Ingin Tugas Kuliah Lebih Ringan? Ini Starter Pack Wajib Mahasiswa
Ilustrasi | Sumber: Horizon Plus

#FutureSkillsGNFI

Seorang mahasiswa tentu tidak asing dengan banyaknya tugas yang menumpuk, hal ini karena tugas adalah salah satu kewajiban atau tanggung jawab mahasiswa yang harus terselesaikan dengan baik.

Setiap orang pasti memiliki Setiap orang pasti memiliki cara belajarnya masing-masing, ada yang giat mengerjakan, tentu ada juga yang suka menunda. Dalam ranah perkuliahan, tentu mahasiswa sudah sangat dituntut untuk mampu menguasai berbagai alat dalam kegiatan belajarnya.

Terlebih, saat ini sudah sangat banyak website yang dapat mempermudah berbagai tugas mahasiswa. Nah, berikut beberapa starter packs yang wajib dimiliki mahasiswa. Yuk, simak.

1. GetDigest 

Dalam mereview jurnal, tentu harus dapat dipertanggung jawabkan. Paling tidak, wajib memperhatikan kata kunci (keyword) dan intisari (digest) jurnal. Nah, situs GetDigest bisa kita gunakan untuk mereview jurnal secara otomatis dan secara online.

Situs ini mendukung berbagai berbagai format file untuk jurnal, seperti .pdf, .txt (dokumen teks), dan .doc (word). Batas maksimal ukuran filenya sebesar 5 MB dan batas maksimal karakter sebanyak 7000 per jurnal.

Nantinya pada saat mereview, dapat memilah berapa persentase reviewnya dari keseluruhan isi harian, mulai dari 5%, 15%, 25%, 35%, 45% ataupun 55%. Hal ini tentu memudahkan dan mempersingkat waktu mahasiswa dalam menugas karena tidak perlu mereview secara manual.

2. Google Scholar

Mungkin, Google Scholar adalah website yang sudah sangat familiar di telinga para mahasiswa. Google Scholar merupakan fitur milik Google untuk memfasilitasi pencarian sumber khusus, menyediakan berbagai jurnal, artikel, publikasi, dan referensi ilmiah.

Penggunaan pun terbilang sangat mudah sehingga membuat situs ini paling banyak digunakan untuk mencari rujukan referensi. Di sini kita bisa memilah publikasi jurnal sesuai jangka waktu tahun yang kita inginkan. Tentu pencarian akan jauh lebih mudah, kan?

3. Mendeley

Karya ilmiah yang baik selalu mencantumkan bukti rujukan valid. Penulisannya pun tidak boleh sembarangan karena harus mengacu pada aturan tertentu.  Oleh karena itu, Mendeley hadir sebagai aplikasi yang sangat memudahkan penggunanya dalam mengelola basis data berupa karya ilmiah.

Dengan adanya aplikasi ini, mahasiswa tidak perlu pusing lagi menuliskan daftar pustaka. Selain itu, semua file yang kita masukkan ke dalam Mendeley akan terdeteksi secara otomatis, mulai dari judul, penulis, halaman, volume tipe file, abstrak, dan lainnya tanpa perlu lagi cara manual.

4. NVIVO

NVIVO adalah perangkat paket komputer untuk mengelola data kualitatif. Pastinya, alat ini begitu bermanfaat bagi mahasiswa yang tengah menjalankan penelitian, terutama bagi mahasiswa semester akhir atau mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir skripsi.

Perangkat lunak ini dirancang untuk pengelolaan data kualitatif dengan informasi berbasis teks dan multimedia, baik data dalam skala kecil maupun besar. Dengan NVIVO, banyak hal yang memudahkan kita menyusun laporan penelitian, karena terancap siap menunjang setiap langkah dalam proyek penelitian.

5. Publish or Perish

Mungkin masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui alat ini, Publish or Perish. Memang, kehadirannya lebih terkenal di kalangan akademisi. Publish or Perish dirancang untuk membantu pengguna mencari dan menganalisis sumber informasi yang dibutuhkan.

Selain itu, Publish or Perish ini dapat menyeleksi beragam artikel di basis data online, sesuai dengan kualitas artikel. Perangkat lunak ini sering digunakan untuk mengambil dan menganalisis kutipan akademik, melalui ini kita dapat mengambil dari basis data besar artikel atau karya ilmiah, seperti Google Scholar.

Nah, kalau sudah mengenal starter packs canggih di atas, tidak ada alasan bagi Goodmates untuk malas mengerjakan tugas, ya.

 

Referensi: Aloberita | Kumparan | Literaksipedia