Mengenal Sekolah Inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus, Simak Penjelasannya!
Belajar Menulis | CDC - Pexels

#FutureSkillsGNFI

Tahukah GoodMates? Beberapa orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) seringkali menyekolahkan anaknya di sekolah khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB). Namun, SLB bukan satu-satunya pilihan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk sekolah. Anak berkebutuhan khusus (ABK) juga dapat mengenyam pendidikan di sekolah inklusi. Lalu, apa yang dimaksud dengan sekolah inklusi? Simak beberapa informasi dibawah ini!

Pengertian Sekolah Inklusi

Sekolah inklusi adalah suatu sekolah yang mengggunakan sistem pendidikan yang mengatur siswa agar dapat dilayani dikelas yang sama tanpa adanya sekat di sekolah yang memberikan ruang bagi murid berkebutuhan khusus supaya sama seperti anak sekolah pada umumnya.

Beberapa aspek yang diutamakan dalam pendidikan inklusi, yaitu mengajarkan bahwa setiap anak dapat belajar tanpa diskriminasi, terbuka, adil, dan bernilai sama. Berpusat pada kebutuhan dan keunikan peserta didik. Peka terhadap setiap perbedaan yang dimiliki dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pendidikan inklusi memiliki perbedaan dari sekolah umum pada biasanya. Umumnya, jumlah murid berkebutuhan khusus dalam satu sekolah inklusi adalah 5-10 persen dari total keseluruhan murid.

Jadi, misalkan ada 20 anak dalam satu kelas, maka akan ada 1-2 orang anak berkebutuhan khusus dan mereka akan memiliki guru pendamping sendiri. Namun, kebijakan ini bergantung pada sekolah masing-masing.

Inklusi memiliki makna, setiap anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak lagi harus bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan bisa berinteraksi dengan anak sebaya lainnya untuk mendapat manfaat bersama dari sistem sekolah ini.

Peserta didik yang dapat mengikuti pendidikan inklusi, sebagai berikut:

  • Tunanetra
  • Tunarungu
  • Tunawicara
  • Tunadaksa
  • Tunagrahita
  • Tunalaras
  • Cerdas istmiewa
  • Kesulitan belajar
  • Bakat istimewa
  • Gangguan lambat belajar
  • Gangguan pemusatan pemahaman
  • Memiliki kebutuhan khusus secara sosial.

Manfaat Pendidikan Inklusi

Siswa dapat memiliki rasa persahabatan yang erat dan mempunyai makna dalam, rasa hormat, saling menghargai, dan mampu memahami bahwa tidak ada manusia yang sempurna, sehingga siswa mampu berbaur dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

Selain itu, anak juga mendapatkan manfaat dari sisi akademis:

  • Anak dapat mengikuti pembelajaran yang kooperatif.
  • Dapat mengembangkan sikap toleran dengan teman yang memiliki kondisi sehat maupun berkebutuhan khusus.
  • Merasa lebih percaya diri karena diterima dan terlibat langsung dalam kegiatan dikelas.
  • Interaksi sosial menjadi lebih mudah dengan teman sebayanya.
  • Terbiasa untuk menghargai dan merangkul perbedaan serta menghilangkan “label” negatif kepada orang lain.
  • Mempunyai hasil akademik yang baik.

Pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan akademik, sosial, perilaku, dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan haknya. Sebagaimana seperti disebutkan dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (1) dan Permendiknas 70 tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Mereka juga mempunyai peluang yang besar untuk terlibat langsung di dalam masyarakat dan memberinya dorongan untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) selalu disambut di sekolah inklusi, terlepas dari kemampuan, usia dan kebutuhan pribadinya. Sekolah inklusi adalah tempat yang dimana siswa seharusnya bisa belajar dan berkembang.

Nah GoodMates, itulah pembahasan mengenai pendidikan inklusi. Memahami hal ini, dapat membantu orang tua dalam memilih sekolah yang tepat bagi sang buah hati nantinya.

 

Referensi: Joglo Abang