Serba-Serbi Air Purifier, Teknologi Canggih Pembersih Udara
Ilustrasi air purifier dalam ruangan. | Sumber: Detik/Freepik

Pandemi Covid-19 banyak membawa kebiasaan baru di masyarakat. Selain berusaha mencegah penularan Covid-19 dengan protokol kesehatan, banyak orang mencoba menerapkan gaya hidup yang lebih sehat seperti mengkonsumsi asupan bergizi dan rutin berolahraga. Masyarakat juga banyak yang beralih pada kegiatan yang minim mengharuskan keluar rumah, seperti mengganti hobi dan mencoba cara kreatif lainnya untuk menghindari kejenuhan.

Mengutip dari World Health Organization, selain dapat menular melalui droplet apabila kontak langsung maupun tidak langsung dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, droplet yang sangat kecil juga dapat tetap melayang di udara lebih lama. Apabila ini terjadi di dalam ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk, maka terdapat potensi droplet seseorang yang terinfeksi Covid-19 dapat terhirup oleh orang-orang yang berada di ruangan tersebut.

Hal ini membuat masyarakat harus lebih waspada terhadap airborne atau transmisi melalui udara. Selain menggunakan masker medis dengan benar sesuai anjuran lembaga kesehatan, teknologi canggih satu ini juga dapat membantu meningkatkan protokol kesehatan kita.

Apa itu air purifier?

Ilustrasi penggunaan air purifier di dalam rumah. | Sumber: Okezone/Samsung
Ilustrasi penggunaan air purifier di dalam rumah. | Sumber: Okezone/Samsung

Air purifier merupakan sebuah teknologi yang dapat membersihkan udara dari macam-macam polusi yang mencemari seperti debu, racun, alergen dari bulu, tungau, serbuk sari dan partikel udara berbahaya lainnya. Teknologi canggih ini dapat meningkatkan kualitas udara.

Lalu, bagaimana cara kerja dari air purifier? Mengutip dari Medical News Today, air purifier hadir dalam tiga jenis pilihan filter, setiap filternya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Pertama, filtered air purifiers menangkap polutan di udara dan dijebak melalui filter yang terpasang.

Kedua, air purifier elektrostatik yang menggunakan energi listrik untuk menyuplai ion-ion ke dalam partikel kemudian partikel yang telah terisi ion akan menarik dan menjebak partikel ke dalam filter yang telah terpasang. Ketiga, air purifier dengan pancaran sinar UV, jenis ini menggunakan sinar UV untuk menetralkan polutan tertentu seperti bakteri dan virus.

Jenis filter ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan Kawan. Misalnya, apabila untuk membantu menghilangkan alergen, Kawan perlu mencari air purifier yang menggunakan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air), sedangkan bila ingin mengurangi gas seperti asap, filter dengan karbon aktif yang diperlukan.

Manfaat menggunakan air purifier

Ilustrasi seseorang sedang mengalami flu. | Sumber: Kelly Sikkema/Unsplash
Ilustrasi seseorang sedang mengalami flu. | Sumber: Kelly Sikkema/Unsplash

Air purifier dapat meningkatkan kualitas kesehatan yang Kawan miliki. Karena teknologinya yang mampu memfilter polutan dan alergen, dikutip dari Health Digest, air purifier membantu membersihkan udara yang Kawan hirup dan mengurangi potensi dampak negatif dari polusi yang akan terhirup. Hal ini dapat meningkatkan kualitas udara yang Kawan hirup, terutama apabila Kawan memiliki kondisi pernapasan tertentu seperti asma.

Teknologi ini juga mampu mengurangi partikel jamur di udara, menggunakan air purifier dengan filter HEPA dapat mengurangi tingkat kelembapan di dalam ruangan. Kawan atau anggota keluarga yang sedang mengalami flu, dapat menggunakan air purifier untuk mengurangi kemungkinan penyakit flu menular melalui udara. Air purifier dengan filter HEPA dapat menangkap bakteri dan virus ini.

Disebutkan dalam sebuah studi oleh JAMA Internal Medicine yang dikutip dari Hello Sehat, menyebutkan penggunaan air purifier juga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta risiko penyakit jantung pada lansia.

Merangkum dari Kompas, sebuah penelitian menunjukan air purifier dengan HEPA dapat mengurangi paparan droplet hingga 65 persen. Pada ruangan tertutup yang diberikan air purifier dengan HEPA kemudian seseorang di dalamnya mengenakan masker medis, kombinasi ini dapat mengurangi paparan droplet hingga 90 persen.

Meski terdengar sama, tetapi air purifier berbeda dengan humidifier. Sesuai namanya, humidifier berfungsi untuk menambahkan humidity atau kelembapan udara di dalam ruangan.

Menariknya, tidak hanya produk dari luar negeri, teknologi ini juga tersedia dari produk lokal yang tak kalah canggih. Sebut saja seperti buatan Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang dilansir dari Bisnis.com diberi nama PUVICON, yakni purifikasi udara dengan metode plasma dingin (non-termal) yang mampu menghilangkan 99 persen virus dan 90 persen bakteri di udara dalam waktu 10 menit saja.

Namun, tidak hanya mengandalkan air purifier saja, jangan lupa untuk tetap melakukan protokol kesehatan ya Kawan. Kemudian rajin membersihkan ruangan dalam rumah juga dapat membantu mengurangi partikel-partikel yang berbahaya, seperti rajin mencuci karpet, tidak merokok di dalam rumah, rajin membersihkan perabotan rumah yang sekiranya berpotensi berdebu, dan masih banyak lagi.

Referensi: WHO | Medical News Today | Health Digest | Kompas | Hello Sehat | Halodoc | Kompas | Bisnis