Sukses Ciptakan Matahari, Cina Kembangkan Bulan Buatan
Bulan Buatan China | Unsplash - Pedro Lastra

Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan oleh usaha Cina yang berhasil membuat matahari yang panasnya 10 kali lebih menyengat dibandingkan matahari aslinya. Setelah berhasil dengan matahari, Cina dikabarkan akan membuat Bulan yang delapan kali lebih terang dibandingkan bulan yang asli.

Eksperimen tersebut merupakan eksperimen terusan dari matahari buatan. Para ilmuan semakin tertarik untuk mengembangkan tiruan yang terdengar tak nyata. Sikap ambisius para ilmuwan dari Negara Tirai Bambu ini membawa pemikiran bahwa semakin hari, kita dapat kembangkan pemikiran untuk menciptakan apapun.

Cina membentuk pangkalan penelitian

Fasilitas Bulan China | Boombastis
Fasilitas Bulan China | Boombastis

Dilansir dari Kontan, pengembangan Bulan buatan ini semakin serius untuk diwujudkan. Hal tersebut dibuktikan dengan terbentunya pangkalan sebagai fasilitas penelitian bulan. Kabarnya, fasilitas ini dibuat untuk melakukan simulasi lingkungan gravitasi rendah dengan menggunakan magnet. 

Selain itu, fasilitas juga dibentuk untuk menguji teknologi gravitasi sebelum diterbangkan ke bulan. Hal tersebut akan lebih mudah sebab para ilmuwan dapat mengetahui jika ada kerusakan dalam penelitiannya.

Dikabarkan juga bahwa peluncurkan bulan ini akan dilakukan pada tahun 2030 mendatang, artinya membutuhkan waktu delapan tahun dari sekarang untuk melihat bagaimana bulan di replikasi oleh para ilmuwan.

Cina terinspirasi dari fisikawan

Andre Geim | About Manchester
Andre Geim | About Manchester

Ditulis oleh Media Indonesia, selain berawal dari keberhasilan membentuk matahari, Pakar Geoteknik China University of Mining and Technology, yaitu Li Ruilin menyatakan bahwa mereka terinspirasi dari fisikawan asal University of Manchester.

Fisikawan bernama Andre Geim ini menggunakan Teknik Levitasi dan berhasil membuat katak mengapung di udara. Teknik tersebut pun berhasil membawa Geim memboyong Noble pada tahun 2000. 

Dengan karya gemilang tersebut, Ruilin pun akan menerapkannya pada bulan buatan tersebut. Tidak hanya itu, Ruilin pun membuat fasilitas seperti bulan aslinya. Dimulai dari menyimpan debu dan bebatuan.

Fasilitas ini juga merupakan fasilitas pertama di dunia yang nantinya kondisi gravitasi dapat digerakan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Bagaimana cara membuat gravitasi menghilang sehingga membuat barang melayang? Fasilitas ini menggunakan medan magnet besar yang diletakan dalam ruang hampa udara.

Dengan fasilitas ini, para ilmuwan akan melihat benda-benda seperti apa yang sekiranya tahan dengan kondisi bulan. Bahkan, jika memungkinkan pun akan menguji mengenai kelayakan permukiman manusia. 

Dalam Kompas, peneliti bulan tiruan ini menyatakan sudah melakukan berbagai penelitian . Sebagian membutuhkan waktu hanya beberapa detik saja, kecuali uji Creep untuk mengukur seberapa banyak material. Nantinya, akan berubah bentuk di bawah suhu dan tekanan konstan yang butuh waktu berhari-hari.

Bagaimana Goodmates, penasaran dengan hasil penelitian yang akan dilakukan bertahun-tahun ini? Semoga saja penelitian ini dapat berlangsung lancar dan tidak membawa kendala apapun baik untuk para ilmuwan maupun penduduk sekitar, ya.

Referensi: Kontan | Media Indonesia | Kompas