Serba-serbi Imunoterapi bagi Pengidap Kanker
Kanker © Unsplash/Angiola Harry

Penyakit kanker adalah penyakit yang merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Menurut data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) pada tahun 2020, kematian karena kanker paru-paru di Indonesia meningkat menjadi 30.843 orang dengan kasus baru mencapai 34.783 kasus.

Dikutip dari Alodokter, kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Biasanya, perkembangan sel abnormal ini tidak memiliki gejala sebelum akhirnya mencapai stadium lanjut.

Sel abnormal tersebut dapat membesar secara terus menerus yang dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain. Dengan begitu, tubuh dapat kehilangan fungsinya.

Sel abnormal yang menyebabkan kanker tersebut dapat tumbuh di bagian tubuh manapun. Itulah mengapa banyak sekali lokasi dan sumber kanker pada tubuh manusia hingga saat ini. Mulai dari otak, payudara, hati, serviks, rahim, paru-paru, bagian mulut, sistem pencernaan, darah, sampai tulang.

Sama seperti penyakit yang lainnya, kanker juga termasuk ke dalam penyakit yang bisa diobati. Beragam metode pengobatan dapat ditempuh untuk pengidap kanker. Mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, dan masih banyak terapi lainnya bergantung pada aspek sosial, spiritual, hingga medis penderita kanker yang dapat didiagnosa oleh seorang dokter.

Terlepas dari beragam metode pengobatannya, kanker seringkali disangkutpautkan dengan pengobatan kemoterapi. Seperti yang sudah diketahui, kemoterapi merupakan metode pengobatan penyakit kanker dengan memberikan obat-obatan dengan bahan kimia yang sangat kuat untuk merusak atau memperlambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Biasanya, metode ini dipilih karena kanker sudah menyebar ataupun berisiko untuk menyebar.

Kemoterapi digunakan untuk mengurangi risiko kanker yang dapat muncul kembali pasca operasi, dan untuk mengurangi gejala kanker apabila kesembuhan sudah tidak memungkinkan. Salah satu dampak lain dari pengobatan ini adalah hal yang sering dilihat terjadi pada pengidap kanker, yakni rontoknya rambut.

Selain kemoterapi atau tindak operasi sebagai pengobatan penyakit kanker, metode apa lagi yang kamu ketahui?

Ragam imunoterapi untuk kanker

Ilustrasi Kanker © Unsplash/Marcos Ramirez
Ilustrasi Kanker © Unsplash/Marcos Ramirez

Terdapat sebuah pengobatan kanker yang dinamakan imunoterapi. Imunoterapi merupakan pengobatan untuk kanker dengan memodulasi dan menggunakan sistem imun pasien dengan target sel kanker dibandingkan menggunakan modalitas terapi ekstrinsik.

Dikutip dari Elsevier, Imunoterapi untuk kanker ditujukan untuk mengaktivasi atau meningkatkan pengenalan oleh sistem imun dan penghancuran sel-sel kanker. Terapi ini diberikan setelah operasi dan kemoterapi dilakukan.

Imunoterapi dikatakan dapat menjadi sebuah alternatif untuk penyembuhan kanker dan dapat menjadi harapan baru untuk meningkatkan angka harapan hidup pengidap kanker. Terapi ini merupakan terapi yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh pengidap kanker agar mampu melawan sel kanker di dalam tubuhnya.

Dilansir Kompas, Imunoterapi bekerja dengan mengekspresikan protein PD-L1 dalam tubuh, yang merupakan jenis sel darah putih dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Terapi ini bersifat spesifik sehingga dalam prosedurnya harus mempertimbangkan jenis kanker, kondisi imunitas, serta kesiapan pasien yang akan diberikan terapi.

Hal terpenting dalam penyembuhan kanker adalah keharusan untuk pendeteksian kanker sejak dini, sehingga diagnosa yang dilakukan dapat membuat pengobatan lebih mudah dan cepat dilakukan.

Terdapat beberapa gejala yang mengindikasikan lokasi kanker secara langsung, seperti munculnya benjolan disertai dengan rasa nyeri, pendarahan pada bagian tubuh tertentu, batuk kronis atau nyeri dada yang menandakan kanker paru. Tak sampai di situ, ada juga gangguan buang air besar dan kecil yang menandakan kanker di saluran cerna atau genital.

Hal yang membuat sel abnormal penyebab kanker sulit untuk diobati, disebabkan sistem imun dalam tubuh manusia yang tidak mengenali sel tersebut sebagai benda asing. Selanjutnya, apabila sistem imun mengenalinya pun, belum tentu sistem imun tersebut dapat mengobatinya, dikarenakan proses regenerasi sel kanker yang begitu cepat.

Dengan metode imunoterapi ini, sistem imun pada tubuh manusia dirancang agar lebih cerdas dalam mengenali dan mengobati sel kanker di dalam tubuh. Hal ini akan membuat regenerasi sel kanker diperlambat atau dihentikan.

Namun, meskipun metode ini kedengarannya mutakhir, hal yang harus diperhatikan oleh pengidap kanker adalah harus tetap mengikuti saran dari dokter. Sama seperti pengobatan atau terapi kanker lainnya, imunoterapi juga memiliki efek samping terhadap kesehatan.

Bagikan informasi ini untuk orang-orang di sekitar kita agar sehat dari kanker hari ini, esok, dan di masa depan. Tetap sehat, ya!

Referensi: Kompas | Elsevier | Cermin Dunia Kedokteran | EMC | Alodokter | WHO