Sering Kerja di Tempat Tidur? Simak Dampaknya Bagi Kesehatan
Work from home yang dilakukan dari tempat tidur | Foto: Windows/Unsplash

Sejak ada kebijakan baru untuk bekerja dari rumah (work from home), banyak orang harus beradaptasi dengan suasana dan kondisi yang baru. Sejak WFH diterapkan, kondisi bekerja jadi bisa dilakukan di mana saja, seperti halnya di atas tempat tidur.

Apakah kamu salah satunya yang suka bekerja di tempat tidur? Meski nyaman untuk melakukan pekerjaan dari tempat tidur, ternyata kegiatan ini bisa berdampak bagi kesehatan kita, lo, Goodmates.

Pada masa seperti ini, sebagian orang mungkin menganggap wfh bisa disebut sebagai privilege. Bagi sebagian orang yang harus bekerja dari rumah, tentu tidak semuanya memiliki tempat kerja yang memadai di rumah sehingga bekerja dari tempat tidur menjadi satu-satunya pilihan.

Namun, perlu kamu ketahui ada beberapa dampak bagi kesehatan yang dapat terjadi jika bekerja dilakukan dari tempat tidur dalam jangka panjang. Berikut beberapa dampak kesehatan kalau kamu terus-terusan bekerja di tempat tidur

Alasan bekerja dari tempat tidur kurang dianjurkan

ilustrasi seseorang bekerja dari atas tempat tidur menggunakan meja lipat. | Foto: Prasit photo/Getty Images/The Guardian
Seseorang bekerja dari atas tempat tidur menggunakan meja lipat. | Foto: Prasit photo/Getty Images/The Guardian

Bekerja dari tempat tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur yang kita miliki. Hal itu ditegaskan oleh pernyataan psikoterapis dan terapis obat tidur perilaku, Annie Miller yang dikutip dari Health Line.

Menurutnya, ketika kita menggunakan tempat tidur untuk bekerja, kita akan menciptakan asosiasi dengan terjaga. Otak kita akan menerima tempat tidur bukan lagi untuk aktivitas tidur atau istirahat melainkan dapat melakukan aktivitas lain.

Dengan menurunnya kualitas tidur, juga memberikan efek menurunnya produktivitas kerja dan tingkat energi. Kalau kamu telah membawa pekerjaan sepanjang hari ke tempat tidur, besar kemungkinan kamu akan terus memikirkan pekerjaan dan mengalami kesulitan saat waktu tidur tiba.

Belum lagi, didorong rasa kantuk saat waktu tidur siang. Bekerja dari atas tempat tidur bisa menggoyahkan semangat kamu untuk produktif dan menyerah dibandingkan menyelesaikan pekerjaan.

Dampak lain yang mungkin pernah kamu rasakan adalah pegal-pegal pada tubuh setelah seharian work from home dari tempat tidur. Duduk di tempat tidur yang memiliki permukaan tidak rata, memiliki monitor pada ketinggian yang kurang tepat, serta kemungkinan melengkungkan punggung saat bekerja dapat menciptakan rasa sakit.

Kamu bisa terserang penyakit muskuloskeletal. Mengutip penjelasan oleh Dr. Sonal Anand, seorang psikiater asal Wockhardt Hospital, Mumbai, dari Health Shots, bekerja dari tempat tidur juga memiliki dampak pada kesehatan mental.

Cahaya redup di kamar dapat menyebabkan kecemasan, stres dan perubahan suasana hati (mood swings) yang bisa membebani diri secara emosional, membuat kamu merasa lelah dan mempunyai negative thinking.

Namun, bila mengingat seseorang yang mengidap penyakit kronis, bekerja dari tempat tidur memungkinkan ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk meminimalisir risikonya.

Kamu harus memperhatikan postur tubuh agar tidak cepat lelah dan kamu harus mempertimbangkan meja lipat yang dapat digunakan di atas tempat tidur. Penting untuk memastikan posisi laptop berada di tingkat selevel tinggi mata untuk menghindari sakit pada leher.

Pastikan juga kamu memiliki penyangga atau tempat bersandar yang tepat untuk mendukung. Jangan lupa berganti posisi dan melakukan break setiap beberapa menit sekali.

Kamu bisa menggunakan teknik podomoro atau teknik 20/20/20 dengan menggunakan timer berapa lama durasi untuk bekerja dan kapan saja harus berdiri. Jangan lupa juga melakukan peregangan tubuh serta beristirahat sejenak.

Referensi: Health Line | The Guardian | Health Shots | New York Times