Sering Disebut Sama, ini Dia Perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC
Perbedaan TOEFL, IELTS, Dan TOEIC | Unsplash - Nguyen Dang

PENULIS: Anisa Fitri Maulida

Sebagai bahasa internasional, Bahasa Inggris menjadi bahasa yang banyak dipelajari di banyak negara dan salah satunya Indonesia. Bahkan di Indonesia sendiri, pembelajaran Bahasa Inggris sudah dilakukan mulai dari Sekolah Dasar (SD).

Bukan tanpa alasan, keberadaan Bahasa Inggris hingga saat ini menjadi penting sebab adanya kondisi dimana orang-orang dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Contohnya seperti saat bekerja di perusahaan multi-nasional, belajar di sekolah atau kampus internasional, mengejar beasiswa, dan lainnya.

Kemampuan Berbahasa Inggris seseorang didukung dengan adanya tes, bahkan sekarang ini tes kemampuan berbahasa Inggris menjadi syarat untuk bisa masuk kerja, dan juga syarat pendidikan seperti syarat beasiswa.

Tes TOEFL, IELTS, dan juga TOEIC, ketiga tes tersebut menjadi tes berbahasa Inggris yang banyak digunakan sebagai syarat kerja dan juga beasiswa. Bahkan hanya karena ketiganya berbahasa Inggris, ketiga tes itu selalu disebut sama. Padahal ketiga tes ini berbeda lho.

Lantas apa yang membedakannya? Simak informasi berikut ini.

 

Apa itu TOEFL, IELTS, dan TOEIC?

Test of English as a Foreign Language atau TOEFL merupakan tes Bahasa Inggris yang dimana Bahasa Inggris yang dites adalah Bahasa Inggris-Amerika. Mungkin Kawan mengetahui bahwasannnya ada beberapa kosa kata, dan juga aksen Bahasa Inggris yang berbeda.

Hal tersebut berlaku pada tes berbahasa Inggris ini. Jika TOEFL menguji kemampuan Bahasa Inggris-Amerika Kawan, maka International English Language Testing System akan menguji Kawan dalam berbahasa Inggris-British. 

Lalu bagaimana dengan Test of English International Communication atau TOEIC? Bahasa Inggris seperti apa yang akan diuji pada TOEIC? Jika TOEFL dan IELTS hanya menguji bahasa Inggris dalam satu aksen saja, maka TOEIC menguji bahasa dalam empat aksen!

Dilansir dari Kampung Inggris, TOEIC merupakan tes non-native speakers yang digunakan untuk para calon pekerja di luar negeri. Dalam dunia kerja luar negeri, Kawan mungkin akan mendapatkan Kawan tidak hanya dari Amerika saja, namun orang-orang yang dapat berbahasa Inggris dalam berbagai aksen. 

Maka dari itu, TOEIC mengadakan tes bagi calon pekerja dengan menggunakan berbagai aksen seperti aksen British, American, Australian, dan North American. 

 

Perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC 

Sama seperti yang disebutkan di atas, walaupun sama-sama tes berbahasa Inggris, namun TOEFL, IELTS, dan TOEIC merupakan tes yang berbeda. Bahkan dari penggunaan tesnya pun sudah sangat berbeda, dan dari definisi yang disebutkan di atas sudah menggambarkan perbedaan yang cukup besar.

Berdasarkan Kegunaan 

Tidak hanya perbedaan di atas saja, ada perbedaan-perbedaan lain yang dapat Kawan ketahui mengenai ketiga tes tersebut. Salah satunya adalah berdasarkan kegunaannya. Dilansir dari Media Indonesia, tes TOEFL biasanya digunakan untuk jenjang akademik seperti untuk memasuki Perguruan Tinggi di Amerika, dan juga bisa untuk jenjang pekerjaan. Untuk jenjang pendidikan, kisaran skor TOEFL yang harus dimiliki sekitar 400-500.

Sementara itu untuk IELTS, tes tersebut digunakan tidak hanya untuk jenjang pendidikan namun hal yang lebih ‘berat’ seperti perpindahan visa kerja atau migrasi ke negara Inggris dan sekitarnya. Namun untuk jenjang pendidikan sendiri, IELTS tidak hanya digunakan untuk di Inggris saja namun di Australia. Jika Kawan ingin berkuliah di Inggris, skor yang harus di dapat minimal 6.0 untuk jenjang S2 dan 5.5 untuk jenjang S1.

Lalu untuk TOEIC, tes ini digunakan untuk menguji calon karyawan yang akan bekerja di perusahaan di luar negeri termasuk luar Indonesia dengan bahasa Inggris pada level menengah (intermediate) atau ahli (advance). Biasanya tes ini digunakan untuk yang akan bekerja di perusahaan di Jepang, dan juga Korea. Untuk dapat bekerja di luar negeri, minimal skor yang bisa digapai adalah 785.

Sistem Tes

TOEFL memiliki dua macam tes yaitu TOEFL Instituional Testing Program (ITP) dan juga Internet Based Test (IBT). Dilansir dari Kumparan, TOEFL ITP merupakan tes bersifat institusional yang dimana berlaku pada institusi dan negara tertentu. TOEFL yang biasa digunakan di negara-negara Asia ini memiliki empat tahapan tes, yaitu Reading, Listening, Structure and Writing, dan juga Speaking Comprehension. 

Sementara untuk TOEFL IBT merupakan tes yang menggunakan komputer atau Computer Base Test yang akan terhubung dengan ETS. Tes yang dilakukan sama dengan TOEFL ITP.

Kemudian ada IELTS, tes tersebut dibagi menjadi dua berdasarkan tujuan tes. Dua tes tersebut adalah Academic Test yang dimana bertujuan untuk lingkup akademik, dan General Training Test dengan tujuan imigrasi. Dilansir dari OSC Medcom, tahapan tes IELTS dibagi menjadi tiga yaitu Writing Test dan Reading Test dengan durasi waktu 60 menit, serta Listening Test yang berdurasi 40 menit. Skor tertinggi yang dapat Kawan raih dalam tes IELTS adalah 9.

Terakhir adalah tes TOEIC. Dilansir dari Squline, tes TOEFL memiliki soal sekitar 200 butir yang dibagi menjadi dua tahap yaitu TOEIC Reading and Listening dan juga TOEIC Writing and Speaking. 

 

Bagaimana, Kawan? Apakah sudah tergambarkan perbedaannya? Semoga dengan mengetahui perbedaannya, Kawan bisa lebih mantap untuk mencari jalur yang tepat untuk masa depan ya. Selamat berjuang!

Referensi: Kampung Inggris | Media Indonesia | Kumparan OSC Medcom | Squline