Serba-Serbi Self-Love Language, Tidak Melulu Soal Pasangan
Perempuan bahagia | Foto: Serkan Göktay/Pexels

Barangkali Goodmates sudah tidak asing lagi dengan istilah love language. Teori mengenai love language pertama kali dipopulerkan oleh Gary Chapman pada tahun 1992 lewat bukunya yang berjudul The 5 love Languages.

Di dalam bukunya, Chapman menjelaskan terdapat lima cara yang berbeda-beda dari setiap individu dalam menerima dan mengungkapkan cinta. Tidak hanya dalam sebuah hubungan, menerapkan love language ke diri sendiri juga sama pentingnya karena diri sendiri juga berhak merasakan cinta.

Upaya untuk mengungkapkan rasa cinta kepada diri sendiri ini dikenal denga istilah self-love language. Penerapannya pun tidak jauh berbeda dengan penerapan dalam hubungan. Bagaimana saja contohnya? Simak penjelasan berikut.

1. Quality time

Membaca buku |Foto: Rodnae Productions/Pexels

Jika dalam sebuah hubungan, quality time merupakan waktu yang dihabiskan untuk berdua dengan pasangan. Sebaliknya, bagi diri sendiri quality time merupakan momen saat kamu menghabiskan waktu berkualitas dengan dirimu sendiri.

Kamu bisa mengisi waktu dengan menjalankan hobimu. Mulai dari membaca buku, nonton serial Netflix, tidur siang, atau hal menarik yang bisa kamu lakukan. Kamu juga bisa non aktifkan handphone dan fokus untuk menikmati waktu yang kamu lalui saat itu.

2. Physical touch

Pijat kaki | Foto: Anete Lusina/Pexels

Jika kamu merasa dicintai saat mendapatkan sentuhan fisik, melakukan perawatan diri adalah jawaban yang tepat. Kamu perlu meluangkan waktu untuk membuat dirimu merasa nyaman dengan memanjakan tubuh dan menggerakkan tubuh.

Beberapa aktivitas yang bisa kamu coba di antaranya melakukan perawatan rambut di salon, luluran, memakai produk skincare, meditasi, yoga, massage, hingga sesederhana tidur siang. Saat memutuskan keluar rumah untuk ke salon atau ke tempat lainnya, jangan lupa perhatikan protokol kesehatan, ya.

3. Act of service

Love language seorang perempuan membuat kue | Foto:Andrea Piacquadio/Pexels

Love language yang satu ini berfokus pada perasaan dicintai oleh tindakan kebaikan atau aktivitas sederhana yang kamu lakukan kepada dirimu sendiri. Kamu bisa memulainya dengan membuat to do list hari ini dan kemudian mewujudkan to-do-list tersebut.

Kamu bisa mulai dengan membersihkan kamar, menata isi lemari, hingga membuat masakan untuk diri sendiri. Ternyata, aktivitas tersebut jika diniatkan dengan tulus bisa jadi cara yang tepat untuk mencintai diri sendiri, ya, Goodmates.

4. Words of affirmation

Journaling | Foto: Mentatdgt/Pexels

Tidak perlu menunggu untuk mendapatkan pujian dari orang lain karena kamu bisa melakukannya sendiri. Self-love language satu ini berfokus pada ungkapan kata-kata positif dan penuh kasih sayang, baik lisan atau tulisan yang ditujukan kepada diri sendiri.

Beberapa contoh words of affirmation yaitu journaling, menulis puisi atau cerpen tentang dirimu, dan memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri. Buat Goodmates yang memiliki self-love language ini, cobalah untuk mengucapkan kata-kata positif seperti “Aku mencintai diriku".

Kamu juga bisa mengatakan bahwa kamu menerima dirimu sepenuhnya. Bahkan, menghargai diri sendiri dengan mengatakan "Aku bangga kepada diriku" dan "Terima kasih diriku atas apa yang sudah kamu lakukan sejauh ini” juga menjadi words of affirmation yang berdampak positif.

5. Receiving gift

Belanja | Foto: Erik Mclean/Pexels

Mirip dengan self reward, self-love language yang satu ini merupakan cara yang dilakukan untuk memberi hadiah kepada diri sendiri. Kamu bisa memberi hadiah dengan cara membeli makanan dan minuman favoritmu, membeli produk fesyen, dan barang yang kamu inginkan atau butuhkan lainnya.

Goodmates juga perlu hati-hati, ya. Terlalu sering memberi hadiah kepada dir sendiri bisa berujung pada pemborosan.  Jika kamu ingin mengetahui apa self-love language-mu, kamu bisa mencoba test ini. Yuk, tunjukkan rasa cinta kepada diri sendiri dengan menerapka self-love language!

Referensi: The Everygirl | Well and Good | Beautynesia