Mengenal Seni Karawitan, Jurusan Unik dan Langka di Indonesia
Seni karawitan, jurusan unik dan langka di Indonesia | Foto: HO-Panitia Jogjakarfest 2021/ANTARA

Setelah berhasil menempuh sekolah menengah atas atau sederajat, para siswa kelas 12 mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Biasanya, para siswa akan memilih jurusan sesuai minat dan bakat mereka. Misalnya jurusan seni karawitan.

Selain itu, para calon mahasiswa juga akan mempertimbangkan aspek lain, seperti dari segi fasilitas, jarak kampus dengan tempat tinggal, lingkungan sekitar kampus, hingga prospek kerja masa depan.

Nah, kalau kamu memiliki minat atau bakat pada bidang kesenian. Mungkin kamu ingin mencoba mempertimbangkan jurusan seni karawitan yang cukup langka.

Serba-Serbi Jurusan Seni Karawitan

ilustrasi seni karawitan, seni karawitan menjadi salah satu jurusan langka di Indonesia | Foto: viradiandra/dictio
ilustrasi seni karawitan, seni karawitan menjadi salah satu jurusan langka di Indonesia | Foto: viradiandra/dictio

Kalau mendengar seni karawitan, apa yang terlintas di benakmu? Karawitan akan mengingatkan kita dengan musik tradisional beralunan instrumen dan vokalnya yang khas.

Baca juga: Intip UKM Kesenian Daerah di Beberapa Kampus Indonesia

Di Indonesia, seni karawitan ternyata dapat kamu pelajari secara khusus. Kehadiran jurusan seni karawitan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah membuktikan hal itu.

Berdasarkan penjelasan oleh rencanamu.id, jurusan ini akan mempelajari seni musik tradisional atau seni musik daerah khususnya yang berasal dari Jawa, Madura, dan Bali.

Meski begitu, kamu tidak akan terbatas mempelajari seni musik asal daerah-daerah tersebut saja. Kamu juga akan memiliki kesempatan mempelajari musik-musik dari daerah lainnya di Indonesia.

Pelajaran Jurusan Seni Karawitan

Foto: ISI Padang Panjang

Jurusan seni karawitan akan mempelajari berbagai cara untuk memainkan instrumen musik tradisional, seperti gamelan, gendang, kecapi dan suling. Kemudian, kamu juga akan mempelajari teknik vokal dalam musik tradisional, khususnya seperti nyinden.

Selain itu, para mahasiswa bisa mempelajari bagaimana caranya mengaransemen serta menciptakan karya seni karawitan. Hal itu menjadikan mahasiswa lebih kreatif dan explore berbagai hal terkait karawitan.

Baca juga: Populer dengan Rekam Medis, Mari Mengenal Jurusan Jurusan Manajemen Informasi Kesehatan

Jika kamu memiliki jurusan ini, para dosen akan mengajarkan tentang Manajemen Seni Pertunjukan, Organologi dan Akustika, Estetika Karawitan, Karawitan Gaya Sunda, Karawitan Gaya Bali, Karawitan Gaya Minang, hingga Karawitan Gaya Yogyakarta.

Tak hanya itu, kamu juga mendapatkan pelajaran terkait Literatur Karawitan, Apresiasi Musik Dunia, Filsafat Seni, Antropologi Seni, Seni Pertunjukan Indonesia, Teori Dasar Musik Barat, Tata Musik Teater Musik Nusantara, dan masih banyak lagi.

Kehadiran jurusan satu ini tidak hanya untuk mengenalkan lebih dalam seputar seni karawitan pada masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu cara untuk mempertahankan budaya seni karawitan.

Apalagi di zaman yang semakin modern seperti sekarang, kesenian tradisional mulai tergerus dan terlupakan secara perlahan. Seperti yang kita ketahui, Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan alam yang banyak tetapi juga kaya akan budaya yang perlu terus lestari.

Tidak perlu khawatir mengenai prospek kerja dari lulusan jurusan seni karawitan. Kamu bisa menjadi seorang pengrawit, komposer musik, kurator musik, musisi instrumental, dan peneliti musik yang mampu mengkaji atau meneliti berbagai fenomena musik nusantara.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Simak Cara Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

Selain itu, prospek kerja lain dari jurusan ini ialah dapat menjadi guru musik atau pengajar seni karawitan. Dengan begitu, kamu dapat menyalurkan kembali pengetahuan yang kamu miliki. Bahkan, tidak menutup kemungkinan terdapat kesempatan yang sangat besar untuk mengenalkan musik tradisional Indonesia ke kancah internasional.

Di Indonesia, jurusan ini dapat kamu temukan di beberapa Institut Seni Indonesia. Di antaranya Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Referensi: ISI Surakarta | ISI Yogyakarta | Institut Seni Budaya Bandung