Sulit Konsentrasi? Kenali Gejala Brain Fog dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi seseorang yang mengalami brain fog | Foto: SHARP

Goodmates, pernahkah saat terlibat dalam sebuah percakapan, kamu mengalami kesulitan untuk fokus terhadap pembicaraan tersebut? Atau seringkali lupa sesaat dan kesulitan untuk mengingat kembali? Bisa jadi kondisi yang kamu alami merupakan sindrom brain fog.

Menurut Health Line, brain fog bukanlah kondisi medis, melainkan bentuk gejala dari kondisi medis lainnya. Brain fog juga menjadi jenis disfungsi kognitif yang melibatkan masalah memori untuk mengingat sesuatu, lack of mental clarity, serta konsentrasi yang buruk atau ketidakmampuan untuk fokus. Sebagian orang juga menyebutnya sebagai mental fatigue.

Gejala lainnya dilansir dari Bangkok Hospital juga ditunjukan melalui sulit tidur, insomnia, sakit kepala, kelelahan, gangguan fungsi kognitif, perubahan suasana hati (mood swings), mudah lupa, memiliki motivasi yang rendah, sulit mendapatkan banyak ide dan sedikit tertekan. Tergantung pada tingkat keparahannya, brain fog dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi orang yang mengalaminya.

Mengapa seseorang dapat mengalami brain fog?

kekurangan tidur yang cukup dapat menjadi salah satu penyebab brain fog. | Foto: Shutterstock/NBCnews
kekurangan tidur yang cukup dapat menjadi salah satu penyebab brain fog | Foto: Shutterstock/NBCnews

Berdasarkan penjelasan oleh Health Line, setidaknya terdapat enam kemungkinan yang menjadi penyebab seseorang alami sindrom brain fog. Pertama, tingkat stres. Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memicu depresi.

Stres juga dapat menyebabkan kelelahan mental atau mental fatigue. Ketika otak kita merasa lelah, kita akan menjadi lebih kesulitan untuk berpikir dan berkonsentrasi.

Siapa yang masih suka begadang dan tidur di bawah delapan jam saat malam hari? Hati-hati, ya, Goodmates! Karena kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang buruk juga dapat mengganggu fungsi otak kita.

Tidur yang terlalu sebentar dapat menyebabkan konsentrasi yang buruk. Usahakan untuk memiliki waktu tidur setidaknya delapan hingga sembilan jam per malam.

Kemudian, brain fog juga dapat dipicu oleh perubahan hormon. Dilansir dari WebMD, banyak wanita yang mengalami kesulitan untuk mengingat berbagai hal saat masa kehamilan. Masa kehamilan sendiri memang membawa banyak perubahan pada tubuh. Tidak hanya perubahan fisik, begitu juga dengan perubahan hormon.

Tingkat hormon progesteron dan estrogen meningkat selama kehamilan. Perubahan ini dapat mempengaruhi memori dan menyebabkan gangguan kognitif jangka pendek. Kadar estrogen yang menurun selama masa menopause juga dapat menyebabkan seseorang mudah menjadi pelupa dan mengalami konstentrasi yang menurun.

Brain fog juga dapat dipengaruhi oleh pola makan. Vitamin B-12 mendukung fungsi otak yang sehat. Apabila seseorang kekurangan vitamin B-12 tidak menutup kemungkinan ia akan mengalami brain fog.

Obat-obatan yang sedang kamu konsumsi juga berperan, lo. Kalau kamu sedang menjalani perawatan dan mengkonsumsi obat tertentu kemudian kamu mengalami gejala-gejala brain fog, kamu mungkin ingin membicarakannya pada dokter yang bersangkutan.

Brain fog sendiri dapat menjadi efek samping dari pemakaian obat tertentu. Menurunkan dosis obat atau beralih menggunakan obat lain mungkin dapat memperbaiki gejalanya.

Kondisi medis seseorang juga berpengaruh pada sindrom brain fog. Seseorang dengan kondisi medis yang berkaitan dengan peradangan, kelelahan atau perubahan kadar glukosa darah juga dapat menyebabkan kelelahan mental. Kondisi lain yang dapat memicu brain fog adalah anemia, depresi, diabetes, migrain, penyakit alzheimer, dan penyakit autoimun seperti lupus.

Bagaimana cara mengatasi brain fog?

tidur yang cukup
memiliki waktu tidur yang cukup dapat membantu mengatasi brain fog | Foto: SHARP

Cara mengatasi brain fog tergantung terhadap penyebabnya. Misalnya, jika kamu memiliki anemia, mungkin kamu akan direkomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen zat besi untuk meningkatkan produksi sel darah merah dan mengurangi brain fog.

Merangkum penjelasan oleh Very Well Mind, berikut beberapa tips gaya hidup yang dapat kamu terapkan di rumah untuk membantu mengurangi sindrom brain fog. Dapatkan waktu tidur yang cukup. Tidur sangat penting bagi otak dan tubuh untuk membersihkan racun yang tidak sehat. Racun ini dapat memicu terjadinya brain fog.

Cobalah untuk mengikuti jadwal tidur yang tetap dan pastikan kamu tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Pastikan kamu menghindari penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop atau televisi sebelum tidur.

Mencoba berbagai macam hal baru dapat membantu meningkatkan produksi zat kimia otak yang disebut norepinefrin untuk merangsang otak. Misalnya, mendengarkan musik yang berbeda atau mencoba pendekatan yang berbeda untuk tugas yang biasa kamu lakukan secara teratur.

Hindari kegiatan yang dilakukan secara multitasking. Multitasking sendiri memang memiliki efek samping untuk kesehatan. Selain itu, multitasking dapat menguras energi dan menurunkan produktivitas yang kita punya. Cobalah untuk fokus mengerjakan satu hal pada satu waktu.

Kalau kamu mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu, coba gunakan trik lain untuk bantu meningkatkan kekuatan memori yang kamu punya. Misalnya kamu dapat mencatat dan menambah warna-warna terang tertentu untuk bagian-bagian yang penting.

Kamu juga dapat melakukan teknik pengulangan untuk bantu mengingatnya kembali. Kadang tanpa kita sadari ketika sudah terlalu fokus pada suatu pekerjaan, kita cenderung lupa untuk beristirahat. Padahal hal ini dapat menjadi penyebab brain fog.

Take mental breaks. Luangkan waktu sejenak untuk beristirahat secara mental pada siang hari, waktu saat kamu tidak memikirkan apapun. Be in the moment. Kamu dapat berjalan-jalan sebentar, atau melihat ke luar jendela atau juga memejamkan mata.

Cobalah juga untuk melakukan meditasi. Meditasi dapat membantu mengurangi stres dan merilekskan otak serta tubuh. Saat meditasi, atur nafasmu untuk membantu tubuh merasa lebih rileks.

Tidak jarang juga saat sedang WFH atau bersekolah online, kita mudah terdistraksi. Fokuskan perhatian kamu dengan coba memusatkan perhatian pada satu tugas. Kemudian selesaikan tugas tersebut.

Misalnya, saat sedang WFH agar gak terdistraksi notifikasi media sosial, kamu dapat mematikan notifikasi di pengaturan atau memilih silent mode/mute pada gawai. Very Well Mind juga menyarankan agar kamu tetap aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk meningkatkan suasana hati dan memori. Selain itu, jagalah kesehatan dengan baik.

Lakukan olahraga secara teratur, ikuti diet yang sehat dan hindari alkohol atau obat-obatan. Zat-zat ini dapat berdampak buruk pada otak kita. Pastikan untuk tidak melakukan self-diagnosis. Jangan ragu untuk mendiskusikan terkait brain frog kepada pihak yang lebih professional agar kamu segera mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Referensi: Very Well Mind | Health Line | Bangkok Hospital | WebMD