Serupa Namun Tak Sama, Kenali Perbedaan SEO dan SEM
Perbedaan SEO dan SEM | Unsplash - Myriam Jessier

Pengaruh internet saat ini melebar secara luas. Tidak hanya sebagai sumber informasi dan komunikasi, penggunaan internet saat ini telah digunakan oleh banyak industri untuk menjual produk baik bentuk barang maupun jasa. Tak heran bila pekerjaan Digital Marketer menjadi salah satu pekerjaan yang sekarang ini banyak dicari.

Berbeda dengan stigma yang dimiliki banyak orang, pekerjaan Digital Marketing memiliki banyak cabang yang harus dipikirkan matang setiap strateginya. Salah satu pekerjaan Digital Marketing yang banyak diperhatikan perusahaan adalah SEO dan juga SEM.

Apakah Kawan pernah mencari sebuah topik di Google dan melihat ada begitu banyak topik yang disajikan dari laman pertama bahkan hingga puluhan? Dan apakah Kawan pernah meng-klik topik nomor satu di laman pertama Google? Ya, itu adalah pekerjaan SEO dan SEM sebenarnya.

Namun seringkali orang-orang mengira bahwa Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM) adalah hal yang sama sebab tujuan yang dimiliki juga sama, yaitu menjadikan sebuah website berada di laman pertama hingga dikenal banyak orang. Padahal, keduanya memiliki perbedaan lho.

Lantas apa yang membedakan SEO dan juga SEM? Berikut adalah perbedaannya.

 

Cara Kerja SEO dan SEM

Salah satu hal yang membedakan SEO dan SEM adalah dari cara kerja keduanya. Yang membedakan adalah SEO akan berada di laman pertama dan dia tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Namun untuk SEM, dia akan berada di laman pertama dan perusahaan harus membayar jika seseorang mengklik website yang masuk ke dalam SEM atau biasa disebut Pay Per Click (PPC).

Jika SEM memberikan leluarsa pada perusahaan untuk memilih audience yang sesuai dengan kriterianya, maka SEO tidak memiliki kekuasaan untuk memilih audience. Hal tersebut membuat SEO akan lebih sulit untuk naik ke laman pertama jika pengerjaannya tidak benar.

Selain itu dilansir dari Niaga Hoster, dengan adanya PPC tidak perlu khawatir bila website harus ‘terbawa arus’ algoritma sebab Google telah memastikan bahwasannya website yang menggunakan jasa PPC tidak akan terpengaruh oleh algoritma yang bisa berubah. 

Selain itu, SEO memang sedikit lebih rumit sebab memiliki beberapa pendekatan. Dilansir dari Pakar Jasa, terdapat tiga pendekatan SEO yaitu On-Page SEO yang dimana pengguna harus mengoptimalisasikan website per-individu dengan menggunakan keyword tertentu seperti keyword research. 

Kedua ada Off-Page SEO yang menggunakan koneksi antar website lain sebagai optimalisasi. Contoh seperti link building pada website yang sesuai dengan konten yang dibuat. Lalu yang terakhir ada Technical SEO yaitu menggunakan elemen yang tidak berhubungan dengan konten seperti page speed dan mobile friendliness. 

Tampilan SEO dan SEM

Perbedaan SEO dan SEM | Ginee
Perbedaan SEO dan SEM | Ginee

 

Jika Kawan pernah mencari sebuah topik di mesin pencarian Google dan menyadari adanya perbedaan konten seperti gambar di atas, maka Kawan telah menyadari adanya perbedaan SEO dan juga SEM.

Seperti yang terlihat dari gambar, SEM yang merupakan konten berbayar akan berada di laman pertama sesuai dengan topik yang ditulis, dan akan dituliskan sebagai ‘iklan’ atau ‘Ads’. Sementara SEO tetap berada di laman pertama, namun yang membedakan adalah website tidak memiliki tulisan ‘iklan’ atau ‘Ads’.

Jika Kawan mengklik website yang bertuliskan ‘iklan’ atau ‘Ads’, itu tandanya pihak yang menyimpan iklan harus membayar sesuai dengan kebijakan yang ada. Itu yang disebut sebagai Pay Per Click atau PPC.

Waktu dan Efek Pengguna SEO dan SEM

Penggunaan teknologi memang akan membuat semuanya semakin cepat. Namun untuk SEO dan SEM, akan ada perbedaan waktu dan juga efek penggunaannya. Salah satunya adalah perbedaan waktu SEO dan SEM, walaupun SEO dapat dibuat lebih cepat dan SEM tidak (sebab SEM harus melewati berbagai jalur yang ditetapkan ‘pihak ketiga’), namun pada akhirnya SEM akan memberikan efek yang lebih cepat.

Sebab sama seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan SEM akan memberikan manfaat dari segi pemilihan audience dan juga algoritma internet. Sementara SEO tidak dapat memilih audience dan harus benar-benar memanfaatkan tiga cara SEO dan keyword dengan baik.

Namun untuk segi efek lainnya, SEO memiliki efek jangka panjang karena SEO bukanlah konten yang dibayar sehingga akan terus ada di laman. Sementara SEM mau tidak mau harus hilang jika konten sudah tidak lagi dibayar.

Dilansir oleh Glints, penggunaan SEM memang dinyatakan lebih mudah dan bahkan bisa digunakan oleh pemula sekalipun. Namun untuk SEO, akan lebih rumit sebab harus menggunakan banyak strategi untuk menampilkan website ke laman pertama seperti perubahan taktik, kontrol terus menerus, dan penggantian keyword. 

 

Bagaimana Kawan? Sudah mendapat bayangan mengenai perbedaan SEO dan SEM? Lantas, teknik apa yang paling ampuh digunakan? Jawabannya adalah keduanya sama-sama ampuh untuk menaikan website ke laman pertama di mesin pencarian. Namun yang harus Kawan pahami adalah kebetuhan Kawan sendiri.

SEM bisa Kawan gunakan bila Kawan memiliki program yang bersifat jangka pendek, dan SEM bisa kawan gunakan jika Kawan memiliki budget lebih. Sebaliknya, SEO bisa digunakan jika memiliki program bersifat jangka panjang, dan bisa digunakan bahkan tanpa budget sekalipun.

Referensi: Niaga Hoster | Pakar Jasa | Glints