Staycation, Liburan Gaya Baru Kala Pandemi
Ilustrasi gaya liburan ala staycation. | Sumber: Patrick Robert Doyle/Unsplash

Siapa yang sudah rindu melancong ke tempat-tempat wisata? Kehadiran Covid-19 membuat sebagian orang menjadi lebih waspada untuk berpergian ke tempat-tempat yang ramai orang. Belum lagi hampir seluruh orang kini melaksanakan aktivitas dari rumah. Tak jarang, hal ini menimbulkan kejenuhan.

Semenjak pandemi mulai melanda dunia pada awal 2020 lalu, banyak kebijakan baru yang  diterapkan oleh pemerintah dan badan kesehatan yang berwenang. Selain diminta lebih menjaga kesehatan diri, kebijakan tersebut juga menyangkut perintah tinggal di rumah dan sebisa mungkin menghindari keramaian.

Kebijakan ini melahirkan fenomena baru, di mana banyak orang yang merasa terkuras secara fisik dan emosional. Mengutip dari Very Well Mind, para ahli menyebutnya sebagai quarantine fatigue atau kelelahan karantina.

Quarantine fatigue sendiri dapat dipicu oleh beragam alasan personal, tergantung bagaimana seseorang menanggapi situasi pandemi. Beberapa di antaranya mungkin merasa kesulitan karena kehilangan kesempatan untuk bersentuhan fisik bersama keluarga atau teman, sebagian lain merasa interaksi sosial yang terbatas sebab tidak dapat bertatap muka secara langsung, atau juga yang merasa tertekan karena terlalu mendapatkan banyak berita bernuansa negatif.

Salah satu cara mengatasi quarantine fatigue adalah dengan memiliki rutinitas baru. Bayangkan, bagaimana jika Kawan tetap dapat bekerja atau bersekolah dengan suasana dan pemandangan baru, dengan tetap dapat menjaga protokol kesehatan secara disiplin. Hmm, terdengar menarik?

Mulai jenuh WFH? Mungkin Anda butuh staycation..

Menurut penelitian, berlibur dapat memberikan manfaat pada kesehatan seperti meningkatkan kekebalan tubuh. | Sumber:  Johannes W/Unsplash
Menurut penelitian, berlibur dapat memberikan manfaat pada kesehatan seperti meningkatkan kekebalan tubuh. | Sumber:  Johannes W/Unsplash

Staycation berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris yang digabung yaitu stay dan vacation. Staycation dapat diartikan sebagai kegiatan liburan dengan menetap di satu tempat, umumnya di tempat penginapan seperti hotel atau villa. Mengutip dari Kompas, ada pula yang menyebutnya dengan istilah holistay yang merupakan singkatan dari kata holiday (liburan) dan stay (menetap).

Tren ini sebenarnya telah ada sejak lama, pertama kali muncul pada tahun 2003 di Amerika Serikat. Namun, belakangan gaya berlibur staycation kembali menjadi tren. Salah satunya dipicu oleh kejenuhan masyarakat yang hanya beraktivitas di rumah saja, tetapi khawatir apabila melakukan refreshing ke tempat wisata yang umumnya ramai orang.

Mengutip dari Good News From Indonesia, para ilmuwan dari Queen Mary University of London yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Immunology mengungkapkan pelesiran selama dua pekan akan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh kita dalam melawan infeksi. Sebab saat liburan, kita akan dihadapkan dengan lingkungan yang baru. Perubahan ini dapat mempengaruhi fungsi sel-T, jenis sel darah putih yang sangat penting bagi kekebalan tubuh. 

Ingin mencoba staycation, apa saja yang harus dipersiapkan?

Ilustrasi persiapan staycation. Di masa pandemi ini penting sekali untuk tidak lupa membawa masker dan hand sanitizer. | Sumber: Anete Lūsiņa/Unsplash
Ilustrasi persiapan staycation. Di masa pandemi ini penting sekali untuk tidak lupa membawa masker dan hand sanitizer. | Sumber: Anete Lūsiņa/Unsplash

Tentunya awali dengan menentukan pilihan tempat penginapan yang sesuai dengan dana yang Kawan miliki. Penyesuain dana ini sangat bervariasi, Kawan dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan yang diperlukan. Salah satunya seperti terdapat fasilitas tertentu. Tempat penginapan yang dilengkapi beragam fasilitas (seperti, kolam renang, tempat olahraga, dan lain sebagainya) tentu memiliki perbedaan harga dengan tempat penginapan lainnya yang tidak memiliki terlalu banyak fasilitas.

Kawan juga perlu mempertimbangkan lokasi tempat penginapan apakah strategis atau tidak. Tidak kalah penting adalah memastikan tempat penginapan memiliki protokol kesehatan yang baik. Seperti seluruh pegawai mengenakan masker, terdapat hand sanitizer dan alat pengukur suhu, juga social distancing yang baik antar pengunjung.

Terakhir, buatlah daftar perencanaan kegiatan yang akan dilakukan selama staycation. Dengan mempertimbangkan fasilitas yang dimiliki oleh tempat penginapan, mungkin dapat menjadi pilihan kegiatan bagi Kawan selama masa staycation.

Kegiatan lain yang dapat dengan mudah dilakukan adalah bersantai dan menikmati waktu berkualitas baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Kawan dapat melakukan hobi kesukaan Kawan seperti membaca buku atau menonton film.

Kawan  juga dapat mempertimbangkan destinasi-destinasi yang dekat dengan area tempat penginapan, apabila ingin berpergian ke destinasi tersebut tetap jangan melupakan protokol kesehatan. Tidak ada salahnya mencoba staycation, yuk kita persiapkan rencana staycation sebaik mungkin!

Referensi: Good News From Indonesia | Toyota Astra | Kompas.com | Halodoc | Tirto.id | Very Well Mind | Good News From Indonesia