Sering Terlihat di Jalan, Bagaimana Cara Membangun Tower Crane?
Ilustrasi tower crane | Foto: Zeynep Sümer/Unsplash

Goodmates, pernah enggak lagi melalui jalan raya dan melihat menara dari besi yang menjulang tinggi pada gedung-gedung yang sedang dibangun? Menara yang disebut tower crane ini memang umum berada di lokasi konstruksi. Membangun suatu bangunan tentu membutuhkan berbagai macam alat dan bahan.

Salah satunya alat berat tower crane yang dilansir dari Situs Teknik Sipil berfungsi untuk mengangkat atau memindahkan material dari tempat asal ke tempat yang lebih tinggi. Fakta menariknya, ternyata tower crane telah ada cukup lama dan terus mengalami perkembangan.

Menurut Maxim Crane, tower crane yang umum kita lihat sekarang awalnya muncul pada tahun 1949. Dibangun oleh Hans Liebherr dari Jerma, tower crane upaya membangun kembali kota-kota besar pasca perang.

Desain dari Liebherr ini menampilkan menara berputar dan lengan kerja horizontal yang memiliki jangkauan 360 derajat. Desainnya ini membuat pekerjaan konstruksi terasa lebih mudah dan menjadi inspirasi untuk prototipe di masa yang mendatang. Nah, penasaran bagaimana caranya agar bisa terpasang dengan kokoh?

Begini cara tower crane terpasang

tower crane. | Foto: Guillaume TECHER/Unsplash
tower crane. | Foto: Guillaume TECHER/Unsplash

Merangkum penjelasan oleh Technomax, ternyata ada beberapa syarat nih sebelum tower crane dapat dipasang. Sebab, crane dan manuver-nya memerlukan keadaan yang stabil, maka sebelum memulai perakitan tower crane. Salah satunya harus melewati tahapan studi mekanika tanah pondasi.

Sama seperti ketika membangun sebuah bangunan, tower crane juga perlu memiliki pondasi yang kuat dan stabil untuk berdiri agar lebih aman. Jika tahapan ini sudah terlewat dengan baik, barulah pondasi tower crane dapat dibuat dengan menanamkan base sections dan fine angle ke dalam lubang pondasi.

Setelahnya dicor dengan beton dan kaki tower crane dibautkan ke dalam pondasi beton tersebut. Kemudian, memasang standar section atau disebut juga mast section. Bagian ini merupakan bagian vertikal yang disesuaikan ketinggiannya dengan kebutuhan pembangunan gedung.

Langkah berikutnya, memasang climbing frame dan slewing unit. Climbing frame ini dilengkapi dengan hidrolik gunanya agar dapat bergerak naik dan turun. Kemudian, di atasnya dipasang slewing unit yang dapat berputar pada porosnya. Unit ini berfungsi untuk memudahkan pergerakan tower crane saat akan memindahkan material bangunan.

Berada di atas slewing unit adalah pemasangan cabin. Bagian ini seperti ruangan kecil tempat operator bekerja. Nah, bagian panjang dari tower crane disebut dengan working arm (boom dan jib) bagian ini disebut mampu berputar hingga 360 derajat. Unit ini berguna untuk mengangkat material dari satu titik ke titik lainnya.

Terakhir, memasang counter jib. Bagian ini juga penting karena akan dipasangkan counter weight atau beban penyeimbang. Tanpa bagian ini, tower crane dapat kehilangan tumpuannya dan bisa berbahaya bagi proyek pembangunan tersebut.

Bagian-bagian yang dimiliki oleh tower crane sendiri memang cukup banyak dan harus dipasang secara teliti agar tetap aman untuk digunakan. Maka dari itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang ahli pada bidangnya untuk mengoperasikan tower crane

Referensi: Techno Maxime | Maxim Crane | Situs Teknik Sipil | Aneka Bangunan