Serba-serbi Kantong Plastik Berbahan Alami yang Ramah Lingkungan
Kantong Plastik Ramah Lingkungan | Tribun Bali

Plastik hingga saat ini masih menjadi musuh bagi lingkungan di tanah air. Tidak mengherankan, keberadaan plastik menjadi salah satu faktor utama yang mencemari lingkungan dan bahkan bisa mengakibatkan bencana banjir, dan berbahaya bagi para hewan.

Selain itu, plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai di air maupun di tanah juga menjadi alasan utama mengapa keberadaannya disebut membahayakan. Bahkan di pertengahan tahun 2020, pemerintah pernah melarang masyarakat untuk menggunakan kantong plastik.

Namun sayang, kebutuhan masyarakat terhadap kantong plastik membuat peraturan tersebut tidak lagi bertahan lama. Bahkan sekarang ini sudah mulai banyak kedai, dan bahkan swalayan yang kembali menggunakan kantong plastik walau harus berbayar.

Kembalinya kantong plastik di peradaban mungkin membuat Kawan kembali takut, ya? Sebab pencemaran lingkungan seperti dulu mungkin akan terulang. Namun sekarang ini, Kawan tidak perlu khawatir! Sebab sudah ada beberapa perusahaan yang mulai menggunakan kantong plastik yang mudah terurai.

Atau mungkin Kawan bisa memulai dari diri sendiri dan orang terdekat untuk mulai menggunakan kantong plastik berbahan alami mudah terurai dan tentunya ramah lingkungan. Memang ada ya? Ada dong! Mari merapat, kita simak informasinya.

Kantong Plastik | DBS Bank
Kantong Plastik | DBS Bank

Kantong Plastik Berbahan Alami

Dilatarbelakangi dengan bahaya plastik yang sudah semakin berkembang dan menyulitkan berbagai pihak, menumbuhkan minat banyak perusahaan untuk membuat kantong plastik yang aman bagi lingkungan.

Kantong Plastik Berbahan Singkong 

Mungkin Kawan sudah tidak asing dengan keberadaan kantong plastik berbahan singkong ini. Sebab ini adalah kantong plastik berbahan alami yang pertama viral di media sosial, dan bahkan sudah mulai digunakan oleh banyak orang.

Kantong plastik ini di produksi oleh PT Avani Eco. Hal yang membuat plastik ini ramah lingkungan adalah karakteristik dari kantong plastik yang mudah terurai oleh air, hal tersebut berkebalikan dengan plastik yang sulit dan membutuhkan waktu puluhan tahun lamanya untuk terurai.

Kantong Plastik Berbahan Tepung Tapioka

Ternyata tidak hanya PT Avani Eco yang telah mekontribusi untuk mendesain kantong plastik ramah lingkungan, kali ini muncul PT Tirta Marta yang membuat kantong plastik dari tepung tapioka. 

Dilansir dari Liputan 6, uniknya plastik yang disebut Kantong Ecoplas ini hanya butuh waktu satu minggu saja untuk mengurai. 

Kantong Plastik Berbahan Rumput Laut

Laut tidak hanya memberikan kesejukan bagi mata, namun apa yang ada di dalamnya telah memberikan banyak manfaat bagi banyak orang. Salah satunya adalah rumput laut yang disulap menjadi kantong plastik ramah lingkungan.

Dilansir dari Greeners, Noryawati merupakan pencetus ide kantong plastik berbahan rumput laut ini. Setelah jatuh bangun usaha yang dilakukan, akhirnya ide tersebut dapat direalisasikan dengan nama Biopac. 

Biopac sendiri memiliki ciri khas sendiri yang dimana plastik ini bisa larut air dan bahkan dapat menambah nutrisi tanah. Selain itu Biopac sendiri dapat dimakan, hal tersebut membuat plastik yang satu ini biasa dijadikan pembungkus makanan.

Kantong Plastik Berbahan Kentang

Satu lagi kantong plastik berbahan alami yang kelak bisa Kawan gunakan. Dilansir dari Kompas, ide brilian ini dikembangkan oleh mahasiswa ITS bernama Hamdan Kafi.

Alasan mengapa kentang digunakan menjadi bahan utama adalah bahan tersebut dapat ditemukan dengan mudah. Nantinya kantong plastik ini akan mudah terurai di tanah, dan bahkan dapat menjadi pupuk.

Tentunya berguna untuk kesuburan tanah, dan juga ramah lingkungan bukan?

Bagaimana Kawan, sudah tidak takut untuk menggunakan kantong plastik bukan? Jika Kawan belum sempat membeli kantong plastik tersebut, Kawan bisa menggunakan kantong yang terbuat dari kain terlebih dahulu untuk berjaga-jaga.

Namun jika tidak sempat, Kawan juga bisa mencari kantong plastik di swalayan yang menggunakan plastik yang eco-friendly yang biasanya tertulis langsung di kantong plastik itu sendiri.

Referensi: Liputan 6 | Greeners | Kompas