sebagai makanan pencuci mulut.

Namun, apakah kebiasaan tersebut benar? Sebenarnya, kapan sebaiknya buah dikonsumsi? Menurut ahli gizi dan diabetes asal Amerika Serikat, Jill Weisenberger, sejatinya buah dapat dimakan kapan saja, yang penting seberapa besar porsi buah dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan anjuran pola makan seimbang untuk mengonsumsi buah sebanyak 2 sampai porsi dan 3 hingga 5 porsi sayur per hari. Sementara WHO menyarankan agar konsumsi buah dan sayur setidaknya 400 gram per hari.

Adapun kabar yang menyebutkan buah sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong tidak ada bukti ilmiahnya. Sama halnya dengan konsumsi buah setelah makan besar. Hanya saja ada waktu-waktu tertentu yang disarankan bagi mereka yang dalam kondisi sebagai berikut.

1. Menurunkan berat badan

Mengonsumsi buah sebelum makan besar bisa jadi cara terbaik buat Goodmates yang ingin menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan kandungan serat yang terkandung dalam buah dapat membuat Goodmates merasa kenyang dengan durasi yang lebih lama.

Dengan demikian, keinginan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi kalori cenderung lebih sedikit sehingga risiko mengalami kenaikan berat badan pun akan lebih kecil.

2. Penderita diabetes tipe 2

Kandungan gula yang terdapat di dalam buah akan lebih cepat mengalir ke dalam darah dibanding makanan lain. Oleh karena itu, bagi penderita diabetes tipe 2 disarankan untuk memakan buah bersamaan dengan makanan berat.

3. Penderita diabetes gestasional

Diabetes gestasional ialah suatu kondisi yang dialami saat masa kehamilan yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula di dalam darah. Bagi penderita diabetes gestasional disarankan untuk mengonsumsi buah yang cukup.

Namun, bagi yang kesulitan dalam mengontrol gula darah, hindari mengonsumsi buah-buahan di pagi hari.

Bagaimana jika mengonsumsi buah setelah makan?

Konsumsi buah | Foto: Pexels/Atrang doan

Salah satu mitos yang beredar mengenai konsumsi buah setelah makan ialah gizi yang masuk ke dalam tubuh akan sia-sia. Menyambung dari apa yang Jill Weisenberber sampaikan, fermentasi buah tidak akan terjadi di dalam lambung.

Artinya buah tidak akan membusuk di dalam lambung ketika dikonsumsi setelah menyantap makanan utama. Sistem tubuh manusia sudah dirancang agar mampu mampu memproses berbagai jenis makanan sekaligus. Jadi, anggapan soal konsumsi buah setelah makan dapat menyebabkan gizi yang masuk sia-sia itu tidak benar.

Cara terbaik mengonsumsi buah

Membeli buah | Foto: Pexels/Anna threvts

Meski ada banyak cara yang bisa Goodmates pilih untuk menikmati buah, memakan buah secara langsung adalah cara yang paling terbaik. Pasalnya kandungan nutrisi, serat, vitamin, dan mineral hanya akan kamu dapatkan secara utuh jika memakannya secara langsung.

Berbeda halnya dengan buah yang dijus, kandungan vitamin dan seratnya akan berkurang. Bahkan, sebagian ahli menyebutkan buah yang dijus tidak memiliki kandungan nutrisi sama sekali, apalagi jika sudah dicampur dengan gula yang banyak.

Jika Goodmates memilih untuk mengonsumsi buah secara langsung, pastikan buah tersebut sudah dibersihkan, dikupas, dan dipotong. Hindari membiarkan buah terlalu lama berada di suhu ruang atau lemari pendingin.

Potongan buah yang didiamkan terlalu lama dapat mengurangi kandungan nutrisi baik yang terkandung di dalamnya. Zat-zat tersebut akan hancur karena terpapar sinar matahari, angin, panas, sehingga buah tidak memberikan manfaat baik secara optimal.

Demikian penjelasan mengenai mengonsumsi buah sebelum dan sesudah makan. Selain mengonsumsi buah, Goodmates juga tidak boleh lupa untuk konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang lainnya, ya!

Referensi: Alodokter | Health Detik | Food Detik | HalodocHealth Kompas